Pengobatan Depresi

Terapi Pengobatan Depresi

Menurut PENNASIA depresi merupakan kasus stress yang tidak mendapatkan solusi.
Hal ini akibat kurangnya informasi atau keilmuan seseorang penderita, ataupun tidak adanya konsultan/teman/saudara yang mensupport dan memberikan jalan keluar.

Dari sisi solusi terapi depresi di PENNASIA, dalam kondisi berfikir yang berlebihan ini bagian kepala penderita haruslah dilakukan terapi agar aliran darah dapat maksimal dan mencukupi kebutuhan otak. Bila tidak, depresi akan berlarut-larut dan tidak kunjung sembuh.

Seseorang yang mengalami stres perlu menyadari adanya gangguan sistem saraf yang terganggu, karena endapan asam laktat yang berlebih. Sehingga mengakibatkan pola berfikir yang berputar-putar. Hal ini segera dapat diatasi dengan terapi kepala di Pennasia agar sistem kelistrikan di kepala rapi kembali, dan gerakan elektron mengalir harmonis.

Depresi adalah penyakit yang mengerikan dengan gejala- gejala yang sangat tidak menyenangkan, seperti timbul perasaan hampa, tidak bergarga dan tidak bahagia; sukat tidur dan tidak suak makan; dan sering kali juga timbul pikiran untuk bunuh diri. Tidak mustahil penderita depresi yang akut banyak yang benar-benar melakukan bunuh diri.

Seperti yang sering dikatakan para dokter bahwa ada dua macam depresi, yaitu yang disebabkan dari luar (eksogen) dan yang disebabkan dari dalam (endogen). Penyebab dari luar misalnya kehilangan seseorang yang dikasihi, putus cinta, kehidupan keluarga yang tidak bahagia, gagal dalam menempuh ujian, kesulitan dalam keuangan, dan sebagainya. Pada kenyataannya, hal ini merupakan reaksi yang wajar dan sehat dalam diri seseorang yang hars menerima suatu pengalaman yang tidak menyenangkan. Orang yang masih dapat menikmati makan dengan enak dan tidur dengan nyenyak setelah mengetahui kematian istrinya yang tercinta, misalnya justru dianggap aneh.

Menurut para dokter, depresi endogen merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh sesuatu dari dalam tanpa ada penyebabnyata dari luar. Penyakit ini serupa dengan depresi yang diderita oleh pasien sakit jiwa yamg parah. Suatu saat penderita penyakit ini akan tenggelam dalam keputusasaan tetapi mendadak ia dapatberubah menjadi gembira luar biasa. Penyakit ini belum diketahui benar penyebabnya, tetapi diperkirakan sebagai akibat dari kesalahan dalam metabolisme otak dan dapat dikontrol dengan obat-obatan. Dimasa lalu penderita depresi begini sering dikurung selama hidupnya di dalam rumah sakit jiwa.

Depresi endogen ini menurut para dokter serupa dengan penyakit jiwa dimana kegembiraan dan keputusasaan datang silih berganti, kadang-kadang diselingi dengan masa dimana pasien benar-benar gila yang disebabkan oleh kesalahan dalam kimia otak. Oleh karena itu, beberapa terapi penyembuhan telah dicoba untuk mengatasi penderita depresi. Tenyata terapi dengan menggunakan kejutan listrik (electric shock) sering kali dapat menolong penderita.

Kemudian ditemukan obat-obat tertentu yang mempunyai efek penyembuhan. Pada depresi, seperti obat-obat untuk depresi, seprti obat-obat untuk TBC yang terbukti mempunyai efek sampinganmeningkatkan semangat pasien. Obat-obat semacam ini dapat mengubah perilaku enzim monoaminooksidase dan merupakan cara pengobatan yang lebih mudah. Untuk mengakhiri penderitaan depresi yang berkepanjangan, orang yang bersangkutan kemudian memang minum obat berupa tablet.

Pada perkembangan selanjutnya, obat-obat dari campuran bahan tricyclic dikembangkan dengan lebih sederhana untuk mengobati para pasien. Dan ternyata hasilnya memang efektif.

Semua obat tersebut mempunyai efek mengubah kimia otak sehingga timbul pernyataan: apakah depresi disebabkan oleh gangguan pada kimia otak, ataukah depresi itu sendiri yang menimbulkan gangguan pada kimia otak? Pertanyaan tersebut masih terus menjadi perdebatan para ahli, khususnya para skiater. Tetapi banyak psikiater yang beranggapan bahwa tidak ada perbedaan antara depresi eksogen dengan endogen. Perbedaannya hanya terletak pada kepribadian si pasien.

Pennasia lebih fokus tentang bagaimana menyembuhkan sakit ini, dan bukan mencari penyebab yang masih perlu diperdebatkan. Yang pasti, secara alami otak memerlukan bantuan suplai oksigen dalam berproses. Demikian juga saraf yang teretekan akibat penderitaan juga perlu glukosa untuk sebagai makanan dengan jumlah yang cukup. Aliran darah yang maksimal akan menyediakan kebutuhan pada bagian tersebut.

Ada orang yang mempunyai kepribadian yang kuat dan ada pula yang mempunyai kepribadian yang lemah, sehingga mudah terpengaruh.  Dengan perkataan lain ada orang yang tetap dingindan biasa-biasa saja meskipun sedang mengalami cobaan hidup yang berat. Namun ada juga orang yang harus menderita depresi yang parah meskipun hanya mengalami persoalan kecil dalam hidupnya.

Wanita lebih mudah terserang depresi daripada pria karena berhubumgan erat dengan status hormonnya. Pada masa haid ketika keseimbangan progesteron dan estrogen berubah, mereka sering mengalami depresi, demikian oula setelah mereka melahirkan, dan juga pada masa menepouse (meskipun depresi pada masa ini banyak dipengaruhi oleh faktor usia). Depresi semacam ini kadang dapat ditolong dengan memperbaiki keseimbangan hormon.

Dewasa ini depresi dapat ditolong dengan berbagai macam obat yang tersedia, sayangnya, kadang kala penderita tidak mau meminta pertolongan dokter. Dan persoalannya kemudian memang kembali kepada masing-masing pribadi untuk menyadari apa yang terjadi pada dirinya dan kemudian mereka coba mencari pengobatan seara medis atau melalui bantuan psikiater.

Sumber: Pennasia
www.SembuhAlami.com

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *