Paha dan betis sakit

PAHA/BETIS SAKIT
Paha yang sakit biasanya terletak pada bagian depan atau samping. Sering juga disertai pada bagian pangkal paha dan pinggul. Sakit ini akibat kerja kaki yang berlebihan/terforsir atau merupakan gejala awal dari sakit rematik.
Betis yang sakit bisa terletak pada bagian belakang atau di samping luar tulang kering. Akibat yang ditimbulkan dapat berupa sering kram atau mudah capai ketika digunakan untuk aktifitas.
Dari wawancara pasien yang menderita sakit tersebut, mayoritas mempunyai hobi jalan kaki. Baik itu dengan alasan kesehatan maupun karena shoping. Keduanya melakukan jalan kaki tetapi kurang merawat kaki. Mereka tidak tahu kapan harus istirahat dan mengembalikan kondisi kaki hingga baik kembali.

Sakit ini juga diderita oleh mereka yang sering mengendarai mobil dan mengejar target tertentu. Bila mereka kurang pandai dalam menjaga kesehatan kakinya, dalam jangka panjang dapat mengalami akibat yang kurang baik.

Pada saat kelelahan, asam laktat yang terbentuk semakin banyak dan mengendap pada bagian yang lelah tersebut. Biasanya terletak pada perut betis, m.gastrocnemius dan bagian samping m.tibialis anterior. Bila tidak diberi istirahat yang cukup, atau diatasi dengan food supplement yang memadai, sisa pembakaran ini akan tetap mengendap di bagian tersebut.

Bila rasa lelah ini telah sering terjadi dan kurang perhatian dalam pemulihannya, istirahat dan food supplement tak lagi dapat membantu dan perlu perawatan PENNASIA.
Demikian juga obat-obatan tidak akan banyak berarti. Pemaksaan pemakaian obat-obatan dapat menjadikan ketergantungan pada bahan sintetis tersebut, karena tidak menuntaskan sumber masalahnya.

Gangguan yang dirasakan oleh penderita ini sangat beragam. Ada yang berjalan 15-25 menit saja tidak tahan. Ada yang berjalan beberapa puluh meter saja tidak mampu karena kaki sudah terasa linu dan sakit.

Ny. Subirto. Surabaya.
Ibu ini menderita di bagian paha dan betis sudah 4 tahun. Hobinya memang jalan-jalan dan keluar kota. Mendengar rematik temannya membaik, ibu ini kemudian ikut perawatan PENNASIA. Alhamdulillah, dengan enam kali perawatan penderitaannya selama ini tidak ada lagi.
Namun demikian perawatan berkala tetap dilakukan untuk pencegahan, karena hobinya jalan-jalan tetap dilanjutkan.

Apa yang perlu dihindari agar tidak terkena kasus paha dan betis ini?
•    Hindari memaksa aktifitas kaki yang berlebihan. Bila terpaksa dilakukan, tambahkan food supplement yang alami untuk otot, berikan istirahat secukupnya setelah itu.
•    Hindari injak-injak kaki atau pijat yang bukan ahlinya, agar terhindar dari perubahan struktur yang alami, yang mengakibatkan terganggunya aliran cairan tubuh. Hal ini tidak baik untuk jangka panjang.
•    Jangan memaksa kaki yang kelelahan, meskipun dengan dalih kesehatan. Kecuali atas petunjuk ahli kesehatan.

Apa yang sebaiknya dilakukan bila terlanjur terkena sakit ini?
•    Anda perlu normalisasi PENNASIA untuk pemulihan yang alami.
•    Banyak aktifitas berjalan, berikan istirahat secukupnya. Bila ada, berikan food supplement yang alami.
•    Berikan masase ringan pada bagian itu, boleh disertai zat penghangat.
•    Hindari penanganan yang bukan ahlinya atau penggunaan obat yang berkepanjangan.

Sumber: Buku “Hindari Ketergantungan Obat”

This entry was posted in Sakit bagian kaki. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>