Pengobatan rematik

Perbedaan Antara Osteoarthritis dan Osteoporosis

Sesuai pertambahan usia, pada orang tua akan terjadi kerusakan pada tulang rawan sendi. Selain faktor usia, ada juga faktor lain yang dapat mempercepat proses kerusakan. Misalnya berbagai infeksi, trauma, aktifitas yang tinggi atau berat badan berlebih. Jika terjadi kerusakan, maka secara bertahap tulang rawan menjadi tipis dan permukaannya tidak rata, akibatnya terjadi gesekan antara tulang dengan tulang sehingga menimbulkan nyeri.

Kerusakan pada tulang rawan mengakibatkan gerakan sendi tidak lagi mulus. Ujung-ujung tulang bertemu dan bergesekan satu sama lain. Kerusakan tulang rawan merangsang pertumbuhan tulang baru di dalam sendi yang dikenal dengan osteofit. Dengan adanya osteofit, nyeri bertambah parah, dan tentu saja aktifitas terganggu. Untuk menentukan ada tidaknya pengapuran pada sendi, selain melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang,misalnya saja melakukan foto rontgen. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui kondisi dan memperkirakan derajat kerusakan sendi.

Pengobatan untuk mengatasi pengapuran sendi, tergantung kepada derajat nyeri atau kerusakan sendi. Pada nyeri yang ringan mungkin cukup diberi obat-obat penghilang rasa nyeri yang ringan seperti parasetamol, bila nyerinya berat dan terjadi komplikasi lain seperti penimbunan cairan radang pada rongga sendi maka harus segera ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

 

Apa itu Pengeroposan Tulang?

Organisasi kesehatan dunia (WHO) mendefinisikan osteoporosis sebagai penyakit tulang keropos, karena pada sebagian besar penderita osteoporosis, massa tulangnya berkurang atau mengalami penyusutan. Hal ini terjadi karena persediaan kalsium didalam tulang berkurang sehingga menyebabkan tubuh mengambil kalsium dari tulang dan lama kelamaan tulang menjadi keropos, sehingga tulang menjadi tidak kuat menahan beban berat. Bahkan, benturan ringan sekalipun dapat menyebabkan patah tulang.

Penderita osteoporosis masih dapat melakukan aktivitas fisik, meski dengan beban yang terkontrol alias tidak terlalu berat. Mereka yang mengidap penyakit ini dapat melakukan senam khusus osteoporosis yang bertujuan untuk membiasakan tulang tubuh menahan beban dan penguatan  otot.

Selain olahraga ringan, juga dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin yang cukup. Asupan vitamin yang diperlukan bagi penderita osteoporosis, antara lain vitamin D, C, B6, B12, dan folat. Sementara mineral yang dibutuhkan antara lain magnesium dan kalsium

 

Perbedaan antara pengapuran sendi (osteoartritis) dengan pengeroposan tulang(osteoporosis) :

  • Osteoporosis kelainannya terjadi pada tulang terutama tulang belakang dan panggul, sedangkan osteoartritis kelainannya terjadi pada persendian terutama persendian penyangga berat badan seperti lutut dan pergelangan kaki.
  • Penderita osteoporosis memerlukan asupan kalsium yang memadai, baik dengan susu berkalsium atau suplemen kalsium, sedangkan pada osteoartritis tidak ada hubungan langsung dengan kebutuhan kalsium, yang diperlukan adalah obat-obat untuk menghilangkan sakit dan vitamin-vitamin untuk sendi misalnya glukosamin.
  • Osteoporosis tidak menimbulkan rasa nyeri pada tulang kecuali sudah terjadi patah tulang, sedangkan penderita osteoartritis akan selalu merasakan nyeri pada sendi saat melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Untuk mengetahui derajat kekroposan tulang dapat dilakukan dengan pemeriksaan yang disebut densitometri tulang atau BMD sedangkan untuk pengapuran sendi dilakukan dengan pemeriksaan rontgen sendi.

Rematik dan pengapuran dapat diobati dan disembuhkan dengan cepat.Pengapuran di daerah lutut dan mata kaki bisa disebabkan oleh penyumbatan, yang mengakibatkan pergantian sel lama dengan sel baru tidak maksimal.

Disklaimer: kecepatan dan tingkat kesembuhan bisa berbeda untuk pasien yang berobat, sesuai dengan tingkat kesulitan, lama yang diderita, dan usia.

Sintong. Surabaya.
Pengusaha ini punya kesukaan yang agak aneh. Kalau orang lain senang melampiaskan kegemaran makan dengan sea food, makanan itali atau makanan khas jepang, tetapi bapak ini tidak. Dia lebih senang makan…..tahu! itu lho, makanan yang terbuat dari kedelai.

Bapak ini sangat faham, dimana tempat yang mempunyai tahu yang enak. Kalau dia dengar ada masakan tahu yang enak, pasti diburunya. Tidak peduli dengan jarak tempuhnya. Namun beberapa bulan terakhir, kegemarannya terganggu karena asam urat yang tinggi. Jalannya harus terpincang-pincang karena engkel kakinya sakit.

Setelah mendapat perawatan dari normalisasi PENNASIA, kegemarannya makan tahu tidak terganggu, dan kakinya tidak sakit lagi. Bapak ini kemudian sering kontrol ke PENNASIA.
“ada apa? apa kambuh asam uratnya?”
“nggak kok, cuma kontrol saja. Supaya makan tahunya tidak terganggu” jawabnya sambil tersenyum.

Kaderi. Surabaya.
Menderita rematik sudah cukup lama. Lututnya membengkak dan untuk berjalan terasa sakit. Keluhan yang disampaikan adalah sudah berbagai upaya yang ditempuh, tapi tidak mampu mengatasi penderitaannya.
Ketika diberitahu oleh saudaranya yang sudah sembuh, bapak ini menemui PENNASIA dengan sikap pesimis. Namun setelah diterapi sebanyak dua kali, kakinya mulai terasa ringan dan membaik. Pada terapi yang ke tiga penderita ini sudah merasa puas dan tidak menderita lagi.

Wiwiek. Surabaya.
Ibu ini menderita sakit rematik dilututnya sudah cukup lama. Hampir setiap hari dia harus naik-turun tangga di rumahnya. Dan setiap kali itu pula dia merasakan sakit di lututnya. Ketika PENNASIA mengisi acara kesehatan di sebuah hotel bintang empat, dia ingin mencobanya.
Normalisasi dilakukan sebanyak tiga kali tanpa menggunakan obat, dan istri dokter spesialis ini tidak lagi merasakan sakit ketika harus naik-turun tangga.

Bambang Gentolet. Surabaya.
Bapak ini setelah sakit kepalanya sembuh, menyampaikan nyeri di bagian lututnya yang juga sudah cukup lama. Akibat kedua sakitnya ini, profesi melawaknya agak terganggu. Untuk berfikir maupun untuk gerakan-gerakan spontan. Sahabatnya yang mengetahui segera membawa ke PENNASIA. Dengan tiga kali perawatan, gangguan sudah bisa dihilangkan.

PENGEROPOSAN TULANG / PENGAPURAN / OSTEOPOROSIS
Muliyadi Surabaya.
Setiap kali turun dari sepeda motornya dia merasakan kakinya sakit dan linu. Dia berobat sudah cukup lama. Dari pemeriksaan dokter yang merawatnya, dia dinyatakan sakit pengeroposan tulang dan sudah difonis harus minum obat selama hidupnya.

Karyawan DLLAJ ini tidak putus asa dan tetap berkeliling mencari upaya kesembuhan pengapuran di lututnya. Akhirnya kesembuhan didapatnya setelah 3 kali terapi di PENNASIA. Dia tidak lagi merasakan kaki dan lututnya linu, meskipun menempuh perjalanan jauh.