Kasus Pasutri

KASUS PASUTRI

Gangguan keharmonisan rumah tangga bisa berasal dari hubungan sex yang tidak nyaman, kurangnya saling pengertian satu sama lain, maupun masalah finansial.

Hubungan sex yang tidak nyaman biasanya dialami pihak wanita.
Saya pernah merawat seorang dokter wanita, yang selama beberapa tahun pernikahannya belum pernah mengalami orgasme (puncak kepuasan dalam hubungan sex). Bukan hanya itu, setiap kali berhubungan, yang didapat adalah rasa sakit.

Pada kasus lain, saya menyembuhkan seorang ibu, yang setiap kali berhubungan, suaminya hanya bisa masuk separo. Tidak bisa masuk semua! Sebab kalau dipaksakan, istrinya kesakitan. Setelah kami rawat 4-6 kali, kehadiran berikutnya ibu muda ini sudah tersenyum. “Sudah bisa masuk semua, suami saya senang” katanya.

Pasien ini mengalami kekeringan pada Miss V (vagina) nya. Meskipun dilakukan rangsangan oleh sang suami, tetap saja tidak basah. Demikian juga otot yang di kanan-kirinya, berkontraksi tanpa kontrol sehingga menutup rapat-rapat ketika Mr P mulai menyentuhnya.

Terapi normalisasi dilakukan pada bagian otot yang over sensitif, dan pusat kelenjar yang memproduksi cairan pelumas. Sehingga rangsangan dari suami bisa harmonis dengan keluarnya cairan yang membasahi dinding Miss V. Otot sisi kanan dan kiri pun dapat berkontraksi sebagaimana yang diinginkan pasangan tersebut.

Dari pertanyaan yang saya ajukan, ternyata banyak pasien wanita yang belum pernah merasakan orgasme selama pernikahannya (nama saya rahasiakan). Meskipun sudah mempunyai beberapa anak, mereka melakukan hubungan seakan hanya merupakan kewajiban seorang istri.

“Soalnya ketika saya belum selesai, suami sudah selesai”

Karena kejadian itu berulang terus, akhirnya dia mengatakan, bahwa dia juga sudah orgasme agar suaminya tidak merasa terbebani.

Ada yang lucu. Seorang wanita menanyakan “orgasme itu apa tho pak?”

“Lho, selama ini yang anda rasakan apa?” tanya saya.

“Ya pokoknya saya melayani suami saja”

“Merasakan enak?”

“Biasa saja. Kalau suami selesai, kita terus tidur bersama” katanya.

Lain lagi cerita para bapak.

“Istri saya kok dingin ya pak?” kata seorang bapak.

“Kalau diajak berhubungan, hanya nurut saja tapi tidak mau aktif. Kalau saya ajak bervariasi, saya malah dituduh macam-macam/serong” Dan ditanya “tahunya dari siapa, hayo..”

“Dari pada dituduh begitu, saya diam saja dan kerja sendiri sampai selesai”

Wanita yang tidak aktif, mungkin karena sakit, tidak tahu bisa nikmat, atau mengalami frigiditas/dingin.

This entry was posted in Tanpa Kategori. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>