Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Apa Penyebab Penyakit Jantung Koroner?

Menurut penelitian, penyakit jantung koroner (PJK) dimulai ketika beberapa faktor tertentu mulai merusak lapisan dalam dinding arteri koroner.
Penyebab jantung koroner ini meliputi:
– kebiasaan merokok
– Tingginya kadar lemak dan kolesterol tertentu dalam darah
– Tekanan darah tinggi
– Tingginya kadar gula dalam darah akibat resistensi insulin atau diabetes
– Terjadinya peradangan pembuluh darah

Plak kalsifikasi mungkin mulai menyumbat di arteri yang rusak, sedangkan penumpukan plak di arteri koroner bisa dimulai sejak usia muda.

Seiring berjalannya waktu, plak dapat mengeras atau pecah (membuka). Plak mengeras dan menyumbat arteri koroner serta mengurangi aliran darah bersih ke jantung. Hal ini dapat menyebabkan angina (nyeri dada atau ketidaknyamanan).

Menyembuhkan sakit jantung koroner Bp. Budi 08123.115.493
Mantan penderita jantung koroner lain yang telah sembuh dan bersedia dihubungi pembaca adalah Bp.Mustari. Hp.081.249.353.235

Jika plak pecah, fragmen sel darah yang disebut platelet menempel ke lokasi cedera. Sel ini mengumpul mungkin untuk membentuk bekuan darah.

Gumpalan darah dapat lebih mempersempit arteri koroner dan memperburuk angina. Jika bekuan menjadi cukup besar, sebagian besar atau seluruhnya dapat memblokir arteri koroner dan menyebabkan serangan jantung.

Siapa Beresiko Penyakit Jantung Koroner?

Di Amerika Serikat, penyakit jantung koroner (PJK) menjadi penyebab nomor satu meninggalnya pria dan wanita. Setiap tahun, hampir 400.000 orang Amerika meninggal karena PJK.

Karakteristik tertentu, kondisi, atau kebiasaan dapat meningkatkan risiko untuk PJK. Makin banyak faktor risiko yang Anda miliki, semakin besar kemungkinan Anda untuk terkena penyakit.
Anda dapat mengontrol banyak faktor risiko, yang dapat membantu mencegah atau menunda PJK.

Faktor Resiko utama:

  • Kadar kolesterol darah tidak sehat. Bila LDL tinggi (kadang-kadang disebut kolesterol “buruk”) dan kolesterol HDL rendah (kadang HDLdisebut kolesterol “baik”).
  • Darah tinggi. Tekanan darah dianggap tinggi jika di atas 140/90. Jika Anda menderita diabetes atau penyakit ginjal kronis, tekanan darah tinggi didefinisikan sebagai 130/80 mmHg atau lebih tinggi.
  • Merokok. Selain mengganggu dan menyakiti orang lain, merokok dapat merusak dan mengeraskan pembuluh darah Anda, menyebabkan kadar kolesterol tidak sehat, dan meningkatkan tekanan darah. Merokok juga dapat mengurangi jumlah oksigen untukmencapai jaringan tubuh.
  • Resistensi insulin. Kondisi ini terjadi jika tubuh tidak dapat menggunakan insulin sendiri. Insulin adalah hormon yang membantu memindahkan gula darah ke dalam sel yang digunakan untuk sumber energi. Resistensi insulin dapat menyebabkan diabetes.
  • Sakit Kencing Manis. Dengan penyakit ini, jumlah kadar gula darah tubuh terlalu tinggi karena tubuh tidak mampu membuat cukup insulin atau tidak menggunakan insulin dengan benar.
  • Kegemukan atau obesitas. Sebutan “obesitas” dan “overweight” mengacu pada berat badan yang lebih besar dari apa yang dianggap sehat untuk ketinggian tertentu.
  • Sindrom metabolik. Adalah istilah untuk sejumlah faktor risiko yang meningkatkan risiko untuk PJK dan kasus kesehatan lainnya, seperti diabetes dan stroke.
  • Kurangnya aktivitas fisik.
    Dapat menaikkan faktor risiko untuk penyakit jantung koroner, seperti tingginya kolesterol darah, tekanan darah tinggi, diabetes, dan kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Pola makan yang tidak sehat. Pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko untuk PJK. Makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, kolesterol, sodium (garam), dan gula dapat memperburuk faktor risiko lain untuk penyakit jantung koroner.
  • Usia yang lebih tua. Faktor genetik atau gaya hidup mengakibatkan plak menumpuk di arteri Anda karena faktor usia Anda. Pada saat Anda setengah baya atau lebih tua, plak telah cukup banyak dan menyebabkan tanda-tanda atau gejala gangguan jantung. Lakukan perawatan preventif di Pennasia.
    Umumnya, pada pria, risiko PJK meningkat setelah usia 45. Pada wanita, risiko meningkat PJK setelah usia 55. Namun akhir-akhir ini serangan terjadi pada usia yang lebih dini.
  • Riwayat keluarga. Risiko Anda meningkat jika ayah atau saudara didiagnosis dengan CHD (congenital heart disease/penyakit jantung bawaan) sebelum usia 55 tahun, atau jika ibu atau saudara perempuan didiagnosis dengan CHD sebelum usia 65 tahun.

Meskipun usia yang lebih tua dan riwayat keluarga merupakan faktor risiko, itu tidak berarti bahwa Anda akan mengembangkan penyakit jantung koroner jika Anda memiliki salah satu atau kedua. Mengendalikan faktor risiko, sering dapat mengurangi pengaruh genetik dan membantu mencegah penyakit jantung koroner, bahkan pada orang dewasa yang lebih tua.

Sumber: Pennasia
www.SembuhAlami.com

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *