Penyembuhan Alami Paling Efektif di Surabaya ; Menghindari Pengobatan / Penggunaan Obat Secara Berlebihan
PENNASIA® adalah penyembuhan atau terapi yang perawatannya tanpa menggunakan obat dan jamu. Sangat cocok bagi yang sedang mencari pengobatan alternatif dan ingin sembuh alami. PENNASIA menyembuhkan penyakit dengan cara menormalkan kembali organ-organ yang sakit, sumber rasa sakit dan sumber masalah, sehingga kasus utamanya yang diselesaikan dan bukan produknya.
Pengobatan alternatif saat ini sangat diminati, dan Penasia sangat efektif untuk sakit jantung, rematik HNP dan lain-lain. Pennasia sudah berdiri sejak 15 tahun yang lalu dan tidak menggunakan obat maupun jamu, namun tidak bertentangan bila pasien masih menggunakan obat atau penyembuhan lain.
Sehat alami yang menjadi prioritas dan dambaan setiap orang, dapat dicapai dengan cepat dan aman. Operasi yang beresiko tinggi dapat dihindari, seperti pada kasus HNP dan sakit jantung.
Menyembuhkan tanpa obat:
Jantung - Kolesterol - Asma - Bronchitis - Batuk kronis - Hidung buntu - Radang tenggorokan - Amandel - Alergi debu - Alergi makanan - Sinusitis - Sariawan - Sakit gigi - Skt kepala - Migrain - Vertigo - Darah tinggi - Darah rendah - Maag - Thypus - Liver - Ginjal - Pasca Herpes - Prostat - Keputihan - Diarrhea - Sembelit - Ambeien - Terlambat/Sakit datang bulan - Perlekatan usus - Saraf terjepit / HNP - Rematik - Asam urat - Sakit pinggang - Pengapuran - Pengeroposan - Kaki berat / ngilu - Tangan / kaki kesemutan - Diabetes – dll
Alamat Praktek:
1. Purimas Regency blok B3/57 Rungkut Surabaya.
Telp (031) 7033 6123.
2. Sutorejo Prima Utara Blok PY No. 12a Surabaya.
Telp. (031) 599 8586 ; flexy (031) 7241 9696.
3. Jl. Penataran no 2 Pacarkeling Surabaya Telp. (031) 503 5393.
4. Jakarta: Ir. Titus. Mm. (021) 7016 8599 Baca selengkapnya…

Cuplikan Buku Hindari Ketergantungan Obat: 1 “Ketika pasien masih sakit, dan pemeriksaan laboratorium tidak mampu mendeteksi gangguan, biasanya para dokter juga angkat tangan. Padahal seharusnya mereka tidak angkat tangan. Tangan mereka seharusnya malah turun memeriksa dan meraba bagian-bagian yang masih sakit dan tidak terdeteksi oleh foto dan pemeriksaan laboratorium”
