Archives for June 2015

Kesembuhan HNP, Rematik, Pengeroposan dll

NYERI LEHER PUNGGUNG DAN PINGGANG

Nyeri leher, punggung maupun pinggang dapat disebabkan oleh berbagai masalah yang kompleks, jaringan penghubung dari otot tulang belakang, saraf, tulang, cakram atau tendon pada lumbal tulang belakang.

Sumber nyeri meliputi:

  1. Akar saraf besar di leher, punggung atau pinggang yang meradang.
  2. Saraf kecil yang keluar dari tulang sedang meradang.
  3. Pasangan punggung bawah otot-otot besar (erector spinae) terlalu tegang.
  4. Tulang, ligamen atau sendi mungkin rusak/luka.
  5. Cakram atau discus intervertebralis tertekan dan melebar.

Sabarno. Surabaya.
Pengusaha sayur ini cukup tersiksa dengan penyakitnya. Tubuhnya tidak tahan terhadap angin. Setiap kali naik mobil dia tidak berani membuka jendela.
Karena bila dia melakukan itu, beberapa waktu kemudian tubuhnya terasa sakit semua, sulit sembuh, dan obat dokter yang diterimanya belum bisa mengatasi masalahnya. Dia terpaksa harus bersabar, hingga akhirnya sakitnya hilang dengan sendirinya.

PENNASIA menyelesaikan masalah ini dengan cukup sederhana, hanya dengan tiga kali terapi normalisasi dengan berbagai alat. Ternyata penderita ini mengalami dislokasi ringan pada otot punggungnya. Akibatnya aliran darah dan aliran cairan limfatik menjadi lambat dan terjadi banyak pengendapan di bagian otot tersebut.

Ny. Sutikno. Surabaya.
PNS ini merasakan punggungnya sangat kaku seperti diganjal oleh kayu. Ketika konsultasi dengan dokter, ibu ini direkomendasikan untuk foto ronsen. Tetapi ternyata hasil fotonya tidak menunjukkan suatu gangguan. Bahkan dokter menyatakan ‘ibu tidak apa-apa kok’. Sempat terbersit juga bahwa sakitnya itu ‘dibuat’ oleh teman sekerja yang menginginkan posisinya, yang memang sangat baik.

PENNASIA mengatakan ‘ini sakit biasa dan bukan karena guna-guna’. Dan memang kasus tersebut hanya karena adanya pengendapan ‘kotoran’, penurunan elastisitas dan perlekatan antar lapisan rhomboidius mayor, erector spinae dan latissimus dorsi yang terletak di bawahnya. Normalisasinya hanya 3-4 kali terapi.

SAKIT BELIKAT
Bp. Nasir. Surabaya.
Bapak ini mengalami gangguan di rusuk samping dan belikatnya. Belikatnya terasa linu, badan lemah dan sakit-sakitan. Akibatnya kerja sehari-hari terganggu dan tidak bisa konsentrasi. Penderitaan yang berbulan-bulan ini segera selesai ketika menjalani terapi normalisasi.

Ny. Suyanto. Gresik.
Ibu ini mengalami hal yang hampir sama. Belikat dan pundaknya terasa sakit dan ngilu. Berbagai obat dan upaya lain telah dijalaninya. Setelah menjalani penyinaran sebanyak 66 kali (enam puluh enam kali) dan tidak mendapatkan hasil yang berarti, anaknya yang menjadi dokter menganjurkan agar ibunya menjalani terapi penyangga leher.

Selama dua bulan ibu ini memakai penyangga leher dan tidak boleh melepasnya. Kemana-mana dia selalu memakainya. Untuk melihat ke samping dan ke belakang dia tidak bisa, sehingga perlu memutar tubuhnya.
Setelah dua bulan spalk penyangga lehernya dilepas dan ….. tidak ada perubahan yang terjadi. Belikat dan pundaknya tetap sakit ketika digerakkan!
Ibu ini akhirnya sembuh setelah menjalani normalisasi dari PENNASIA sebanyak 4 kali. Penderita ini mengalami banyak pengendapan di pundak dan belikatnya, disertai dislokasi ringan pada otot bahunya.

TANGAN/KAKI KESEMUTAN
Sholihati. Gresik.

Ibu ini menderita lengan dan jari-jari tangannya kesemutan. Obat dan berbagai jamu telah dicobanya, tetapi tidak membawa hasil. Dia mengira bahwa dirinya mungkin mengalami gejala stroke.

Penderita ini tidak mengalami gejala stroke yang dia takutkan. Dia hanya mengalami penyumbatan pembuluh darah dibagian ketiak, siku dan jari-jari tangannya. Ini dapat diketahui dari wawancara sebelum dilakukan terapi, dan juga dari rabaan yang kami lakukan pada daerah tersebut.
Kasus kesemutan bagian tangan ini mayoritas diderita kaum perempuan, meskipun ada beberapa pria yang mengalaminya. Ini disebabkan kerja keras, lembur dan kurang mempertimbangkan kemampuan tangannya.

Sholeh. Surabaya.
Pejabat militer ini mengalami kesemutan di bagian kakinya. Mayoritas penderita mengalami kesemutan saat duduk, dan sembuh ketika mereka berdiri. Tetapi tidak demikain yang terjadi dengan bapak ini. Dia mengalami kesemutan saat diam berdiri dan sembuh ketika berjalan atau duduk.
Banyak temannya yang terheran-heran karena keanehan ini, tetapi bagi yang mengerti duduk persoalannya hal ini sederhana saja. Saat berjalan, duduk dan kegiatan yang lain, bapak ini jalan darahnya tidak terjepit. Tetapi saat berdiri diam, ada bagian jalan darah yang terjepit dan tidak mengalirkan darah.

OTOT KAKI TERPUTAR
Listyani Surabaya.
Mengeluh pinggang dan kakinya sakit. Pemeriksaan PENNASIA menunjukkan adanya urat di bagian pinggang yang terjepit. Disamping itu otot pantat dan pahanya mengalami dislokasi sehingga menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Terapi pertama kali dapat meringankan keluhannya. Dengan tiga kali normalisasi, penderitaannya dapat disembuhkan.
Penderita lain ada yang perlu lebih dari tiga kali karena terlalu banyak upaya yang telah ditempuh, dan menjadikan masalah makin rumit.

Nur Aini. Surabaya.
Guru SMP ini mengalami sakit yang hampir sama. Seluruh tubuh terasa sakit, karena banyaknya gangguan otot. Untuk mengalihkan perhatian, beberapa putranya disuruh memukuli badan ketika sakitnya sedang kambuh.
Ibu ini memiliki ketahanan tubuh yang cukup baik. Sering diinjak putranya untuk menghilangkan penat dibagian kaki dengan berbagai posisi. Kadang dengan posisi tengkurap, telentang bahkan tak jarang dengan posisi miring. Dapat dibayangkan efek yang terjadi. Ketidaktahuan terkadang memang menimbulkan kesusahan.

Saraf, otot maupun daging akan bergeser kearah yang tidak menentu. Selang beberapa waktu sakit yang diderita akhirnya tak tertahankan. Usaha coba-coba menyembuhkan sendiri pernah mangakibatkan kaki menghitam.

SAKIT PAHA/BETIS
Ny. Subirto. Surabaya.
Ibu ini menderita di bagian paha dan betis sudah 4 tahun. Hobinya memang jalan-jalan dan keluar kota. Mendengar rematik temannya membaik, ibu ini kemudian ikut perawatan PENNASIA. Alhamdulillah, dengan enam kali perawatan penderitaannya selama ini tidak ada lagi.
Namun demikian perawatan berkala tetap dilakukan untuk pencegahan, karena hobinya jalan-jalan tetap dilanjutkan.

Testimoni Kesembuhan Berbagai Sakit Rahim

NYERI HAID

Penyebab Nyeri Haid
Prostaglandin adalah bahan kimia yang diproduksi tubuh wanita yang menyebabkan banyak gejala yang berhubungan dengan ketidaknyamanan menstruasi. Jaringan yang melapisi rahim membuat bahan kimia ini. Prostaglandin merangsang otot rahim untuk berkontraksi. Wanita yang memiliki tingkat prostaglandin lebih, mungkin mengalami kontraksi rahim lebih intens dan juga rasa sakit. Prostaglandin juga mungkin bertanggung jawab untuk muntah, diare, dan sakit kepala yang menyertai periode yang menyakitkan.

Jenis nyeri atau kram lainnya dapat disebabkan oleh berbagai kondisi saluran reproduksi, seperti berikut:

  1. Endometriosis jaringan rahim yang muncul di luar rahim
  2. Fibroid dan adenomiosis  pertumbuhan di dalam rahim, bukan kanker (jinak)
  3. Infeksi pada organ reproduksi
  4. Kehamilan abnormal , seperti kehamilan ektopik (kehamilan di tabung, di luar rahim)
  5. IUD (intra-uterine device) yang digunakan untuk pengendalian kelahiran
  6. Kista ovarium
  7. Serviks yang sempit

I.A. Maha Dewi. Denpasar Bali.
Mahasiswi Untag Surabaya ini setiap kali menstruasi, rasa sakit selalu datang. Menurut keterangannya, sakit sampai tak tertahankan. Dan tidak jarang gadis ini pingsan akibat tak dapat menahan rasa sakit.
Ketika pengendoran ligamentum, normalisasi saraf dan letak rahim dilakukan, dari bagian perut, semula ada rasa khawatir. Namun ketika datang tamu rutinnya dia kaget karena tidak merasakan sinyal awal seperti biasanya. Saat itu baru dia yakin bahwa sakit saat menstruasi ini dapat disembuhkan dan tidak memerlukan obat penghilang rasa sakit.

Sugiarti. Surakarta.
Penderita ini mengalami gangguan yang hampir sama. Tersiksa setiap datang bulan, badan terasa lemah, sakit dan perlu istirahat. Penderitaan itu sudah bertahun-tahun dan selama ini dia memang mengkonsumsi obat-obatan, meskipun ada juga kekhawatiran tentang efek sampingnya.
Alat yang digunakan adalah SIPUT bagian HEAD dan VASSI bagian SPIN. Fungsinya untuk memperlancar arteri yang berhubungan dan mengendorkan ligamentum penyangga rahim. Sehingga aliran darah lancar dan bagian servik mempunyai tarikan yang seimbang.

DATANG BULAN TIDAK TERATUR
Yanti. Madura.
Ibu ini mengalami masa menstruasi yang cukup panjang, sekitar dua bulan. Berulangkali mengkonsumsi obat dokter dan cukup berhasil. Masalahnya, bila tidak minum obat, haidnya panjang lagi. Demikian berjalan bertahun-tahun.
Pernah terucap secara langsung kepada dokternya ‘Dok, saya sudah capek minum obat. Kapan saya sembuhnya? Dokternya hanya tersenyum saja. Setelah diberitahu adiknya yang sudah sembuh, ibu ini mengatur kunjungan ke PENNASIA dan sembuh setelah 4 kali normalisasi.

KEPUTIHAN
Arinta. Sidoarjo.
Ibu ini menyampaikan bahwa menderita keputihan sudah cukup lama. Cairan yang keluar juga cukup banyak dan sangat mengganggu. Namun berbagai upaya tidak membuahkan hasil.
Ketika normalisasi oleh PENNASIA dilakukan, esoknya reaksi penyembuhan langsung terasa. Banyak mengeluarkan keringat pada sore hari. Hari berikutnya keputihan tidak pernah datang lagi.

Dewi L. Sidoarjo.
Mengalami hal yang hampir sama. Setelah rahimnya dikuret, ibu ini mengalami keputihan yang berkepanjangan. Bahkan di sekitar rahim tersentuhpun sakit, sehingga sang suami terpaksa ikut ‘berpuasa’ berbulan-bulan.

Setelah mendapatkan perawatan, malam harinya keluar keringat banyak sekali sehingga muncul kekhawatiran dan pikiran yang tidak-tidak. Untung sang suami mengingatkan petunjuk dari PENNASIA untuk menenangkan sang istri.

Esoknya keputihan berangsur berhenti dan sakit yang diderita berangsur-angsur berkurang. Terapi berikutnya hanya merupakan penyempurnaan penyembuhan. Ibu ini selain mengalami keputihan, juga mengalami kasus rahim salah posisi akibat kuret yang kurang hati-hati.

Tunik. Semarang.
Ibu ini sudah putus asa dalam berikhtiar untuk menyembuhkan keputihannya. Bertahun-tahun usahanya tidak berhasil, bahkan merasa kalau umurnya mungkin tidak panjang lagi, seperti ibunya. Temannyalah yang tidak berputus asa mencarikan iformasi.
Ketika temannya mendapat info tentang PENNASIA, tidak banyak cerita, ibu ini langsung dibawa untuk dirawat. Setelah terapi tiga kali, ibu ini pulih kembali semangatnya untuk hidup. Ternyata keputihannya bisa sembuh.

POSISI RAHIM YANG BERUBAH

Untari. Surabaya.
Karyawati ini cukup lama  mengalami sakit datang bulan, dan mempunyai kebiasaan pijat urat di kampungnya. Pernah mendapat nasehat agar menjalani terapi PENNASIA  saja, dan tidak melanjutkan kebiasaan pijat perut yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Namun hal itu tidak ditanggapi dan melanjutkan kebiasaannya.

Ketika suatu saat mengalami sakit, penderitannya tidak tertahan lagi, pasien ini benar-benar tersiksa. Tubuhnya berguling-guling akibat kesakitan, yang diakibatkan pijat pada malam sebelumnya. Kami menemukan pasien ini mengalami pergeseran otot rahim, otot perut, bahkan hingga otot-otot pada tulang rusuknya.

Penyembuhan rahim salah posisi ini benar-benar tidak cocok melalui pengobatan. Karena obat tidak akan mampu menggeser organ tersebut. Penderitaan hanya berkurang karena penghilang rasa sakit. Obat-obatan hanya akan menyengsarakan penderita dalam jangka panjang, karena penumpukan obat di dalam tubuh.

SAKIT AKIBAT OPERASI
Insukatminingsih. Surabaya.
Ibu ini menjalani operasi tumor kandungan. Beberapa bulan kemudian dia mulai merasakan penderitaan. Perutnya yang dulu tidak pernah sakit, sekarang mulai sering kram dan sakit luar biasa.

Hampir seminggu sekali sakitnya kambuh. Tubuhnya berguling-guling, sambil mengerang dia menjambak rambutnya. Penderitaan ini berlangsung kurang lebih satu jam, lalu berangsur menghilang.

Dokter yang mengoperasi dan dokter-dokter lain yang dia hubungi mengatakan dia ‘tidak mengalami gangguan apa-apa’, kecuali hanya sakit maag saja. Padahal penderita ini mengalami penderitaan selama satu jam tiap minggu selama kurang lebih sepuluh tahun.

Lubna. Sidoarjo.
Beberapa bulan setelah mengalami operasi caesar, penderita ini merasakan penderitaan pula. Berbeda dengan penderita di atas, penderita ini tidak hanya kambuh tiap minggu. Ibu muda ini menderita setiap saat selama dua tahun. Setiap disentuh perut dan bagian sekitar rahimnya mengalami kesakitan.

Sebagaimana penderita di atas, penderita ini pada pemeriksaan lanjutan yang telah menghabiskan banyak biaya di Batam maupun di Jakarta, tidak ditemukan kelainan yang ada.
Permasalahan yang terjadi tidak jauh berbeda. Karena jahitan bekas operasi yang kurang teliti menjadikan penderitaan yang berkepanjangan.
Dulu, ketika diterima di fakultas kedokteran tidak semahal sekarang, hampir dapat dipastikan bahwa tingkat kecerdasan rata-rata calon dokter ini lebih baik dibandingkan dari fakultas lain.