<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sembuh Alami &#187; Testimoni</title>
	<atom:link href="http://www.sembuhalami.com/category/testimoni/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sembuhalami.com</link>
	<description>Hindari Ketergantungan Obat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 04:10:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Testimoni Kesembuhan Sakit Kepala dan Migrain</title>
		<link>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-sakit-kepala-dan-migrain.html</link>
		<comments>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-sakit-kepala-dan-migrain.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 10:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembuhalami.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Testimoni sakit kepala, migrain, vertigo, darah rendah, darah tinggi, gegar otak, stroke, insomnia dll PENNASIA MENYEMBUHKAN SAKIT KEPALA www.youtube.com/watch?v=R_k1XOmkjSc Djoko. PNS Surabaya. &#8220;Saya sudah mencoba berbagai pengobatan alternatif, agar sakit kepala yang muncul tiap bangun tidur dapat hilang. Namun setiap kali mencoba, sakitnya tetap saja datang&#8221; &#8220;Menurut Penasia, terdeteksi adanya pengerasan di bagian occipitalis, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Testimoni sakit kepala, migrain, vertigo, darah rendah, darah tinggi, gegar otak, stroke, insomnia dll</p>
<p><strong>PENNASIA MENYEMBUHKAN SAKIT KEPALA</strong><br />
<span class="youtube">
<object width="425" height="355">
<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/R_k1XOmkjSc&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" />
<param name="allowFullScreen" value="true" />
<embed wmode="transparent" src="http://www.youtube.com/v/R_k1XOmkjSc&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed>
<param name="wmode" value="transparent" />
</object>
</span><p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=R_k1XOmkjSc">www.youtube.com/watch?v=R_k1XOmkjSc</a></p></p>
<p><em><strong>Djoko. PNS Surabaya.</strong></em></p>
<p>&#8220;Saya sudah mencoba berbagai pengobatan alternatif, agar sakit kepala yang muncul tiap bangun tidur dapat hilang. Namun setiap kali mencoba, sakitnya tetap saja datang&#8221;</p>
<p>&#8220;Menurut Penasia, terdeteksi adanya pengerasan di bagian occipitalis, yang mengakibatkan gangguan aliran ke berbagai arah di kepala. Saya sembuh dengan dua kali terapi&#8221;<span id="more-12"></span></p>
<p>Beberapa lokasi pada pasien tersebut sebenarnya juga mengalami penyumbatan, hanya saja gangguan itu bisa dikatakan tidak seberapa. Dari keseluruhan penderitaan yang dirasakan, sumber yang sangat berperanan adalah bagian belakang kepala.</p>
<p>Mayoritas pasien, termasuk penderita di atas menunjukkan adanya gangguan pada bagian belakang kepala dan beberapa di bagian samping.</p>
<p>Normalisasi untuk kesembuhan sakit kepala ini hanya beberapa kali, tergantung tingkat keparahan. Biasanya dengan 2-3 kali akan sudah dianggap sembuh oleh pasien. Meskipun bagi PENNASIA 1-2 kali terapi diperkirakan baru mendapatkan hasil sekitar 60-70 persen perbaikan.</p>
<p><strong>TESTIMONI KESEMBUHAN MIGRAIN</strong><br />
<em><strong>Ny. Priyo Hutomo. Surabaya. </strong></em></p>
<p>&#8220;Saya sering menderita sakit kepala jenis migrain, setiap kali pengobatan sakit migrain selalu mendapatkan dua jenis obat&#8221;</p>
<p>“Apabila dengan obat ini masih terasa sakit, silakan minum obat yang satunya” kata dokter. Dan memang selalu obat yang ke dua yang sanggup mengatasinya.</p>
<p>Tentu saja ibu ini tahu, bahwa dia tidak sembuh secara alami, dan mengalami ketergantungan obat sakit kepala dengan dosis yang cukup tinggi. Setelah mengalami dan merasakan cukup lama, selanjutnya dia ingin terbebas dari ketergantungan obat.</p>
<p>Dari wawancara dan sinyal tubuh diketahui bahwa sakit migrainnya terletak pada kepala bagian kiri. Struktur otot bahu dan leher kiri yang mengalami gangguan, berperanan atas terjadinya sakit migrain tersebut.</p>
<p>Ketegangan saraf diatur kembali, sumbatan-sumbatan penyebab sakit kepala dilarutkan dan dihilangkan. Dengan normalisasi 4 kali, sakit migrainnya dapat disembuhkan, ketergantungan obat telah diatasi. Dada yang sering berdebarpun tak lagi mengganggu.</p>
<p><em><strong>Emmy. Surabaya. </strong></em><br />
Karena lama dan parahnya, dari wajahnya terpancar kesedihan dan penderitaannya, sebab harus tergantung pada obat dan sering merasakan sakit yang tak kunjung sembuh.<br />
Dari beberapa penyakit yang dideritanya, sakit migrain nya yang paling dirasa menyiksa. Sehingga prioritas utama yang perlu diatasi adalah kasus migrain ini. Setelah menjalani normalisasi sebanyak tiga kali, barulah sakit migrain nya tidak datang lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-sakit-kepala-dan-migrain.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Testimoni Kesembuhan Tekanan Darah Tinggi</title>
		<link>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-tekanan-darah-tinggi.html</link>
		<comments>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-tekanan-darah-tinggi.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 03:37:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembuhalami.com/?p=850</guid>
		<description><![CDATA[TESTIMONI KESEMBUHAN TEKANAN DARAH TINGGI Suparto. Surabaya. &#8220;Saya tadi habis marah-marah ke petugas kesehatan yang memeriksa tekanan darah saya&#8221; &#8220;Lho, kenapa pak?&#8221; tanya saya. &#8220;Habis, saya sudah bilang bahwa kalau untuk tidur, kepala saya pusing berat. Eee&#8230; dia maksa saya untuk tiduran waktu ditensi&#8221; &#8220;Terus?&#8221; &#8220;Ya saya nurut. Tetapi rasanya makin berat dan mau pingsan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TESTIMONI KESEMBUHAN </strong><strong>TEKANAN DARAH TINGGI</strong><br />
<em><strong>Suparto. Surabaya. </strong></em></p>
<p>&#8220;Saya tadi habis marah-marah ke petugas kesehatan yang memeriksa tekanan darah saya&#8221;</p>
<p>&#8220;Lho, kenapa pak?&#8221; tanya saya.</p>
<p>&#8220;Habis, saya sudah bilang bahwa kalau untuk tidur, kepala saya pusing berat. Eee&#8230; dia maksa saya untuk tiduran waktu ditensi&#8221;</p>
<p>&#8220;Terus?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya saya nurut. Tetapi rasanya makin berat dan mau pingsan. Akhirnya saya bangun dan tak lepas sendiri. Terus saya kesini&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain ciri-ciri bahu dan leher terasa kaku, penderita ini mendapatkan reaksi   langsung bila makan sate kambing.  Hingga hobinya di bidang ini harus   ditinggalkan.<span id="more-850"></span></p>
<p>Dengan dua kali normalisasi, pensiunan BRI ini merasakan gangguan darah   tingginya mulai berangsur berkurang. Yang lebih memuaskan, sate kambing   kesukaannya dapat dinikmatinya kembali. Tentu saja porsi yang boleh   dikonsumsinya sebatas porsi normal dan tidak berlebihan.</p>
<p><em><strong>A. Widiastono. Surabaya.</strong></em></p>
<p>Setelah beberapa kali terapi Penasia, beliau langsung ke Puskesmas terdekat dan memeriksakan tekanan darah. Hasilnya, tekanan darah yang biasanya 160/90 menjadi 130/80.</p>
<p>Tidak yakin dengan hasilnya, dia langsung ke laboratorium terdekat dan minta di cek ulang. Hasilnya sama! Barulah dia puas dengan kedua hasil tersebut.</p>
<p>Beberapa kali terapi berikutnya, dia juga cek tekanan darah ke tempat yang berbeda.</p>
<p>&#8220;Bagus pak sekarang. Tensi saya selalu bagus&#8221; komentarnya.</p>
<p>Tekanan darah tinggi hasil terapinya bervariasi, dan tidak selalu sama untuk tiap orang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-tekanan-darah-tinggi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Testimoni Kesembuhan Tekanan Darah Rendah</title>
		<link>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-tekanan-darah-rendah.html</link>
		<comments>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-tekanan-darah-rendah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 03:11:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembuhalami.com/?p=843</guid>
		<description><![CDATA[TESTIMONI KESEMBUHAN TEKANAN DARAH RENDAH M. Teguh S. Jember, Jatim. Mahasiswa ITS jurusan elektro ini mengeluhkan sakit darah rendahnya. “Setiap kali lembur hingga lewat pukul 01.00, pagi harinya, pertama kali membuka mata, saya pasti tidak bisa bangun. Menggerakkan kepala pun sulit. Sekeliling kamar serasa berputar” jelasnya. Ketika ditanyakan kepastian kejadian yang dialaminya, satu-satunya lelaki dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TESTIMONI KES</strong><strong>EMBUHAN </strong><strong>TEKANAN DARAH RENDAH</strong><br />
<em><strong>M. Teguh S. Jember, Jatim. </strong></em></p>
<p>Mahasiswa ITS jurusan elektro ini mengeluhkan sakit darah rendahnya.  “Setiap kali lembur hingga lewat pukul 01.00, pagi harinya, pertama kali  membuka mata, saya pasti tidak bisa bangun. Menggerakkan kepala pun  sulit. Sekeliling kamar serasa berputar” jelasnya.</p>
<p>Ketika ditanyakan kepastian kejadian yang dialaminya, satu-satunya  lelaki dari empat bersaudara ini mempertegas ”itu pasti terjadi”.  Kondisi ini memang menyulitkan. Apalagi bagi mahasiswa semester akhir  yang sudah barang tentu perlu banyak lembur dalam menyelesaikan tugas  akhir.</p>
<p>Normalisasi pasien ini dilakukan pada saraf-saraf kepala, terutama pada  lokasi a. cerebri media (arteri otak tengah). Selang satu hari kemudian  tes dilakukan. Mahasiswa ini tidur setelah pk. 01.30 dinihari.<span id="more-843"></span></p>
<p>Hasilnya,  begitu terbangun, kamar tak lagi berputar. Bukan hanya itu, langsung  duduk pun bisa.</p>
<p>&#8220;Wah.. Ini hebat. Terima kasih mas..&#8221; katanya.</p>
<p><em><strong>Eliana. Panarukan Jawa Timur. </strong></em><br />
Ibu muda ini menderita sakit tekanan darah rendah sudah bertahun-tahun  dan mengeluhkan penderitaannya setiap datang bulan. Rasa pusing di  kepala dan badan lemah. Jalan keluar yang dia tempuh biasanya dengan  pengobatan darah rendah dari dokter.</p>
<p>&#8220;Setiap bulan saya harus tiduran selama tiga hari kalau datang bulan&#8221; katanya.</p>
<p>Karena penderitaannya, waktunya banyak yang terbuang, dan biaya ekstra  tiap bulan ke dokter. Disamping itu efek samping dari obat-obatan penghilang rasa  sakit yang selalu diminumnya memang menjadi beban pikiran tersendiri.</p>
<p>Dari wawancara dan deteksi yang dilakukan, terdeteksi adanya beberapa  gangguan. Dimungkinkan pompa jantungnya kurang kuat. Namun gangguan  utama terjadi pada daerah leher, kepala belakang dan sekitar mata.</p>
<p>Hanya dengan tiga kali normalisasi, ibu ini sudah tidak merasakan pusing  seperti biasanya, sehingga obat yang telah dipersiapkan tidak jadi  diminum. Bahkan rasa lesu dan lemah pun mulai menghilang.</p>
<p><em><strong>Ny. Tari. Sidoarjo.</strong></em></p>
<p>&#8220;Saya sering pusing. Memang bawaan saya darah rendah kok&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Suatu saat saya ke PMI mau donor darah. Tetapi ketika ditensi, tekanan darah saya sangat rendah. Yang atas 70 dan bawahnya (diastole) tidak terdeteksi. Petugasnya takut dan saya dianjurkan langsung opname ke rumah sakit&#8221;</p>
<p>&#8220;Karena saya pernah alergi debu dan sembuh di Pennasia, jadi saya langsung ke sini saja&#8221; katanya, waktu kami tanya kenapa tidak opname.</p>
<p>Dengan tiga kali terapi tekanannya menjadi 110/70 sebagaimana biasanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-tekanan-darah-rendah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Testimoni Kesembuhan Vertigo</title>
		<link>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-vertigo.html</link>
		<comments>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-vertigo.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 02:50:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembuhalami.com/?p=839</guid>
		<description><![CDATA[TESTIMONI KESEMBUHAN VERTIGO www.youtube.com/watch?v=9BDYgKwhbjU Damiri. Kediri. &#8220;Saya mengalami sakit vertigo sudah bertahun-tahun. Pengobatan alternatif untuk mencapai kesembuhan pun sudah tidak kurang-kurang. Bahkan saya tempuh hingga luar pulau. Pernah kulit kepala ini terbakar dalam suatu upaya menempuh kesembuhan&#8221; &#8220;Pertama kali bertemu Penasia saya sempat ragu. Apakah mungkin sistem ini mampu mengatasi penderitaan. Rasa pesimis itu pun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TESTIMONI KESEMBUHAN </strong><strong>VERTIGO<br />
</strong><span class="youtube">
<object width="425" height="355">
<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/9BDYgKwhbjU&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" />
<param name="allowFullScreen" value="true" />
<embed wmode="transparent" src="http://www.youtube.com/v/9BDYgKwhbjU&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed>
<param name="wmode" value="transparent" />
</object>
</span><p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=9BDYgKwhbjU">www.youtube.com/watch?v=9BDYgKwhbjU</a></p></p>
<p><strong><em>Damiri. Kediri.</em></strong><br />
&#8220;Saya mengalami sakit vertigo sudah bertahun-tahun.  Pengobatan alternatif untuk mencapai kesembuhan pun sudah tidak  kurang-kurang. Bahkan saya tempuh hingga luar pulau. Pernah kulit kepala ini  terbakar dalam suatu upaya menempuh kesembuhan&#8221;<span id="more-839"></span></p>
<p>&#8220;Pertama kali bertemu Penasia saya sempat ragu. Apakah mungkin sistem  ini mampu mengatasi penderitaan. Rasa pesimis itu pun masih terbawa  ketika keluar dari ruang normalisasi, sebelum sayamenulis data diri&#8221;</p>
<p>&#8220;Keraguan mulai menghilang ketika mendapati kenyataan, bahwa saya tidak lagi mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis. Padahal  sehari-hari saya tidak mampu menulis dan membaca lebih dari lima  menit. Saya sembuh dengan tiga kali terapi&#8221;</p>
<p>Dalam kunjungan nya yang lain sakit asma nya  turut membaik.<br />
Gangguan yang dialaminya terletak pada bagian bawah telinga, bagian  samping-atas kepala dan terutama saraf dan jalan darah bagian mata dan  sekitarnya.</p>
<p><em><strong>Boni. Sumatra. </strong></em></p>
<p>&#8220;Saya menderita beberapa kasus di bagian  kepala secara bersamaan. Deteksi beberapa dokter yang merawat menyatakan bahwa saya menderita vertigo, migrain, sinus maksilaris,  sinus frontalis dan darah tinggi. Kasus ini semuanya dalam katagori  berat&#8221;</p>
<p>&#8220;Kehidupan sehari-hari saya lalui dengan marah, suram dan murung. Bahkan  rekan-rekan sejawat sudah faham dan tak ada yang melarang, saat saya banyak tidur di kantor&#8221;</p>
<p>&#8220;Ketika konsultasi saya sudah merasa bahwa apa yang dikatakan PENNASIA  benar adanya. Sinyal atau tanda-tanda yang belum pernah diungkap para  ahli yang menanganinya dapat di jelaskan PENNASIA secara urut pada saat  itu&#8221;</p>
<p>&#8220;Menurut Penasia, saya banyak mengalami gangguan berupa penurunan elastisitas otot  wajah. Akibatnya lalu lintas aliran darah dan cairan pada wajah dan  kepala mengalami hambatan&#8221;</p>
<p>Otot bahu dan leher  banyak mengalami penurunan elastisitas, memperkuat gangguan dan tarikan  berbagai saraf dan jalan darah penting.</p>
<p>Pertama kali datang, wajahnya terlihat memerah, tegang dan menakutkan. Sangat berbeda dengan  foto wajahnya sebelum menderita panyakit komplikasi ini. Secara  keseluruhan, gangguan berat yang dialaminya memang setara dengan sumber  kasusnya.</p>
<p>Dengan hati-hati dan seksama, proses normalisasinya memakan waktu yang  terhitung lama bagi PENNASIA. Keseluruhan penyakit yang dideritanya  vertigo, migrain, sinus maksilaris, sinus frontalis dan darah tinggi  dapat disembuhkan dengan 7 (tujuh) kali normalisasi.</p>
<p>Pada kunjungan  terakhir dia mengatakan, bahwa selama tujuh tahun berada di Jawa Timur,  baru saat itulah dia merasakan hidup nikmat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-vertigo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Testimoni Kesembuhan Berbagai Alergi, Sariawan dan THT</title>
		<link>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-kasus-mulut-dan-tht.html</link>
		<comments>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-kasus-mulut-dan-tht.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 09:46:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembuhalami.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[PENNASIA MENYEMBUHAN ALERGI / GATAL www.youtube.com/watch?v=JqPFktichf0 PENYEMBUHAN ALERGI DEBU / PERNAPASAN Ny. Arifin. Surabaya. Dibandingkan dengan penderita yang lain, ibu ini lebih komplit alerginya. Dia menderita alergi gatal terutama saat terkena bedak jenis apa pun, atau membau parfum jenis apa pun. Tentu saja kondisi ini sangat merepotkan, karena sebagai seorang wanita dia sangat ingin memakai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PENNASIA MENYEMBUHAN ALERGI / GATAL</strong></p>
<p><span class="youtube">
<object width="425" height="355">
<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/JqPFktichf0&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" />
<param name="allowFullScreen" value="true" />
<embed wmode="transparent" src="http://www.youtube.com/v/JqPFktichf0&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed>
<param name="wmode" value="transparent" />
</object>
</span><p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=JqPFktichf0">www.youtube.com/watch?v=JqPFktichf0</a></p></p>
<p><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>ALERGI DEBU / PERNAPASAN</strong></p>
<p><em><strong>Ny. Arifin. Surabaya.</strong></em><br />
Dibandingkan dengan penderita yang lain, ibu ini lebih komplit alerginya. Dia menderita alergi gatal terutama saat terkena bedak jenis apa pun, atau membau parfum jenis apa pun. Tentu saja kondisi ini sangat merepotkan, karena sebagai seorang wanita dia sangat ingin memakai bahan-bahan tersebut.<br />
Kasus ini sembuh dengan tiga kali perawatan Penasia. Gangguan saraf yang ditemukan pada saraf hidung, juga pada rusuk kanan bagian ke tiga dan ke empat.<span id="more-11"></span></p>
<p><span class="youtube">
<object width="425" height="355">
<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/4aTeXx2rPe8&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" />
<param name="allowFullScreen" value="true" />
<embed wmode="transparent" src="http://www.youtube.com/v/4aTeXx2rPe8&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed>
<param name="wmode" value="transparent" />
</object>
</span><p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=4aTeXx2rPe8">www.youtube.com/watch?v=4aTeXx2rPe8</a></p><br />
<em><strong>Heru. Surabaya.</strong></em><br />
Bartender ini mengalami alergi udara / bersin cukup lama. Tiap pagi selalu bersin berkepanjangan, sehingga merasa rikuh/sungkan kepada para tetangga.<br />
Sebelum disembuhkan Pennasia, pengobatan alergi merupakan solusinya untuk meringankan penderitaan. Demikian juga saat berangkat ke hotel tempatnya bekerja, obat-obatan selalu dibawanya.<br />
Pemuda ini sembuh dari alerginya setelah menjalani terapi normalisasi sebanyak empat kali pada bagian hidungnya. Saraf di bagian hidung nya tidak lagi over sensitif. Kini dia tak lagi memerlukan obat setiap hari.<br />
Baik jenis alergi debu atau batuk yang tak kunjung sembuh, keduanya sangat berpotensi menjadi asma. Ada yang mengibaratkan bahwa alergi dengan asma hanya terpisah setipis kain. Lebih jelasnya, bila si penderita tidak segera disembuhkan, sangat riskan untuk menderita asma.</p>
<p><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>SARIAWAN</strong><br />
<strong><em>Agus. Sidoarjo.</em></strong><br />
Bermula dari diskusi dengan istilah ‘panas dalam’ yang dideritanya, karena sering mengalami sariawan, sedangkan PENNASIA mengatakan bahwa kasus itu adalah kasus lokal bagian mulut.<br />
Diskusi ini berakhir dengan pembuktian normalisasi bagian mulut, tanpa menyentuh bagian perut. Meski hanya sekali terapi, bapak ini mengaku kondisinya sudah membaik.</p>
<p><em><strong>Jimmy. Surabaya.</strong></em><br />
Hampir tiap minggu menderita sariawan cukup banyak. Semula ragu apakah sariawan nya bisa sembuh, karena menjalani pengobatan sariawan sudah bertahun-tahun, tetapi tetap menderita dan berbagai macam obat serta jamu telah dicobanya. Sakit sariawan nya sembuh setelah kami terapi sebanyak empat kali.</p>
<p><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>BATUK KRONIS</strong><br />
<em><strong>Suprapti. Surabaya.</strong></em><br />
Ibu ini, dan banyak penderita batuk kronis sudah bosan dengan pengobatan batuk nya selama ini. Mereka yang mempunyai tingkat pengetahuan menengah, mayoritas mengkhawatirkan efek samping obat-obatan yang terlalu banyak.<br />
Pasien ada yang ketika ke PENNASIA sudah sakit selama 2 minggu, 1 tahun, 2 tahun, 12 tahun, bahkan ada yang batuknya ketika masih jaman perang dengan belanda. Ada pasien anak-anak, orang dewasa, orang awam, apoteker dan dokter.<br />
Normalisasi yang dilakukan, mulai bagian leher,  dada, rusuk pertama hingga ke tiga atau ke enam. Secara umum normalisasi batuk kronis ini hanya memerlukan frekuensi sekitar 3-6 kali terapi normalisasi.<br />
<strong><br />
</strong><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>RADANG TENGGOROKAN</strong><br />
<em><strong>Prof. Dr. H. Muhsin SH. Surabaya.</strong></em><br />
Dosen ini menderita radang tenggorokan sudah cukup lama. Beliau sangat menderita setiap kali minum es atau makan buah dari kulkas. Tenggorokannya serasa panas dan sakit untuk menelan.<br />
Dokter yang memberikan pengobatan radang tenggorokan mengatakan “penderita radang tenggorokan memang harus menghindari es dan buah dingin selamanya”<br />
“Saya ke dokter tidak mencari jawaban seperti itu. Saya ke dokter mencari solusi agar sembuh dan bisa makan minum seperti orang lain” demikian keluhnya.<br />
Alhamdulillah, setelah 3 kali normalisasi pada bagian tenggorokannya, radangnya sembuh. Hari-hari berikutnya beliau tidak lagi menderita ketika minum es atau makan buah dingin.<br />
<em><strong>Maya. Surabaya.</strong></em><br />
Ketika datang ke PENNASIA kedua orang tua yang mengantar nya terlihat sangat sedih dan gugup. Bagaimana tidak, mahasiswi ini sudah sejak kecil, dan beberapa bulan terakhir ini menderita sakit radang tenggorokan. Pengobatan radang tenggorokan yang diberikan profesor ahli THT tidak menjadikan sakitnya membaik.<br />
Tenggorokan nya terasa panas dan sakit. Bila untuk menelan, sakitnya menjalar sampai ke telinga. Bukan itu saja, kulit di sekitar dada dan lehernya sakit bila disentuh.<br />
Dokter THT terakhir yang dikunjungi sangat low profile. Mendengar keluhan dan riwayat yang berkepanjangan, dokter senior ini berpikir “akhirnya, toh saya akan memberikan obat yang diberikan professor itu juga. Ini bukan kapasitas saya. Ini harus dibawa ke PENNASIA”. Dengan sangat yakin, beliau berkata “Ini sebaiknya dibawa ke PENNASIA malam ini juga. Ini alamatnya, silakan dicatat”<br />
Ketika kami rawat, ternyata mahasiswi ini bukan hanya radang pada tenggorokannya. Pembuluh darah a.carotis, v.jugularis dan otot sternocleidomastoid nya juga mengalami peradangan. Kami bisa memaklumi, mengapa obat-obatan yang demikian banyak tidak mampu mengatasinya.<br />
Normalisasi pertama dan kedua sudah menunujukkan kemajuan yang menggembirakan. Rasa panas menghilang, untuk menelan juga sudah tidak sakit. Telinga yang sakitpun sudah tidak terasa lagi. Perawatan berikutnya hanya untuk penyempurnaan saja.<br />
<em><strong>Rahmat. Surabaya.</strong></em><br />
Mengalami gangguan radang tenggorokan sudah bertahun-tahun. Tenggorokan nya juga panas dan sakit untuk menelan. Apalagi kalau terkena asap rokok. Beberapa bulan terakhir harus selalu minum obat, bahkan minimal seminggu sekali harus mengunjungi dokter.<br />
Ketika mendapatkan perawatan PENNASIA sakitnya berangsur sembuh. Pantanganpun tidak merepotkan lagi. Normalisasi radang tenggorokan 3-4 kali terapi.</p>
<p><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>AMANDEL</strong><br />
<em><strong>Bunga Agusti. Surabaya.</strong></em><br />
Anak ini menderita sakit amandel. Menurut sang ibu sejalan dengan kesehatannya yang  menurun, nilai raport nya kurang memuaskan. Kegiatan sehari-hari sedikit banyak menunjukkan adanya perubahan. Si anak kadang terlihat lesu dan malas-malasan.<br />
Pada pemeriksaan awal didapatkan pembengkakan pada kelenjar amandel. Bagian kanan relatif lebih besar, meskipun keduanya menunjukkan adanya pembesaran. Otot leher di sekitar nya menunjukkan adanya kelainan dari kondisi normal.<br />
Normalisasi dilakukan agar proses keluar masuknya aliran anti bodi dan zat-zat penyembuh menjadi lancar. Bakteri pengganggu dapat dibunuh dan dikeluarkan. Pembengkakan dapat dikurangi, kotoran yang berada di dalam kelenjar dapat dibuang dan diganti dengat zat-zat yang diperlukan. Struktur otot diatur kembali agar proses di atas berjalan lancar.<br />
Setelah proses normalisasi dan kondisi sakit amandel nya diatasi, kesehatan anak ini membaik demikian pula nilai rapor nya. Hal ini karena dengan kesehatan yang baik, proses belajar tidak terganggu oleh sakitnya.</p>
<p><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>SAKIT GIGI</strong><br />
<em><strong>Tatik. Surabaya.</strong></em><br />
Staf BKKBN ini sering sakit gigi. Saat mengantar putranya untuk perawatan asma dan mulai membaik, ibu ini bercerita tentang pengobatan sakit giginya.<br />
Ketika ditanya ‘apakah ingin dirawat sekalian?’<br />
Jawabnya ‘lho, PENNASIA bisa juga menyembuhkan sakit gigi? Saya sudah habis dua resep dokter tapi masih sakit’. Ibu ini heran ketika dirawat selama sepuluh menit rasa sakitnya sudah menghilang. Perawatan yang kedua dan ke tiga merupakan penyempunaan agar sakitnya tidak kambuh lagi.<br />
Pengobatan sakit gigi bila tidak efektif lagi, sangat tepat bila disembuhkan oleh sistem Pennasia.<br />
<em><strong>Rahmania. Surabaya.</strong></em><br />
Gusinya sering berdarah. Pagi hari saat harus gosok gigi, ibu ini sudah hafal bahwa nanti akan ada pendarahan di giginya. Hal ini sudah berjalan bertahun-tahun. Pengobatan dan gizi tidak diragukan lagi karena sering ke dokter spesialis. Namun tetap saja hal itu sering terjadi di pagi hari.<br />
Dengan  tiga kali normalisasi, kasus ini sudah dapat disembuhkan. Kasusnya hanya kepadatan gusinya selama ini terlalu lemah dan density nya tidak merata. Juga ujung pembuluh darahnya mudah terluka. Normalisasinya dengan alat SIPUT yang mempunyai empat fungsi dan VASSI yang mempunyai empat fungsi juga. Perawatan dilakukan pada sepanjang gusi, dan arteri bagian mandibula dan leher.</p>
<p><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>RADANG KELENJAR LUDAH</strong><br />
<em><strong>Indratno. Surabaya.</strong></em><br />
Saat makan misalnya, si anak tahu-tahu meninggalkan meja menuju kamar kecil untuk meludah. Kejadian yang berlangsung berulang kali ini akan menurunkan selera makan yang lain. Atau saat pelajaran sekolah, kebiasaan ini akan menjadikan si anak ketinggalan pelajaran dan mengganggu proses balajar mengajar.<br />
Siswa ini, dan mayoritas penderita kelenjar ludah, semula hanya mengeluhkan sakit amandel atau sakit yang lain. Saat proses normalisasi barulah terdeteksi adanya gangguan pada kelenjar ini. Sayangnya radang kelenjar ludah ini tidak banyak yang memahami dan hanya dianggap kebiasaan tidak baik bagi yang sering meludah.<br />
Anak-anak yang menderita sakit ini tidak jarang harus menerima nasehat atau kemarahan orang tuanya, karena sering meludah tanpa mengenal tempat dan waktu. Jangan terburu-buru menyalahkan penderita karena sering meludah. Sebaiknya berilah nasehat secara baik-baik, atau carikan jalan keluar penyembuhannya.</p>
<p><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>RADANG PITA SUARA</strong><br />
<em><strong>Ny. Baroto. Jakarta.</strong></em><br />
Istri pejabat ini mengalami radang pita suara dan merasakan sakit bila berbicara. Suaranya nyaris tak terdengar. Bila dipaksakan, rasa sakit akan semakin terasa. Obat yang diminumnya kebetulan tidak cocok dan mengakibatkan alergi dan gatal-gatal. Normalisasi ibu ini hanya memerlukan tiga kali terapi. Suaranya sudah normal kembali dan tidak lagi merasa sakit ketika berbicara.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-kasus-mulut-dan-tht.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Testimoni Kesembuhan Berbagai Penyakit Dalam</title>
		<link>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-penyakit-dalam.html</link>
		<comments>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-penyakit-dalam.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Sep 2011 09:34:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembuhalami.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[MENYEMBUHKAN SAKIT KOMPLIKASI www.youtube.com/watch?v=tiYJdQ7zalY MENYEMBUHKAN SAKIT JANTUNG www.youtube.com/watch?v=i8ZJm6KR0Zc MENYEMBUHKAN SAKIT ASMA www.youtube.com/watch?v=zmnOEWNR4B8 Ninis. Ponorogo Jatim. Mahasiswa Unair ini telah menderita asma selama tujuh tahun. Pergaulannya serasa terganggu akibat rasa rendah diri karena sakit sesak napas. Terutama apabila harus berbicara dengan lawan jenis. Timbul kekhawatiran jangan-jangan nanti dijauhi teman-temannya. Kekhawatiran seperti ini tidak sepenuhnya salah, sebab [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>KOMPLIKASI<br />
</strong><span class="youtube">
<object width="425" height="355">
<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/tiYJdQ7zalY&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" />
<param name="allowFullScreen" value="true" />
<embed wmode="transparent" src="http://www.youtube.com/v/tiYJdQ7zalY&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed>
<param name="wmode" value="transparent" />
</object>
</span><p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=tiYJdQ7zalY">www.youtube.com/watch?v=tiYJdQ7zalY</a></p><strong></strong></p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>JANTUNG</strong></p>
<p><span class="youtube">
<object width="425" height="355">
<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/i8ZJm6KR0Zc&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" />
<param name="allowFullScreen" value="true" />
<embed wmode="transparent" src="http://www.youtube.com/v/i8ZJm6KR0Zc&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed>
<param name="wmode" value="transparent" />
</object>
</span><p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=i8ZJm6KR0Zc">www.youtube.com/watch?v=i8ZJm6KR0Zc</a></p></p>
<p><span id="more-10"></span></p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>ASMA</strong></p>
<p><span class="youtube">
<object width="425" height="355">
<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/zmnOEWNR4B8&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" />
<param name="allowFullScreen" value="true" />
<embed wmode="transparent" src="http://www.youtube.com/v/zmnOEWNR4B8&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed>
<param name="wmode" value="transparent" />
</object>
</span><p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=zmnOEWNR4B8">www.youtube.com/watch?v=zmnOEWNR4B8</a></p></p>
<p><strong><em>Ninis. Ponorogo Jatim. </em></strong><br />
Mahasiswa Unair ini telah menderita asma selama tujuh tahun. Pergaulannya serasa terganggu akibat rasa rendah diri karena sakit sesak napas. Terutama apabila harus berbicara dengan lawan jenis. Timbul kekhawatiran jangan-jangan nanti dijauhi teman-temannya. Kekhawatiran seperti ini tidak sepenuhnya salah, sebab sebagian masyarakat memang masih menganggap penyakit asma ini dapat menular dan tidak dapat disembuhkan.<br />
Pemuda ini menunjukkan gangguan kuat pada diafragma perut dan penurunan elastisitas otot punggungnya. Meski pun cukup rumit, namun setelah tujuh kali perawatan, penyakit asma ini dapat disembuhkan.<br />
Pasien ini sebelumnya harus menjalani pengobatan asma dan menghabiskan 50 (lima puluh) butir obat setiap minggu ini, kini dapat tidur dengan nyenyak dan tak memerlukan pil lagi. Kalau sebelumnya dia harus menelan pil, agar tidak kambuh saat menghadap atasan, kini dia dapat berbicara dengan tenang.<br />
<em><strong>Istyanti. Sidoarjo.</strong></em><br />
Ibu muda ini datang ke PENNASIA dalam keadaan pucat dan terengah-engah. Sakit asmanya muncul secara tiba-tiba dan kondisinya cukup berat. Gangguan terdeteksi pada otot dada dan penurunan elastisitas otot punggungnya. Setelah ditangani kondisinya langsung membaik.<br />
Kehadiran berikutnya hanya merupakan penyempurnaan dari kasus tersebut. Untuk mencapai kondisi yang cukup baik, normalisasi yang diperlukan ibu ini kurang lebih sebanyak 4 kali.</p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>JANTUNG</strong></p>
<p><span class="youtube">
<object width="425" height="355">
<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/7IjEZYCN9aw&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" />
<param name="allowFullScreen" value="true" />
<embed wmode="transparent" src="http://www.youtube.com/v/7IjEZYCN9aw&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed>
<param name="wmode" value="transparent" />
</object>
</span><p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=7IjEZYCN9aw">www.youtube.com/watch?v=7IjEZYCN9aw</a></p></p>
<p><strong><em>Riyadi. Jember.</em></strong><br />
Bapak ini merasakan mudah terkejut pada berita-berita yang sebenarnya biasa saja bagi orang lain. Juga dadanya selalu berdebar setiap kali bangun tidur. Keluhan serupa banyak disampaikan oleh penderita lain. Gangguan saraf dan penyumbatan jalan darah pedagang elektronik ini terdapat pada daerah sekitar uluhati dan rusuk kiri, ke lima dari atas.<br />
Sakit jantung, normalisasi pada bagian dadanya menggunakan alat SIPUT bagian HEAD, HOOK maupun TAIL. Dibantu alat BASA, CAKRA  bagian TORSI, ARCO maupun ARFA. Sedangkan bagian punggungnya menggunakan alat CITRA dan dibantu dengan alat BASEM.<br />
Setelah mendapatkan normalisasi PENNASIA, ketika kembali ke Jember mendapat berita kecelakaan. Saudaranya merasa heran karena bapak ini tidak menunjukkan keterkejutan lagi.<br />
<strong><em>Sumarsono. Surabaya. </em></strong><br />
Merasakan dadanya mudah berdebar-debar ketika mendengar truk / tronton lewat di dekat kantornya. Pegawai yang bekerja di Tanjung Perak ini merasa kesulitan dengan kondisi nya. Apalagi memang kantornya berdekatan dengan lalulintas kendaraan besar.<br />
Dokter menyatakan bahwa dia memang menderita dan memberikan pengobatan sakit jantung. Tanpa setahu dokter nya, dia juga menjalani  normalisasi PENNASIA. Setelah terapi normalisasi sebanyak dua kali, dokter menyatakan jantungnya sudah baik. Tetapi pasien ini masih merasakan jantungnya berdebar ketika ada truk lewat samping kantornya.<br />
Setelah mendapat normalisasi lanjutan sebanyak tiga kali, dia tidak lagi merasakan gangguan pada dadanya. Meskipun ada truk yang melewati sebelah kantornya. Pennasia memang sangat efektif menyembuhkan sakit jantung.</p>
<p><span class="youtube">
<object width="425" height="355">
<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/rq98wMhFy5g&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" />
<param name="allowFullScreen" value="true" />
<embed wmode="transparent" src="http://www.youtube.com/v/rq98wMhFy5g&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed>
<param name="wmode" value="transparent" />
</object>
</span><p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=rq98wMhFy5g">www.youtube.com/watch?v=rq98wMhFy5g</a></p><br />
<em><strong>Budi. Surabaya.</strong></em><br />
Menderita sakit jantung dan menjalani opname selama beberapa hari. Setelah pulang, pasien ini menjalani pengobatan jantung namun berjalan pun masih tersengal-sengal, bahkan hanya untuk berjalan beberapa langkah saja. Ketika konsultasi dengan spesialis jantung yang selama ini merawatnya, pengusaha ini diberi alamat PENNASIA.<br />
Wiraswastawan ini berpikir praktis ‘kalau dokter jantung memberi alamat kepada saya untuk merawatkan jantung, pasti ini bagus’ katanya. Tanpa menggunakan obat sama sekali pasien ini membaik dengan tujuh kali normalisasi. Pada perawatan yang ke tiga, bapak ini sudah mengendarai sepeda motor dan tidak merasakan gangguan apapun.<br />
Dokter yang merawat pengusaha ini menyatakan kondisi jantungnya bagus, dan tidak tahu kalau obat nya sama sekali tidak diminum. Normalisasi Pennasia senantiasa berpihak pada apa yang dirasakan pasien dan bukan semata-mata melakukan penyembuhan, atas dasar pemeriksaan alat-alat medis saja.</p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>SAKIT MAAG</strong><br />
<strong><em>Eko. Surabaya. </em></strong><br />
Pertamakali datang menceritakan tiga kesulitan yang dialami. Bagian kaki, perut, dan mata. Normalisasi  memang tidak disarankan sekaligus. Sebaiknya dipilih menurut skala prioritas. Setelah kesulitan di bagian kakinya teratasi, alumnus ITS ini menceritakan sakit maag nya.<br />
Merasakan penderitaan di bagian perut, lelaki ini benar-benar tidak berani makan terlambat. Sakit maag nya kambuh begitu pantangan tersebut dilanggar. Akibatnya selain perut terasa sakit,wajah menjadi pucat, dan seluruh tubuh berkeringat. Membuat keluarganya khawatir.<br />
Sakit maag yang disebabkan luka permukaan lambung segera rawat. Saraf-saraf perut dan sekitarnya ditata secara rapi dan natural. Untuk mengetahui kebenaran teori dan keberhasilan normalisasi , esoknya dilakukan tes. Penderita dipersilakan untuk menunda makan siangnya. Selang satu minggu datang kembali dan mengabarkan, maag nya tidak sakit lagi walau makan sengaja diterlambatkan. Pada kasus lain matanya yang berair, kini juga sudah kembali normal.<br />
<em><strong>Syahdan Eff. Tapin Kalimantan Selatan. </strong></em><br />
Parahnya sakit maag yang dideritanya sampai mengakibatkan perut sakit ketika dia naik sepeda motor hanya sejauh satu kilometer. Konon segala pantangan dijalaninya untuk menghindarkan kambuhnya sakit ini.<br />
Selang satu hari setelah normalisasi PENNASIA, bapak ini mencoba naik sepeda motor sejauh 10 (sepuluh) kilometer. Ternyata sakit itu tak datang lagi. Bahkan buah nanas yang biasanya menjadi pantangannya, kini tidak lagi menyakitinya, meski makan dua buah langsung.<br />
Penderita kronis, yang biasanya meninggalkan kewajiban di bulan puasa, dapat menjalankan ibadah puasanya kembali. Terapi penyembuhan atau normalisasi yang diperlukan hanya +3 kali. Pada penderita komplikasi dengan penyakit dalam lain memerlukan terapi lebih banyak.</p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>USUS BUNTU<br />
</strong>httpV://www.youtube.com/watch?v=zdcHekENDwM</p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>THYPUS</strong><br />
<em><strong>Raka. Surabaya.</strong></em><br />
Anak usia 3 tahun ini sering keluar masuk rumah sakit akibat tipesnya yang sering kambuh. Tiga hari setelah opname yang terakhir, anak ini dibawa ke tempat praktek kami. Wajahnya terlihat menderita dan lelah. Tubuhnya kurus karena susah makan dan baru keluar dari rumah sakit. Bibirnya pecah-pecah karena sariawan.<br />
Ketika kami raba bagian perutnya, terasa panas menunjukkan tipesnya belum sembuh. Namun diperbolehkan pulang dari rumah sakit, karena pemeriksaan laboratorium sudah menunjukkan kesembuhan. Rasa panas yang berlebih dari tubuh kita, menunjukkan adanya infeksi di suatu lokasi.<br />
Setelah enam kali normalisasi, anak ini tidak pernah lagi opname ke rumah sakit, dan tetap sehat. Anak ini semakin pintar saja. Ketika suatu saat merasa ada gangguan di tubuhnya, dia bisa mengatakan ‘Ma, ke Pak Azis yuk, Raka badannya agak sakit’</p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>LIVER</strong><br />
<em><strong>Priyo. Surabaya. </strong></em><br />
Pengusaha ini menderita sakit liver sudah bertahun-tahun dan harus selalu minium obat untuk mempertahankan kondisinya. Itupun SGPT dan SGOT nya masih di atas ambang batas normal. Setelah mendapatkan perawatan PENNASIA sebanyak 4 kali, bapak ini merasakan tubuhnya membaik. SGPT dan SGOT nya pun berada pada angka normal meskipun tidak minum obat-obatan lagi.<br />
Perlu diketahui bahwa mulai terapi yang pertama, bapak ini sudah langsung meninggalkan obat. Juga seperti yang dialami oleh pasien ini.<br />
<strong><em>Tri Oka. Sidoarjo. </em></strong><br />
Pegawai negeri ini bahkan pernah mengalami masa-masa kritis. Sahabatnya membesuk dan menganjurkan agar segera ke PENNASIA. Hari berikutnya kepala sekolah ini mendapatkan perawatan. Meskipun mendapat fasilitas gratis pembelian obat-obatan, bapak ini lebih suka sehat alami dan melepaskan diri dari ketergantungan obat. Terapi yang dilakukan sebanyak + 3 kali.<br />
<em><strong>Evanto. Jakarta.</strong></em><br />
Pengusaha ini sejak muda merasa mudah lelah. Apalagi setelah punya istri. Setiap melaksanakan kewajibannya sebagai suami, tubuh rasanya lunglai, bahkan sampai pagi tetap belum pulih staminanya. Pemeriksaan laboratorium tidak menunjukkan kelainan pada organ livernya,<br />
Dari kondisi tersebut, PENNASIA tetap berpendapat bahwa livernya tidak baik karena proses metabolisme tidak maksimal. Setelah kita normalisasi 3-4 kali, pengusaha ini merasa bahwa kondisinya sudah membaik. Hubungan suami istri tidak menjadikannya kelelahan lagi. Kelelahan pun cepat pulih kembali.<br />
Mayoritas pasien, pada kasus tunggal, merasakan tubuhnya membaik setelah tiga kali terapi. Bagi yang menjalani tes laboratorium, angka hasil pemeriksaan menunjukkan, bahwa kondisi pasien berada dalam keadaan normal.</p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN </strong><strong>SAKIT GINJAL</strong><br />
<em><strong>Sastro. Madiun. </strong></em><br />
Tubuhnya serasa sakit semua, pinggang sakit dan tidak ada nafsu makan. Sempat terucap apakah dia sudah akan meninggal dan apakah sakitnya masih bisa disembuhkan.<br />
Pertama kali dirawat oleh PENNASIA, esoknya tubuhnya langsung terasa membaik. Terapi berikutnya hanya merupakan proses penyempurnaan untuk mencapai kesembuhan yang lebih baik.<br />
<em><strong>Kuswari. Surabaya.</strong></em><br />
Menderita sakit ginjal selama 6 tahun. Karena faktor biaya, pengobatan tidak dia jalani. Selama itu pula penderita ini menjadi bahan tertawaan teman-temannya. Masalahnya setiap kali akan berdiri, penderita ini harus merayap-rayap menghindari sakit di bagian pinggangnya.<br />
Dengan perawatan yang seksama PENNASIA hanya memerlukan empat kali normalisasi. Bp. Kuswari merasakan tubuhnya membaik dan tidak lagi merayap-rayap bila bangun dari duduknya.<br />
<em><strong>Ermanu. Surabaya.</strong></em><br />
Saat datang ke tempat praktek, penderita ini mengalami pembengkaan pada bagian wajah, jari-jari tangan dan kakinya. Berbagai obat dan jamu sudah dicobanya, tetapi ternyata kurang berhasil.<br />
PENNASIA mendeteksi kondisi ginjalnya, ternyata ginjal penderita ini tertekan dan membengkak dan tidak pada posisinya yang normal. Dengan dua kali terapi normalisasi bengkak pada wajah dan jarinya mulai menghilang. Kondisinya benar-benar baik setelah enam kali terapi normalisasi, tanpa obat.</p>
<p>Normalisasi untuk mencapai kondisi baik, + tiga kali, untuk sakit ginjal tingkat sedang. Parameter kesembuhannya, pasien merasakan gejala dan keluhan sakit menghilang. Untuk pemantapan, pasien dipersilakan memeriksakan diri di laboratotium.</p>
<p><strong>MERAWAT </strong><strong>DIABETES</strong><br />
<strong><em>Sumaiyah. Jombang.</em></strong><br />
Penderita diabetes ini merasakan seluruh tubuhnya gatal-gatal, muncul bintik-bintik di seluruh tubuhnya. Ke dua kakinya terasa panas dan kesemutan. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar gula dalam darahnya sebesar 400 bahkan pernah 600. Melihat kondisinya yang mengenaskan, keluarga yang membesuk banyak yang menangis seakan mereka tidak akan bertemu lagi.<br />
Normalisasi untuk penderita ini dilakukan bertahap. Pada terapi yang ketiga kali, pasien ini merasakan panas dan gatal pada kakinya berangsur hilang. Perawatan berikutnya berhasil menghilangkan gatal-gatal di seluruh tubuhnya. Demikian juga kulitnya mulai berangsur membaik. Alat yang digunakan untuk perawatan adalah VASSI bagian SPIN dan CITRA bagian TARSA.<br />
Setelah terapi yang ke sepuluh kali, pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar gulanya mendekati normal. Hanya saja ibu ini tetap melakukan diet yang cukup ketat agar kondisinya tetap baik.<br />
<em><strong>Sunarti. Surabaya.</strong></em><br />
Ibu ini menderita gangguan mata setelah menderita diabetes. Matanya mulai kabur dan pandangannya kurang jelas. Hal ini menunjukkan bahwa saraf di bagian matanya terganggu akibat endapan gula yang terbawa oleh aliran darah ke bagian tersebut. Setelah tiga kali normalisasi, matanya mulai terasa terang kembali.<br />
Sakit diabetes ini memang sakit yang paling merepotkan. Kadar gula dalam darah yang berlebih ini beredar ke seluruh tubuh. Bagian-bagian yang lemah atau strukturnya kurang baik, mengalami gangguan akibat masuknya gula dalam jumlah banyak dan terus menerus.<br />
Bagian yang strukturnya kurang baik akan terjadi pengendapan. Pada daerah kaki hal ini mengakibatkan efek yang beragam. Kaki terasa berat, kesemutan atau panas. Bahkan ada bagian-bagian yang menghitam akibat endapan gula ini menghalangi proses pergantian sel.</p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>DIARE</strong><br />
<em><strong>Suparman. Surabaya.</strong></em><br />
Menderita sembelit sudah lama. Ketika dirawat sebuah RSU di Surabaya, berbagai obat sudah diberikan kepadanya. Tetapi tidak ada yang mempan dan tetap susah buang air besar. Akhirnya oleh dokter diberikan obat pamungkas. Bapak yang sudah berusia 60 an ini akhirnya bisa buang air besar, tetapi menderita diarhea yang tidak kunjung sembuh.<br />
Menurut beliau ke tujuh dokter yang merawatnya, termasuk profesornya sampai bingung mengatasi hal ini. Selama beberapa bulan, selain diarhea pada siang hari bapak ini mengalami diarhea antara 7 – 15 kali tiap malam.<br />
“Saya lebih baik mati saja dari pada harus menderita seperti ini. Saya harus kesakitan tiap malam dan tidak bisa tidur”<br />
Penderita ini sembuh dengan 4 kali normalisasi PENNASIA. Alat yang digunakan adalah TANDUK dengan bagian GASTRO  dan GASTRIN, alat VASSI dengan bagian SPIN dan alat SIPUT bagian TAIL.</p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>SEMBELIT</strong><br />
<em><strong>Ny. Makruf. Surabaya.</strong></em><br />
Setelah keluhan utama, sakit jantungnya membaik, ibu ini menyampaikan bahwa dia mengalami susah buang air besar setelah menjalani operasi ambeien.<br />
Selama tiga tahun, setiap hari ibu ini harus menggunakan obat pencahar untuk buang air besar. Karena sudah berulangkali mencoba tanpa pencahar tidak berhasil, ibu ini menganggap bahwa itu suatu kewajaran akibat operasi ambeien.<br />
Ibu ini dapat buang air besar dengan normal setelah kami rawat 4 kali normalisasi. Kemungkinan kasusnya, saraf dan otot sekitar operasi ambeien ikut melemah akibat obat bius waktu itu, dan tidak segera pulih.<br />
Dengan sistim abrasi, penurunan elastisitas otot-otot penunjang di daerah itu diperbaiki. Aliran darah di lancarkan dan elastisitas usus besar dinormalkan. Alat yang digunakan adalah VASSI, TANDUK dan SIPUT.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-penyakit-dalam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Testimoni Kesembuhan Berbagai Sakit Rahim</title>
		<link>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-sakit-rahim.html</link>
		<comments>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-sakit-rahim.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2011 09:28:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembuhalami.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[NYERI DATANG BULAN I.A. Maha Dewi. Denpasar Bali. Mahasiswi Untag Surabaya ini setiap kali menstruasi, rasa sakit selalu datang. Menurut keterangannya, sakit sampai tak tertahankan. Dan tidak jarang gadis ini pingsan akibat tak dapat menahan rasa sakit. Ketika pengendoran ligamentum, normalisasi saraf dan letak rahim dilakukan, dari bagian perut, semula ada rasa khawatir. Namun ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NYERI DATANG BULAN</strong><br />
<em><strong>I.A. Maha Dewi. Denpasar Bali. </strong></em><br />
Mahasiswi Untag Surabaya ini setiap kali menstruasi, rasa sakit selalu datang. Menurut keterangannya, sakit sampai tak tertahankan. Dan tidak jarang gadis ini pingsan akibat tak dapat menahan rasa sakit.<br />
Ketika pengendoran ligamentum, normalisasi saraf dan letak rahim dilakukan, dari bagian perut, semula ada rasa khawatir. Namun ketika datang tamu rutinnya dia kaget karena tidak merasakan sinyal awal seperti biasanya. Saat itu baru dia yakin bahwa sakit saat menstruasi ini dapat disembuhkan dan tidak memerlukan obat penghilang rasa sakit.<br />
<em><strong>Sugiarti. Surakarta.</strong></em><br />
Penderita ini mengalami gangguan yang hampir sama. Tersiksa setiap datang bulan, badan terasa lemah, sakit dan perlu istirahat. Penderitaan itu sudah bertahun-tahun dan selama ini dia memang mengkonsumsi obat-obatan, meskipun ada juga kekhawatiran tentang efek sampingnya.<span id="more-9"></span><br />
Alat yang digunakan adalah SIPUT bagian HEAD dan VASSI bagian SPIN. Fungsinya untuk memperlancar arteri yang berhubungan dan mengendorkan ligamentum penyangga rahim. Sehingga aliran darah lancar dan bagian servik mempunyai tarikan yang seimbang.</p>
<p><strong>DATANG BULAN TIDAK TERATUR</strong><br />
<em><strong>Yanti. Madura.</strong></em><br />
Ibu ini mengalami masa menstruasi yang cukup panjang, sekitar dua bulan. Berulangkali mengkonsumsi obat dokter dan cukup berhasil. Masalahnya, bila tidak minum obat, haidnya panjang lagi. Demikian berjalan bertahun-tahun.<br />
Pernah terucap secara langsung kepada dokternya ‘Dok, saya sudah capek minum obat. Kapan saya sembuhnya? Dokternya hanya tersenyum saja. Setelah diberitahu adiknya yang sudah sembuh, ibu ini mengatur kunjungan ke PENNASIA dan sembuh setelah 4 kali normalisasi.</p>
<p><strong>KEPUTIHAN</strong><br />
<strong><em>Arinta. Sidoarjo. </em></strong><br />
Ibu ini menyampaikan bahwa menderita keputihan sudah cukup lama. Cairan yang keluar juga cukup banyak dan sangat mengganggu. Namun berbagai upaya tidak membuahkan hasil.<br />
Ketika normalisasi oleh PENNASIA dilakukan, esoknya reaksi penyembuhan langsung terasa. Banyak mengeluarkan keringat pada sore hari. Hari berikutnya keputihan tidak pernah datang lagi.<br />
<em><strong>Dewi L. Sidoarjo.</strong></em><br />
Mengalami hal yang hampir sama. Setelah rahimnya dikuret, ibu ini mengalami keputihan yang berkepanjangan. Bahkan di sekitar rahim tersentuhpun sakit, sehingga sang suami terpaksa ikut ‘berpuasa’ berbulan-bulan.<br />
Setelah mendapatkan perawatan, malam harinya keluar keringat banyak sekali sehingga muncul kekhawatiran dan pikiran yang tidak-tidak. Untung sang suami mengingatkan petunjuk dari PENNASIA untuk menenangkan sang istri.<br />
Esoknya keputihan berangsur berhenti dan sakit yang diderita berangsur-angsur berkurang. Terapi berikutnya hanya merupakan penyempurnaan penyembuhan. Ibu ini selain mengalami keputihan, juga mengalami kasus rahim salah posisi akibat kuret yang kurang hati-hati.<br />
<em><strong>Tunik. Semarang.</strong></em><br />
Ibu ini sudah putus asa dalam berikhtiar untuk menyembuhkan keputihannya. Bertahun-tahun usahanya tidak berhasil, bahkan merasa kalau umurnya mungkin tidak panjang lagi, seperti ibunya. Temannyalah yang tidak berputus asa mencarikan iformasi.<br />
Ketika temannya mendapat info tentang PENNASIA, tidak banyak cerita, ibu ini langsung dibawa untuk dirawat. Setelah terapi tiga kali, ibu ini pulih kembali semangatnya untuk hidup. Ternyata keputihannya bisa sembuh.<br />
<strong><br />
POSISI RAHIM YANG BERUBAH</strong><br />
<em><strong>Untari. Surabaya.</strong></em><br />
Karyawati ini cukup lama  mengalami sakit datang bulan, dan mempunyai kebiasaan pijat urat di kampungnya. Pernah mendapat nasehat agar menjalani terapi PENNASIA  saja, dan tidak melanjutkan kebiasaan pijat perut yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Namun hal itu tidak ditanggapi dan melanjutkan kebiasaannya.<br />
Ketika suatu saat mengalami sakit, penderitannya tidak tertahan lagi, pasien ini benar-benar tersiksa. Tubuhnya berguling-guling akibat kesakitan, yang diakibatkan pijat pada malam sebelumnya. Kami menemukan pasien ini mengalami pergeseran otot rahim, otot perut, bahkan hingga otot-otot pada tulang rusuknya.<br />
Penyembuhan rahim salah posisi ini benar-benar tidak cocok melalui pengobatan. Karena obat tidak akan mampu menggeser organ tersebut. Penderitaan hanya berkurang karena penghilang rasa sakit. Obat-obatan hanya akan menyengsarakan penderita dalam jangka panjang, karena penumpukan obat di dalam tubuh.</p>
<p><strong>SAKIT AKIBAT OPERASI</strong><br />
<em><strong>Insukatminingsih. Surabaya.</strong></em><br />
Ibu ini menjalani operasi tumor kandungan. Beberapa bulan kemudian dia mulai merasakan penderitaan. Perutnya yang dulu tidak pernah sakit, sekarang mulai sering kram dan sakit luar biasa.<br />
Hampir seminggu sekali sakitnya kambuh. Tubuhnya berguling-guling, sambil mengerang dia menjambak rambutnya. Penderitaan ini berlangsung kurang lebih satu jam, lalu berangsur menghilang.<br />
Dokter yang mengoperasi dan dokter-dokter lain yang dia hubungi mengatakan dia ‘tidak mengalami gangguan apa-apa’, kecuali hanya sakit maag saja. Padahal penderita ini mengalami penderitaan selama satu jam tiap minggu selama kurang lebih sepuluh tahun.<br />
<em><strong>Lubna. Sidoarjo.</strong></em><br />
Beberapa bulan setelah mengalami operasi caesar, penderita ini merasakan penderitaan pula. Berbeda dengan penderita di atas, penderita ini tidak hanya kambuh tiap minggu. Ibu muda ini menderita setiap saat selama dua tahun. Setiap disentuh perut dan bagian sekitar rahimnya mengalami kesakitan.<br />
Sebagaimana penderita di atas, penderita ini pada pemeriksaan lanjutan yang telah menghabiskan banyak biaya di Batam maupun di Jakarta, tidak ditemukan kelainan yang ada.<br />
Permasalahan yang terjadi tidak jauh berbeda. Karena jahitan bekas operasi yang kurang teliti menjadikan penderitaan yang berkepanjangan.<br />
Dulu, ketika diterima di fakultas kedokteran tidak semahal sekarang, hampir dapat dipastikan bahwa tingkat kecerdasan rata-rata calon dokter ini lebih baik dibandingkan dari fakultas lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-sakit-rahim.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesembuhan HNP, Rematik, Pengeroposan dll</title>
		<link>http://www.sembuhalami.com/kesembuhan-hnp-rematik-pengeroposan-dll.html</link>
		<comments>http://www.sembuhalami.com/kesembuhan-hnp-rematik-pengeroposan-dll.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 09:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembuhalami.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[MENYEMBUHKAN LIPPING www.youtube.com/watch?v=tFLkm9JPuzY SARAF TERJEPIT / HNP / SAKIT PINGGANG R. Hartawan Denpasar Bali. Mahasiswa ITS ini mengalami sakit pinggang dan tak dapat bangun. Turun dari kendaraan yang mengantarnya, dia berjalan tertatih-tatih berpegangan tembok akibat kesakitan. Penderita ini mengalami dislokasi otot pinggang bagian kanan, lumbal 3-5 akibat sering diinjak-injak dan menghentakkan kaki. Sakit pinggang ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MENYEMBUHKAN LIPPING<br />
</strong><span class="youtube">
<object width="425" height="355">
<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/tFLkm9JPuzY&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" />
<param name="allowFullScreen" value="true" />
<embed wmode="transparent" src="http://www.youtube.com/v/tFLkm9JPuzY&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed>
<param name="wmode" value="transparent" />
</object>
</span><p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=tFLkm9JPuzY">www.youtube.com/watch?v=tFLkm9JPuzY</a></p></p>
<p><strong>SARAF TERJEPIT / HNP / SAKIT PINGGANG </strong><br />
<em>R. Hartawan Denpasar Bali.</em><br />
Mahasiswa ITS ini mengalami sakit pinggang dan tak dapat bangun. Turun dari kendaraan yang mengantarnya, dia berjalan tertatih-tatih berpegangan tembok akibat kesakitan. Penderita ini mengalami dislokasi otot pinggang bagian kanan, lumbal 3-5 akibat sering diinjak-injak dan menghentakkan kaki. <span id="more-8"></span>Sakit pinggang ini meskipun tidak berbahaya tetapi menyiksa. Alat yang digunakan untuk normalisasi adalah VASSI bagian SPIN, STENSI dan alat CITRA bagian PSOMA. SPIN dan STENSI untuk merawat permukaan otot pinggang, sedangkan PSOMA untuk merawat otot pinggang bagian dalam. Dengan demikian, elastisitas dan regangan otot di pinggang membaik. Diskus intervertebralis tidak lagi menekan ke saraf bagian dalam. Setelah selesai, density bagian pinggang dan sekitarnya dirawat dengan BAKAL.<br />
<em></em><br />
<em>M. Chambali. Surabaya.</em><br />
<span class="youtube">
<object width="425" height="355">
<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/m4bEuM11c1E&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" />
<param name="allowFullScreen" value="true" />
<embed wmode="transparent" src="http://www.youtube.com/v/m4bEuM11c1E&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed>
<param name="wmode" value="transparent" />
</object>
</span><p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=m4bEuM11c1E">www.youtube.com/watch?v=m4bEuM11c1E</a></p></p>
<p>PNS ini mempunyai kebiasaan ‘tidak mau diam’. Senantiasa mencari kegiatan rumah atau memeriksa mobilnya. Suatu saat bapak ini merasakan sakit pada bagian pinggangnya. Menurut foto CT scan, dinyatakan menderita HNP dan dianjurkan operasi oleh dokter perusahaan. Tetapi karena tingkat keberhasilannya dia ragukan, dan resiko kelumpuhan yang dia takutkan, bapak ini memilih tidak operasi.<br />
Akibatnya, pinggangnya sakit terus dan sudah bertahun-tahun, sehingga kalau bepergian senantiasa memakai korset untuk mengurangi rasa sakit. Ketika mendapatkan informasi dari temannya, seorang pemilik apotik, bapak ini segera saja mendapatkan perawatan PENNASIA  dan tertolong.<br />
Sakit pinggang sebenarnya bukan datang begitu saja. Beberapa kebiasaan tanpa didasari pengertian dapat mengakibatkan sakit ini. Antara lain melakukan gerakan mematahkan pinggang tanpa warming up terlebih dahulu, hingga terdengar gemeretak dan kebiasaan injak-injak punggung.</p>
<p><strong>REMATIK/ASAM URAT</strong></p>
<p><span class="youtube">
<object width="425" height="355">
<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/UE_qjKF1bGc&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" />
<param name="allowFullScreen" value="true" />
<embed wmode="transparent" src="http://www.youtube.com/v/UE_qjKF1bGc&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed>
<param name="wmode" value="transparent" />
</object>
</span><p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=UE_qjKF1bGc">www.youtube.com/watch?v=UE_qjKF1bGc</a></p></p>
<p><strong><em>Sintong. Surabaya.</em></strong><br />
Pengusaha ini punya kesukaan yang agak aneh. Kalau orang lain senang melampiaskan kegemaran makan dengan sea food, makanan itali atau makanan khas jepang, tetapi bapak ini tidak. Dia lebih senang makan…..tahu! itu lho, makanan yang terbuat dari kedelai.<br />
Bapak ini sangat faham, dimana tempat yang mempunyai tahu yang enak. Kalau dia dengar ada masakan tahu yang enak, pasti diburunya. Tidak peduli dengan jarak tempuhnya. Namun beberapa bulan terakhir, kegemarannya terganggu karena asam urat yang tinggi. Jalannya harus terpincang-pincang karena engkel kakinya sakit.<br />
Setelah mendapat perawatan dari normalisasi PENNASIA, kegemarannya makan tahu tidak terganggu, dan kakinya tidak sakit lagi. Bapak ini kemudian sering kontrol ke PENNASIA.<br />
“ada apa? apa kambuh asam uratnya?”<br />
“nggak kok, cuma kontrol saja. Supaya makan tahunya  tidak terganggu” jawabnya sambil tersenyum.<br />
<strong><em>Kaderi. Surabaya.</em></strong><br />
Menderita rematik sudah cukup lama. Lututnya membengkak dan untuk berjalan terasa sakit. Keluhan yang disampaikan adalah sudah berbagai upaya yang ditempuh, tapi tidak mampu mengatasi penderitaannya.<br />
Ketika diberitahu oleh saudaranya yang sudah sembuh, bapak ini menemui PENNASIA dengan sikap pesimis. Namun setelah diterapi sebanyak dua kali, kakinya mulai terasa ringan dan membaik. Pada terapi yang ke tiga penderita ini sudah merasa puas dan tidak menderita lagi.<br />
<strong><em>Wiwiek. Surabaya.</em></strong><br />
Ibu ini menderita sakit rematik dilututnya sudah cukup lama. Hampir setiap hari dia harus naik-turun tangga di rumahnya. Dan setiap kali itu pula dia merasakan sakit di lututnya. Ketika PENNASIA mengisi acara kesehatan di sebuah hotel bintang empat, dia ingin mencobanya.<br />
Normalisasi dilakukan sebanyak tiga kali tanpa menggunakan obat, dan istri dokter spesialis ini tidak lagi merasakan sakit ketika harus naik-turun tangga.<br />
<strong><em>Bambang Gentolet. Surabaya.</em></strong><br />
Bapak ini setelah sakit kepalanya sembuh, menyampaikan nyeri di bagian lututnya yang juga sudah cukup lama. Akibat kedua sakitnya ini, profesi melawaknya agak terganggu. Untuk berfikir maupun untuk gerakan-gerakan spontan. Sahabatnya yang mengetahui segera membawa ke PENNASIA. Dengan tiga kali perawatan, gangguan sudah bisa dihilangkan.<br />
<strong><br />
PENGEROPOSAN TULANG / PENGAPURAN / OSTEOPOROSIS </strong><br />
<strong><em>Muliyadi Surabaya. </em></strong><br />
Setiap kali turun dari sepeda motornya dia merasakan kakinya sakit dan linu. Dia berobat sudah cukup lama. Dari pemeriksaan dokter yang merawatnya, dia dinyatakan sakit pengeroposan tulang dan sudah difonis harus minum obat selama hidupnya.<br />
Karyawan DLLAJ ini tidak putus asa dan tetap berkeliling mencari upaya kesembuhan pengapuran di lututnya. Akhirnya kesembuhan didapatnya setelah 3 kali terapi di PENNASIA. Dia tidak lagi merasakan kaki dan lututnya linu, meskipun menempuh perjalanan jauh.</p>
<p><strong>SAKIT PUNGGUNG</strong><br />
<strong><em>Sabarno. Surabaya.</em></strong><br />
Pengusaha sayur ini cukup tersiksa dengan penyakitnya. Tubuhnya tidak tahan terhadap angin. Setiap kali naik mobil dia tidak berani membuka jendela.<br />
Karena bila dia melakukan itu, beberapa waktu kemudian tubuhnya terasa sakit semua, sulit sembuh, dan obat dokter yang diterimanya belum bisa mengatasi masalahnya. Dia terpaksa harus bersabar, hingga akhirnya sakitnya hilang dengan sendirinya.<br />
PENNASIA menyelesaikan masalah ini dengan cukup sederhana, hanya dengan tiga kali terapi normalisasi dengan berbagai alat. Ternyata penderita ini mengalami dislokasi ringan pada otot punggungnya. Akibatnya aliran darah dan aliran cairan limfatik menjadi lambat dan terjadi banyak pengendapan di bagian otot tersebut.<br />
<strong><em>Ny. Sutikno. Surabaya.</em></strong><br />
PNS ini merasakan punggungnya sangat kaku seperti diganjal oleh kayu. Ketika konsultasi dengan dokter, ibu ini direkomendasikan untuk foto ronsen. Tetapi ternyata hasil fotonya tidak menunjukkan suatu gangguan. Bahkan dokter menyatakan ‘ibu tidak apa-apa kok’. Sempat terbersit juga bahwa sakitnya itu ‘dibuat’ oleh teman sekerja yang menginginkan posisinya, yang memang sangat baik.<br />
PENNASIA mengatakan ‘ini sakit biasa dan bukan karena guna-guna’. Dan memang kasus tersebut hanya karena adanya pengendapan ‘kotoran’, penurunan elastisitas dan perlekatan antar lapisan rhomboidius mayor, erector spinae dan latissimus dorsi yang terletak di bawahnya. Normalisasinya hanya 3-4 kali terapi.</p>
<p><strong>SAKIT BELIKAT</strong><br />
<strong><em>Bp. Nasir. Surabaya.</em></strong><br />
Bapak ini mengalami gangguan di rusuk samping dan belikatnya. Belikatnya terasa linu, badan lemah dan sakit-sakitan. Akibatnya kerja sehari-hari terganggu dan tidak bisa konsentrasi. Penderitaan yang berbulan-bulan ini segera selesai ketika menjalani terapi normalisasi.</p>
<p><em><strong>Ny. Suyanto. Gresik.</strong></em><br />
Ibu ini mengalami hal yang hampir sama. Belikat dan pundaknya terasa sakit dan ngilu. Berbagai obat dan upaya lain telah dijalaninya. Setelah menjalani penyinaran sebanyak 66 kali (enam puluh enam kali) dan tidak mendapatkan hasil yang berarti, anaknya yang menjadi dokter menganjurkan agar ibunya menjalani terapi penyangga leher.<br />
Selama dua bulan ibu ini memakai penyangga leher dan tidak boleh melepasnya. Kemana-mana dia selalu memakainya. Untuk melihat ke samping dan ke belakang dia tidak bisa, sehingga perlu memutar tubuhnya.<br />
Setelah dua bulan spalk penyangga lehernya dilepas dan ….. tidak ada perubahan yang terjadi. Belikat dan pundaknya tetap sakit ketika digerakkan!<br />
Ibu ini akhirnya sembuh setelah menjalani normalisasi dari PENNASIA sebanyak 4 kali. Penderita ini mengalami banyak pengendapan di pundak dan belikatnya, disertai dislokasi ringan pada otot bahunya.<br />
<strong><br />
<em>TANGAN/KAKI KESEMUTAN</em></strong><em><br />
<strong>Sholihati. Gresik.</strong></em><br />
Ibu ini menderita lengan dan jari-jari tangannya kesemutan. Obat dan berbagai jamu telah dicobanya, tetapi tidak membawa hasil. Dia mengira bahwa dirinya mungkin mengalami gejala stroke.<br />
Penderita ini tidak mengalami gejala stroke yang dia takutkan. Dia hanya mengalami penyumbatan pembuluh darah dibagian ketiak, siku dan jari-jari tangannya. Ini dapat diketahui dari wawancara sebelum dilakukan terapi, dan juga dari rabaan yang kami lakukan pada daerah tersebut.<br />
Kasus kesemutan bagian tangan ini mayoritas diderita kaum perempuan, meskipun ada beberapa pria yang mengalaminya. Ini disebabkan kerja keras, lembur dan kurang mempertimbangkan kemampuan tangannya.<br />
<strong><em>Sholeh. Surabaya.</em></strong><br />
Pejabat militer ini mengalami kesemutan di bagian kakinya. Mayoritas penderita mengalami kesemutan saat duduk, dan sembuh ketika mereka berdiri. Tetapi tidak demikain yang terjadi dengan bapak ini. Dia mengalami kesemutan saat diam berdiri dan sembuh ketika berjalan atau duduk.<br />
Banyak temannya yang terheran-heran karena keanehan ini, tetapi bagi yang mengerti duduk persoalannya hal ini sederhana saja. Saat berjalan, duduk dan kegiatan yang lain, bapak ini jalan darahnya tidak terjepit. Tetapi saat berdiri diam, ada bagian jalan darah yang terjepit dan tidak mengalirkan darah.</p>
<p><strong>OTOT KAKI TERPUTAR</strong><br />
<strong><em>Listyani Surabaya.</em></strong><br />
Mengeluh pinggang dan kakinya sakit. Pemeriksaan PENNASIA menunjukkan adanya urat di bagian pinggang yang terjepit. Disamping itu otot pantat dan pahanya mengalami dislokasi sehingga menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Terapi pertama kali dapat meringankan keluhannya. Dengan tiga kali normalisasi, penderitaannya dapat disembuhkan.<br />
Penderita lain ada yang perlu lebih dari tiga kali karena terlalu banyak upaya yang telah ditempuh, dan menjadikan masalah makin rumit.<br />
<strong><em>Nur Aini. Surabaya. </em></strong><br />
Guru SMP ini mengalami sakit yang hampir sama. Seluruh tubuh terasa sakit, karena banyaknya gangguan otot. Untuk mengalihkan perhatian, beberapa putranya disuruh memukuli badan ketika sakitnya sedang kambuh.<br />
Ibu ini memiliki ketahanan tubuh yang cukup baik. Sering diinjak putranya untuk menghilangkan penat dibagian kaki dengan berbagai posisi. Kadang dengan posisi tengkurap, telentang bahkan tak jarang dengan posisi miring. Dapat dibayangkan efek yang terjadi. Ketidaktahuan terkadang memang menimbulkan kesusahan.<br />
Saraf, otot maupun daging akan bergeser kearah yang tidak menentu. Selang beberapa waktu sakit yang diderita akhirnya tak tertahankan. Usaha coba-coba menyembuhkan sendiri pernah mangakibatkan kaki menghitam.<br />
<strong>SAKIT PAHA/BETIS</strong><br />
<strong><em>Ny. Subirto. Surabaya.</em></strong><br />
Ibu ini menderita di bagian paha dan betis sudah 4 tahun. Hobinya memang jalan-jalan dan keluar kota. Mendengar rematik temannya membaik, ibu ini kemudian ikut perawatan PENNASIA. Alhamdulillah, dengan enam kali perawatan penderitaannya selama ini tidak ada lagi.<br />
Namun demikian perawatan berkala tetap dilakukan untuk pencegahan, karena hobinya jalan-jalan tetap dilanjutkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembuhalami.com/kesembuhan-hnp-rematik-pengeroposan-dll.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

