Sembuhkan Sakit Jantung Koroner

Sembuhkan Jantung Koroner dengan Cepat, Alami, Efektif, dan Aman,

PENNASIA berpengalaman lebih dari 20 th menyembuhkan Sakit Jantung, Paru, dan Penyakit Dalam. Jantung koroner, Jantung lemah, Jantung bengkak, Jantung berdebar, Aritmia, Jantung bocor, Jantung berlemak, Asma, Hepatitis, Maag, Perlekatn Usus, dan lain-lain dengan sederhana dan alami.

Penyembuhan alami untuk jantung, menghindari pemasangan ring / stent dan operasi bypass jantung. Ada cara bayar per kali datang, dan ada yang terapi paket kecil. Belajar Pennasia untuk keluarga KLIK DISINI

Surabaya: Program/paket terapi 1 bulan SEMBUH, dengan GARANSI SERVICE 1 bulan. Terapi tiap hari. Promo: Free menginap di apartemen selama terapi.
Alamat dan Peta lokasi KLIK DISINI
Jakarta: Program/paket terapi 2 bulan SEMBUH, dengan GARANSI SERVICE 2 bulan. Terapi tiap 2 hari.

    Paket (terapi) SEMBUH Bergaransi 2 bulan

  • Paket Bergaransi 2 bulan. Mendapatkan Member Card Jantung dengan biaya sebesar Rp. 10 jt
  • Pasien akan mendapatkan terapi intensif, setiap dua-tiga hari, selama 2 (dua) bulan. Biasanya dengan cara ini masalah sudah beres. Namun bila belum, pasien boleh datang lagi selama dua bulan berikutnya GRATIS.
  • Pasien mendapatkan kartu member layanan khusus, dan diberikan garansi secara tertulis bermaterei cukup.

Ciri-ciri sakit jantung:
a. Dada kiri terasa sakit (seperti ditusuk atau diremas).
b. Rasa sakit mengalir dari dada ke lengan kiri.
c. Dada berat untuk bernafas.
d. Rasa sakit juga terasa pada punggung bagian kiri.
e. Mudah khawatir, terkejut dan berdebar (benda jatuh, pintu nutup).
f. Bangun tidur dada berdebar-debar.
g. Napas sesak tersengal bila untuk kegiatan fisik seperti naik tangga atau tergesa-gesa.
h. Saraf-saraf tertentu pada dada kiri mengalami nyeri tekan.
i. Tubuh sering lemas tiba-tiba, seakan tidak bertenaga (jantung lemah).
j. Telapak tangan dan kaki berair, dingin serta pucat (jantung lemah).
k. Mudah merasa dingin bila terkena AC, padahal orang lain tidak (jantung lemah).
Penderita biasanya merasakan sebagian keluhan di atas.

Gambar proses penyumbatan jantung koroner.

Proses penyumbatan pembuluh darah akan terjadi, sesuai dengan usia dan pola makan. Biasanya dimulai sejak usia 20, ketika pola makan mulai tidak terkontrol. Penyumbatan kolesterol, dan plak kalsifikasi di jantung dapat dibersihkan di Pennasia sejak dini untuk menghindari buntu mendadak, yang mengakibatkan kematian, operasi bypass, atau pemasangan ring dengan biaya tinggi.

Alamat Pennasia: Purimas Regency blok B3/57 Telp (031) 871 2627 ;
flexy/sms (031) 7241 9696. Sebelah kampus UPN Rungkut Surabaya.
Buka setiap hari pk.08.00-21.30, Minggu BUKA, Sabtu TUTUP.
Sebaiknya daftar dulu via telpon/sms.
Email: support@sembuhalami.com

Menyembuhkan sakit jantung koroner

Menyembuhkan sakit jantung bocor

Menyembuhkan sakit jantung koroner

Menyembuhkan sakit jantung koroner

Penemu Pennasia

Menyembuhkan sakit jantung bengkak / lemah

Banyak orang yang meninggal ketika sedang olahraga. Artinya, olahraga tidak menjamin anda bebas serangan jantung koroner.
Banyak pasien yang ketika saya cek jantungnya, ternyata sudah banyak penyumbatan, meskipun dia tidak merasa. Meskipun dokter dan laboratorium menyatakan “Tidak apa-apa” Artinya, banyak orang tidak tahu kalau jantungnya sudah bermasalah! Bahkan alat pendeteksi pun sering tidak tepat.

Jangan ada lagi yang meninggal secara mendadak disebabkan sakit jantung! Karena sudah ada terapi preventif dari Pennasia!

Aneka peristiwa di Pennasia:
1. Ada seorang pengusaha pemilik apotek di Surabaya yang akan terapi penyembuhan jantung ke tempat praktek saya. Beliau tidak jadi penyembuhan jantung, karena malam sebelunmya dokter jantung yang merawatnyanya mengatakan “jantung anda tidak apa-apa”. Seminggu kemudian bapak ini meninggal karena serangan jantung!

Alangkah bijaksana, kalau waktu itu beliau menanyakan: “Apakah menurut Pennasia saya masih perlu terapi?” Tentu kami akan menyarankan untuk terapi preventive, toh biayanya juga sangat terjangkau dibandingkan resiko serangan jantung.

2. Ada pasien saya seorang pengusaha bus antar kota, yang mengeluh dada kirinya tidak nyaman. Ketika saya sarankan sekalian terapi jantung, beliau tidak bersedia karena kata dokter jantung: “Anda tidak apa-apa”.

Beberapa bulan kemudian, dia mengeluhkan hal yang sama dan periksa jantung dirumah sakit swasta Surabaya yang cukup terkenal. Jawabannya tetap sama bahwa “jantung anda tidak apa-apa” namun demikian beliau tetap opname di RS tersebut untuk dipantau kondisinya. Beberapa jam kemudian, masih di RS tersebut, serangan jantung datang, kritis dan langsung meninggal karena serangan jantung!!

Sebenarnya lebih bijaksana, bila tubuh sudah menyampaikan keluhan jantung, kita lakukan terapi preventive. Jangan percayakan 100% ke alat lab karena resikonya anda yang menanggung.

3. Di P.Bali. Seorang lelaki usia 28 tahun tiba-tiba pingsan di Pasar Sanglah. Ketika dilarikan ke RS Sanglah dan dilakukan pemeriksaan, dinyatakan harus pasang ring, paling lambat 12 jam. Biaya RS dan pemasangan ring menghabiskan kurang-lebih 50 jt. Setelah pasang ring, bapak ini kemudian menjadi pasien saya karena masih belum nyaman dengan satu ring tersebut. Pasien ini membaik setelah 5 kali terapi.

4. Di Surabaya. Jam 23.00 seorang bapak ke Rs Dr. Sutomo, karena merasa tidak nyaman di dada kirinya. Malam itu juga diharuskan opname dan disarankan pasang 2 buah ring, yang nilainya bisa mencapai 100 jt!
Karena masih belum siap dengan dana yang begitu besar, bapak ini memilih tidak pasang ring. Selama opname 1 minggu, menghabiskan biaya sebesar 30 jt! Salah satu obatnya ada yang seharga 3 juta.

Merasa masih ada gangguan berat, bapak ini menjadi pasien saya, dan membaik setelah mengambil paket terapi.

Kasus meninggal karena serangan jantung.

1. Tersangka kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) yang dimenangkan Miranda Goeltom, Jeffrey Tongas Lumban Batu, meninggal dunia. Politisi PDIP ini meninggal karena sakit jantung.

“Iya benar meninggal karena sakit jantung,” kata kuasa hukum Jeffrey, Petrus Salestinus, kepada detikcom.

Jeffry sudah dirawat selama seminggu di rumah sakit. “Meninggalnya di RS Mitra Keluarga Kampung Melayu pukul 12.00 WIB. Nanti disemayamkan di RS Cikini. Keluarga sudah berkumpul di sana,” ujar Petrus.

Jefrrey ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta.

Selain Jeffrey, KPK menetapkan 18 anggota PDIP lainnya yang diduga menerima suap. Jumlahnya bervariasi, mulai dari Rp 200 juta hingga Rp 1,45 miliar.

Hal itu dikatakan koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia, Petrus Selestinus. Menurutnya, mantan angota DPR itu meninggal dunia pukul 12.00 WIB tadi di RS Mitra Keluarga karena sakit jantung. 

2. Raden Aang Kusmayatna atau akrab disapa Kang Ibing ternyata sudah lama mengidap penyakit jantung. Namun, penyakit itu selalu disembunyikan dari kerabat dan temen-teman dekatnya.

“Bapak sudah lama mengidap penyakit jantung. Tapi tidak mau bilang-bilang karena takut merepotkan orang lain,” kata anak pertama almarhum, Dikdik Kusmadika (32) saat ditemui wartawan di rumah duka Margawangi Estate Jalan Kencana wangi No 70 RT 1 RW 13 Kelurahan  Cijaura Kecamatan Buah Batu, Kamis (19/8/2010) malam.

3. Seorang calon haji dari Sumatera Utara, Suwandi Harun  (58) yang tergabung pada kelompok terbang 16 Embarkasi Medan, meninggal dunia di Jeddah karena menderita penyakit jantung.

4. Medan (ANTARA News) – Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Prof Sutomo Kasiman, mengatakan, setiap tahun jutaan penduduk di dunia meninggal akibat menderita penyakit jantung.

“Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setiap tahunnya ada 17,1 juta jiwa penduduk dunia meninggal karena sakit jantung” katanya di Medan pada acara Pencanangan Tempat Kerja Sehat dalam Rangka Hari Jantung Sedunia ke-10.

Ia mengatakan, awalnya penyakit jantung bisa dikarenakan penyumbatan lemak di dalam pembuluh darah yang proses terjadinya pada usia dini. Gejalanya dapat dirasakan nyeri di dada, mual muntah, badan lemas, berdebar-debar, dan keringat dingin.

Ia juga menjelaskan faktor risiko penyakit jantung kroner bisa disebabkan berbagai hal seperti hipertensi, kolesterol, merokok, diabetes, kegemukan, kurang olahraga, riwayat keluarga.

5. Joni Malela tewas sesaat setelah turut berdesak-desakan karena ingin mengikuti open house di Istana Kepresidenan. Menurut informasi yang diterima pihak Istana, Joni meninggal karena sakit jantung.

“Dokter di RSCM memastikan Pak Joni Malela meninggal akibat serangan jantung. Bukan karena kekerasan atau lainnya,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrian Pasha, Jumat (10/9).

6. Pria berusia sekitar 50 tahun meninggal secara mendadak usai olahraga kebugaran tubuh di Celebrity Fitness, yang berada di Mal Paris Van Java (PVJ), Jalan Sukajadi. Diduga pria yang teridentifikasi bernama Yuyun itu terkena serangan jantung.

“Namanya Yuyun berusia sekitar 50 tahun. Alamatnya di Jalan Kembar Sari,” ujar salah seorang security Celebrity Fitness, Ujang, kepada wartawan di PVJ.

Ujang mengatakan, sebelumnya Yuyun sempat melakukan olahraga lari di treadmill pada pukul 08.00 WIB pagi. Di mesin tersebut, Yuyun berlari selama 45 menit.

“Tiba-tiba dia tersungkur dengan wajah menyentuh lantai hingga mulutnya dan hidung berdarah,” katanya.

Yuyun pun sempat mendapat pertolongan oleh pengelola fitness tempat tersebut. “Namun saat perjalanan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, dia meninggal. Katanya karena serangan jantung. Yang saya tahu, ia merupakan members di tempat fitnes ini,” jelas Ujang. (bbn/ern)

7. Pria tanpa identitas yang diperkirakan berusia 60 tahun tewas setelah jatuh dari sepeda ontel yang dikemudikannya di Jalan Soekarno Hatta (depan bengkel Nissan). Diduga kuat pria uzur itu dalam kondisi sakit saat sedang mengayuh pedal sepeda.

8. Yogyakarta, 27/1 (ANTARA) – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menegaskan, Rektor Prof Dibyo Prabowo meninggal karena penyakit jantung dan bukan bunuh diri terkait hilangnya uang Rp16,6 miliar yang diinvestasikan di PT Antaboga Sekuritas, Bank Century.

“Kami menegaskan bahwa rektor kami bukan meninggal karena bunuh diri seperti yang diberitakan dalam sebuah situs warta digital, tetapi beliau meninggal karena penyakit jantung setelah dirawat di RS Panti Rapih Yogyakarta selama 10 hari.” kata Rektor UAJY Agus Margono di Yogyakarta, Rabu.

PENYEMBUHAN ALAMI PENNASIA

Penyembuhan Alami Asli Indonesia (20 th)

Menghindari Ketergantungan Obat.
Menghindari Penggunaan Obat Secara Berlebihan
.

PENNASIA adalah penyembuhan atau pengobatan alami. Terapi komplementer membantu memulihkan kondisi jantung, paru-paru, maag, liver, tanpa menambahkan obat. Pengobatan alternatif bagi yang ingin sehat dan sembuh alami.

PENNASIA menormalkan kembali organ-organ yang sakit, sumber rasa sakit dan sumber masalah, sehingga kasus utamanya yang diselesaikan. Bukan produknya.

Alamat Pennasia: Purimas Regency blok B3/57 Telp (031) 871 2627 ;
flexy/sms (031) 7241 9696. Sebelah kampus UPN Rungkut Surabaya.
Buka Minggu s/d Jum’at pk.08.00-13.00 dan 18.30-21.30, Sabtu tutup. Sebaiknya daftar dulu via telpon/sms.
Email: support@sembuhalami.com

MENGAPA RS dan DOKTER TERKADANG TIDAK BISA MENYELESAIKAN MASALAH ANDA? (Jantung dll).

Seringkali solusi ke dokter atau rumah sakit tidak menyelesaikan masalah anda. Dari dokter satu anda pindah ke dokter lainnya. Yang pada akhirnya anda hanya mendapatkan nama-nama penyakitnya, tetapi keluhan anda tetap tidak tuntas.

Sering juga sepulang dari rumah sakit, anda masih punya keluhan meski sudah menghabiskan banyak biaya. Bahkan tak lama kemudian harus ke dokter/masuk rumah sakit lagi.

Mengapa demikian?
Karena dokter dan rumah sakit hanya menggunakan 1 dari 3 parameter kesehatan.

Sebenarnya parameter kesehatan yang sempurna perlu diukur dengan tiga parameter. Yaitu Si La Ra.

  1. Si adalah sinyal dari tubuh.
  2. La adalah Laboratorium.
  3. Ra adalah Rabaan tangan ahli pada lokasi yang sakit.

Ad. 1. Si. Sinyal dari tubuh penderita.

Saraf sensorik sudah menyertai tubuh anda sejak kecil. Pada awalnya memang saraflah yang menemukan gangguan di tubuh anda dan melaporkannya.

Lalu Anda merasakan ketidak-nyamanan dan mencoba menemukan artinya. Mayoritas tidak bisa mengerti maksudnya dengan jelas, lalu menghubungi dokter. Dan mayoritas penderita memang ke dokter karena laporan saraf sensorik ini.

Contoh:

  1. Anda merasa cepat lelah dan lemah dibandingkan waktu-waktu sebelumnya, atau dibandingkan orang lain. Anda merasa aneh lalu menghubungi dokter.
  2. Anda merasa lebih mudah terkejut dan khawatir dibandingkan waktu-waktu sebelumnya, atau dibandingkan orang lain.
  3. Anda merasa lebih mudah terengah dan sesak nafas dibandingkan waktu-waktu sebelumnya, atau dibandingkan orang lain ketika naik tangga. Anda mengkhawatirkan hal tersebut lalu konsul ke dokter.
  4. Anda merasa lebih mudah mual dan pusing dibandingkan waktu-waktu sebelumnya, atau dibandingkan orang lain. Lalu menghubungi dokter.

Kondisi di atas menunjukkan adanya ‘something wrong/gangguan’ yang ditemukan oleh saraf yang memonitor organ tubuh setiap saat.

Percayailah sinyal saraf dari tubuh anda. Karena saraf ini jujur dan sudah sempurna penciptaannya, dan saraf inilah yg paling tahu kondisi tubuh anda!

Setelah laporan saraf inilah anda biasanya mengunjungi dokter, laboratorium atau ke rumah sakit. Kalau dokter dan laboratorium menyatakan ‘anda tidak apa-apa’ lalu anda juga menganggap ‘anda tidak apa-apa’ itu adalah suatu KESALAHAN.

Mengapa saya sebut KESALAHAN? Karena laboratorium pada kasus tersebut tidak bisa membaca (menangkap arti) laporan saraf!
Suatu kesempatan mengadakan penelitian dan pembuatan alat baru yang lebih baik. Bukan malah menganggap saraf yang salah membuat laporan!!

Ad 2. La. Adalah Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium (darah, urin, foto,USG, ECG dan lain-lain) dilakukan setelah saraf sensorik memberikan laporan gangguan seperti bahasan di atas.

Dokter yg ingin tahu kondisi pasien, memeriksakan pasien ke laboratorium. Lalu Hasil laboratorium yang dipakai menentukan diagnosa dan tindakan selanjutnya.

Seringkali hasil laboratorium dpt menunjukkan gangguan yg terjadi, sehingga dokter dapat memberikan tindakan pengobatan yang tepat, lalu pasiennya sembuh.

Namun sering pula pemeriksaan laboratorium tidak menunjukkan adanya gangguan yang terjadi.

Terbukti dengan keluhan anda yg tetap muncul ketika dokter/laboratorium mengatakan anda tidak apa-apa.

Tidak jarang anda sebagai penderita justru yang ‘cenderung’ disalahkan.

  • Sebutan psikhosomatis (sakit kejiwaan) mengarahkan pada proses pemikiran penderita yang tidak stabil.
  • Faktor genetik (keturunan) mengarahkan bahwa kakek nenek dan orang tua penderita turut berperanan pada sakit pasien.
  • Faktor hormonal mengarahkan pada proses internal penderita yg tidak stabil.
  • Demikian juga Lupus, Talasemia dan sejenisnya, yang mengarahkan bahwa tubuh penderita lah yang bermasalah. Bukan dokter yang tidak mampu menyembuhkannya.

Kalau setelah dari RS sakit anda tidak sembuh, anda masih tidak nyaman, dan hanya mendapatkan nama penyakit yg semakin membingungkan anda, kembalilah ke ad.1. Si yaitu percayailah sinyal tubuh anda. Saraf adalah detektor yg paling jujur saat itu. Ketika anda tidak sedang dalam pengaruh obat.

Ad. 3 Ra. Adalah rabaan. Rabaan yg dilakukan oleh tangan ahli pada lokasi organ yg sakit untuk mengetahui lebih pasti kondisi pasien.

Apakah bisa? Ya, bisa!

Tangan ahli dapat membedakan organ yg sakit dan organ yg sehat. Seperti tangan penjual daging yang memeriksa daging segar dan daging kadaluarsa. Seperti tangan seorang koki ketika memeriksa dan menemukan daging yg tidak segar lagi.

Seperti tangan anda ketika membedakan nasi yang sudah basi dan nasi yang masih baik. Kedua jenis nasi tersebut tidak dapat dibedakan dengan foto, tetapi dapat dibedakan dengan rabaan tangan.

Pennasia dapat menemukan gangguan yang tidak terdeteksi oleh laboratorium dengan meraba lokasi yang sakit. Biasanya terdapat perbedaan kekenyalan, terlalu keras, terlalu lembek, perlekatan, kekakuan dan lain-lain pada lokasi yang bermasalah. Dan cara ini banyak membantu menyelesaikan masalah ketika laboratorium tidak mampu mendeteksi gangguan, sedangkan dokter menyatakan anda tidak apa2.

Rabaan ini merupakan lanjutan yang lebih detail oleh Pennasia dari langkah observasi, inspeksi, maupun palpasi yang dilakukan oleh dokter.
Bagi Pennasia, rabaan langsung dapat dilanjutkan dengan terapi jari2 yang menemukan gangguannya.

Rabaan digunakan juga untuk membandingkan kondisi keluhan pasien, hasil laboratorium dan kenyataan yang teraba pada lokasi.

Pennasia juga menggunakan tehnik search-find-terminate secara langsung, sehingga anda jangan heran kalau perawatannya sangat cepat, meskipun gerakannya lambat saja. Kira2 10-15 menit per terapi.

Keahlian ini tidak mudah, dan perlu latihan yang panjang. Namun demikian, hasilnya sangatlah memuaskan. Ketika pasien tidak mendapatkan solusi saat ke dokter, mereka mendapatkan penyelesaian yg memuaskan, tanpa harus berfikir tentang hal2 yang bersifat magis. Sebagaimana diketahui, tradisi masyarakat kita, bila tidak sembuh, dan dokter mengatakan anda tidak apa2, cenderung berfikir hal2 yang magis.

Penggunaan Si (sinyal) dan Ra (rabaan) untuk mendeteksi keluhan pasien, lebih memanusiakan penderita yg didengar keluhannya, daripada hanya menggunakan La (laboratorium) saja, yg menganggap pasien sebagai benda mati yg diukur.

Si La Ra adalah gabungan yg sempurna untuk membaca dan mengartikan keluhan dan tanda2 yg disampaikan oleh saraf sensorik pada tubuh pasien.

Bila anda sudah puas dg hasil lab saja, boleh2 saja. Namun sejauh pengalaman kami, mengandalkan lab saja sering tidak menyelesaikan masalah. Karena mengandalkan lab saja hanya 1/3 dari parameter yg kami lakukan.

Pennasia menggunakan Si La Ra sebagai parameter yg saling melengkapi.

Nilai Ambang Batas Toleransi.

Tubuh mempunyai daya tahan tertentu sebelum mengeluh. Artinya meskipun sudah ada gangguan, belum tentu dia langsung menyampaikan keluhan. Biasanya dia berusaha mengatasinya sendiri. Jika upaya ini tidak berhasil dan gangguan semakin naik, barulah tubuh menyampaikan keluhan itu pada anda.

Akan saya gambarkan sebagai berikut:

  1. Balok hijau menunjukkan gangguan masih sedikit dan tidak mengganggu. Rabaan tangan Pennasia masih sulit/belum menjangkau.
  2. Balok kuning menunjukkan gangguan semakin banyak, tetapi tubuh belum mengeluh sakit/nyeri/ketidak-nyamanan. Rabaan tangan Pennasia sudah bisa menjangkau.
  3. Garis merah adalah batas mulainya tubuh akan menyampaikan keluhan/sinyal. Artinya dia akan menyampaikan pada kita untuk minta bantuan.

Bila jantung anda diterapi sebelum ada keluhan yang muncul, maka kejadiannya seperti gambar tersebut. Artinya gangguan diturunkan sebelum terasa sakit. Sebelum anda jadi sesak nafas, nafas berat, nyeri dada, atau ada serangan jantung, gangguan jantung sudah diturunkan. Sehingga jantung anda tetap prima.

Bila liver anda kami terapi sebelum tubuh anda mudah lelah, loyo sebelum tengah hari, atau bangun pagi tidak fresh, maka kejadiannya seperti gambar di atas. Liver anda senantiasa fresh dan anda siap kerja setiap hari.

Gambar di atas berlaku untuk mencegah serangan ke otak (mencegah stroke) ginjal, prostat dan lain-lain. Terapi kepala memungkinkan endapan di kepala menghilang dan anda terhindar dari serangan stroke!

Terapi untuk ginjal menghindarkan batu ginjal atau kreatin naik, yang bisa menyebabkan anda gagal ginjal dan cuci darah.

Meskipun pada saat itu peranan Si (sinyal) dan La (lab) belum berperanan, karena tubuh belum meminta bantuan pemulihan, dan pasien belum ke laboratorium. Namun demikian, Ra(rabaan Pennasia) sudah bisa mendeteksi karena sudah terlatih.

Sedangkan kalau anda terapi setelah terasa keluhan sakit, maka sebenarnya gangguan sudah cukup banyak, dan melewati batas toleransi. gambar grafiknya sbb:

Dengan berjalannya waktu, tingkat endapan pada pembuluh jantung anda (misalnya) makin banyak dan sudah pada balok kuning.

Kalau anda biarkan dan makanan anda mengandung lemak, kolesterol, sisa-sisa calsifikasi maka akhirnya tubuh menyampaikan keluhan.

Artinya rasa tidak nyaman itu mulai muncul, dan posisi kita anggap sudah pada balok merah.

Kalau kemudian kami terapi beberapa kali, lalu keluhan mulai menghilang, maka jumlah endapan juga mulai menurun dan memasuki area balok kuning lagi. Semakin banyak terapi, memungkinkan gangguan makin sedikit dan mendekati daerah aman.

Paling baik bila dilanjutkan terapi tiap 1-2 bulan agar endapan di jantung anda senantiasa sedikit!!

SAKIT JANTUNG

Pennasia tidak setuju kalau kepastian menentukan sakit jantung HANYA ditentukan oleh alat periksa jantung. Stetoskop, cardiograph, treatmill, dan sejenisnya memang alat canggih yang membantu membaca sinyal tubuh. Tetapi jangan digunakan sebagai keputusan mutlak.

Masalahnya, di lapangan sering kita temui penderita dengan keluhan jantung yang jelas, tetapi alat periksa jantung menyatakan tidak apa-apa. Sehingga dokterpun mengatakan “anda tdk apa-apa”. Sehingga pasien dan keluarganya terus menderita.

Banyak kasus yang mungkin sudah anda temui. Saya akan ceritakan kasus pasien yang kami temui.

  • Seorang pengusaha di Surabaya menjalani terapi rematik di Pennasia. Jantungnya tidak jadi diterapi Pennasia karena menurut pemeriksaan profesor yang merawat jantungnya,“jantung anda baik-baik saja”. Seminggu kemudian pengusaha yang memiliki apotek ini meninggal karena serangan jantung!!
  • Seorang wanita pengusaha dari Bali sudah memeriksakan diri ke dua dokter spesialis jantung di Bali. Keluhannya, jantung sering berdebar dengan waktu yang tidak pasti. Kadang saat bangun tidur, akan tidur, saat bekerja, maupun saat santai. Namun setelah dites dg alat periksa jantung yang ada, tidak ditemukan gangguan.
    Selanjutnya pengusaha ini mengontak relasinya di Surabaya, minta didaftarkan ke spesialis jantung yang bagus. Tidak tanggung-tanggung, dia didaftarkan ke 2 dokter jantung, bahkann yang satunya seorang profesor.

Hasilnya? Sama!
Ke dua ahli jantung tersebut dalam waktu berbeda, menunjukkan hasil alat periksa jantung dan mengatakan: “Ini lho Bu, jantung anda tidak apa-apa. Itu kalau anda percaya kepada kami Bu…”

Rekan pengusaha ini kemudian membawanya ke Pennasia.
Hasilnya? Jantungnya jelas bermasalah!
Saraf-saraf pada permukaan costae di sekitar sternum menunjukan nyeri tekan dan ada beberapa sinyal penyumbatan di beberapa rusuk. Sinyal ini menunjukkan ketidak-telitian alat pemeriksa jantung atau orang yang mengoperasikan alat. Saya berharap orang Indonesia yang menemukan alat canggih berikutnya.

Menurut saya ini bukan kesalahan saraf memberitahukan kondisi tubuh pasien! Tentang nama penyakit jantungnya jangan diperdebatkan dan memang tidak harus ada namanya. Sakit jantung tidak harus jantung koroner, jantung bengkak, jantung bocor atau yang lain. Yang penting gangguan pada jantung yang berdebar terus tersebut dilaporkan saraf sensorik, dan perlu penyelesaian!

Sebagaimana saya kemukakan di bagian atas, bahwa dokter sering tidak bisa menyelesaikan masalah karena hanya menggunakan 1 dari 3 parameter kesehatan.
Si (sinyal pemberitahuan dari saraf) La ( pemeriksaan laboratorium) Ra (rabaan tangan ahli pada lokasi yang sakit) adalah parameter yang sempurna untuk kesehatan. Dokter biasanya hanya menggunakan yang ke dua saja, yaitu laboratorium.

Tidak seperti dokter sepuh dulu (saya menyebut dokter sepuh untuk menghormati senioritas dan keahlian mereka dalam membaca keluhan pasien secara alami). Dokter sekarang, lebih mencari cara yang mudah, aman untuk dirinya, dan tidak beresiko disalahkan dengan ‘bersembunyi’ pada data laboratorium. Namun cara ini menyengsarakan pasien karena penderitaan tidak segera berakhir.

Ciri2 sakit jantung ada bermacam2. Tidak semuanya harus dirasakan. Sebagian saja anda rasakan, maka waspadalah dan segera terapi ke Pennasia.

Lho, kok ke Pennasia? Iya, karena Pennasia menggunakan 3 parameter Si La Ra !

  • Tidak beresiko karena tidak menggunakan ramuan atau obat yang masuk ke tubuh anda.
  • Teliti karena selain mengerti tentang laporan laboratorium, Pennasia menggunakan sinyal jujur dr tubuh anda, dan rabaan pada lokasi yang sakit.
  • Hemat karena dengan 300 rb jantung anda sudah aman.

Di Pennasia jantung anda dapat dibersihkan dari endapan yang mengancam pembuluh koroner anda, sebelum endapan menimbulkan keluhan dan bahaya. Bagaimana penjelasannya?

Saat endapan mulai bertambah, dan bertambah lagi, maka Pennasia sudah bisa meraba gangguan tersebut  dengan mengenalinya pada beberapa titik di permukaan dada kiri. Lokasinya antara lain di lengkungan dada/payudara dan beberapa titik di atasnya.

Pada gambar di bawah, balok kuning semakin meningkat, menggambarkan adanya gangguan yang meningkat tetapi belum memunculkan keluhan nyeri, terengah, sesak, sering kedinginan dan sejenisnya.

Metedo kedokteran melihat bahaya jantung koroner, hanya ketika sudah ada penyumbatan di pembuluh koroner. Sedangkan saraf sensorik tubuh anda, dan Pennasia dapat melihat bahaya itu jauh sebelumnya. Ketika penyumbatan dimulai di rusuk, di arteri intercostalis, sebenarnya peluang penyumbatan di sekitar jantung mulai terjadi. Secara pelan maupun cepat penyumbatan bisa segera menjalar ke bagian koroner jantung.

Saraf sensorik menyampaikan ketidak nyamanan bila mulai melewati ambang batas (garis merah) standar dari tubuh itu sendiri.

Contoh:
seorang ibu yang kami terapi maagnya, kami beritahukan dari gejalanya, bahwa jantungnya mulai tidak sehat. Dia lalu ke dokter jantung menanyakan tentang jantungnya.
Jawab dokter: anda tidak apa-apa. Enam bulan kemudian dia datang dan minta rawat jantung karena dokter yang sama mengatakan dia sakit jantung. Nah, kami sudah sampaikan 6 bl yang lalu kan bu? Si ibu Cuma tersenyum saja.

Pennasia dapat mendeteksi penyumbatan atau gangguan lain pada bagian tertentu dari permukaan dada dan rusuk, sebelum saraf sensorik memberikan keluhan. Inilah keunggulan Pennasia! Dapat mendeteksi sebelum orangnya mengeluh! Ini karena teori nilai ambang batas tersebut!!

Yang lebih penting adalah, bahwa setelah mencari dan terdeteksi, Pennasia menggunakan metode search-find-terminate untuk melarutkan penyumbatan tahap awal ini.

Tingkatan “mencari sebelum ada keluhan” ini lebih sulit dibandingkan “mencari setelah ada keluhan”. Sehingga bagi yang sudah kenal Pennasia, lebih senang sistim preventive ini. Murah, canggih, dan aman! Perlu 3-4 kali terapi pencegahan.

Bagaimana bagi yang sudah sakit jantung? Grafknya sbb:

Ketika balok kuning/gangguan/penyumbatan semakin naik, pada saat tertentu tubuh sudah merasa perlu melaporkan dan memerlukan bantuan. Pada saat itu saya gambarkan dgn garis merah. Sehingga gangguan di atasnya juga kami gambarkan sebagai balok merah. Semakin tinggi balok merah, tentu semakin berbahaya. Pada gangguan paling ekstrem jantung berhenti, penderita meninggal.

Pada umumnya, pasien dtg dg kondisi belum ekstrem. Dengan teknik yang sudah teruji selama 18 th, penyumbatan di koroner dan sekitarnya dapat dihilangkan, dan dilarutkan melalui urin.

Apa tidak menyumbat ke tempat lain? Tentu tidak. Karena jalannya sudah dipersiapkan. Demikian juga bio katalis langsung memproses pelarutannya.

Perlu antara 4-7 kali terapi penyembuhan.

Apa saja sinyal gangguan jantung yang sering tidak difahami oleh alat pemeriksa jantung, tetapi dapat difahami oleh logika kita?

  1. Tubuh mudah kedinginan dibandingkan org lain.
  2. Lemas mendadak dan segera pulih. Selain membawa kehangatan, darah membawa oksigen dan energi. Kalau jantung sedikit ngadat kemudian sgr pulih, maka terasanya lemas mendadak dan sgr pulih.
  3. Berdebar dengan waktu tidak pasti.
  4. Ujung tangan dan kaki sering dingin.Jantung adalah pemompa darah ke seluruh tubuh. Darah ini hangat, jadi kalau ada ujung tubuh yang dingin, artinya darah disitu kurang banyak.