<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Sembuh Alami</title>
	<atom:link href="http://www.sembuhalami.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sembuhalami.com</link>
	<description>Hindari Ketergantungan Obat</description>
	<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 01:55:53 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Selamat Datang di Normalisasi Pennasia</title>
		<link>http://www.sembuhalami.com/penyembuhan-paling-efektif.html</link>
		<comments>http://www.sembuhalami.com/penyembuhan-paling-efektif.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 12:26:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Umum/Alamat Praktek]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembuhalami.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Penyembuhan Alami Paling Efektif di Surabaya ; Menghindari Penggunaan Obat Secara Berlebihan
PENNASIA® adalah penyembuhan atau terapi yang perawatan nya tanpa menggunakan obat dan jamu. Sangat cocok bagi yang sedang mencari pengobatan alternatif dan ingin sembuh alami. PENNASIA menyembuhkan penyakit dengan cara menormalkan kembali organ-organ yang sakit, sumber rasa sakit dan sumber masalah, sehingga kasus utamanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penyembuhan Alami Paling Efektif di Surabaya</strong> <strong>; Menghindari Penggunaan Obat Secara Berlebihan</strong><br />
PENNASIA® adalah penyembuhan atau terapi yang perawatan nya tanpa menggunakan obat dan jamu. Sangat cocok bagi yang sedang mencari pengobatan alternatif dan ingin sembuh alami. PENNASIA menyembuhkan penyakit dengan cara menormalkan kembali organ-organ yang sakit, sumber rasa sakit dan sumber masalah, sehingga <strong>kasus utamanya yang diselesaikan </strong>dan bukan produknya. Kesehatan yang didapat adalah sehat alami.<br />
Pennasia sering disebut sebagai pengobatan alternatif yang sangat efektif untuk sakit jantung, rematik HNP dan lain-lain. Pennasia sudah berdiri sejak15 tahun yang lalu dan tidak menggunakan obat maupun jamu, namun tidak bertentangan bila pasien masih menggunakan obat atau penyembuhan lain.</p>
<p><em>Website yang melengkapi info yang anda cari, mungkin terdapat pada Versi Bahasa Inggris pada kolom sebelah kiri. </em> <a title="www.PennasiaNormalization.com" href="http://www.PennasiaNormalization.com" target="_blank"><strong>English version here&#8230;</strong></a></p>
<p><strong>Menyembuhkan:</strong><br />
Jantung - Kolesterol - Asma -  Bronchitis - Batuk kronis - Hidung buntu - Radang tenggorokan - Amandel - Alergi debu - Alergi makanan - Sinusitis - Sariawan - Sakit gigi - Skt kepala - Migrain - Vertigo - Darah tinggi - Darah rendah - Maag - Thypus - Liver - Ginjal - Prostat - Keputihan - Diarrhea - Sembelit - Ambeien - Terlambat/Sakit datang bulan - Perlekatan usus - Saraf terjepit / HNP - Rematik - Asam urat - Sakit pinggang - Pengapuran - Pengeroposan - Kaki berat/ngilu - Tangan / kaki kesemutan - Diabetes – dll</p>
<p><strong>Alamat Praktek:<br />
1. Purimas Regency blok B3/57 Rungkut Surabaya.<br />
Telp (031) 7033 6123.<br />
2. Sutorejo Prima Utara Blok PY No. 12a Surabaya.<br />
Telp. (031) 599 8586 ; flexy (031) 7241 9696.<br />
3. Jl. Penataran no 2 Pacarkeling Surabaya Telp. (031) 503 5393.<br />
4. Jakarta: Ir. Titus. Mm. (021) 7016 8599<br />
</strong></p>
<p><strong>Usia Pasien Mulai 1,5 Bulan Hingga 85 Tahun</strong><br />
Pasien mulai dari balita yang berusia 1,5 bulan sampai usia lanjut karena terapi ini sangat aman, tidak ada efek samping dan tidak menimbulkan rasa sakit bagi pasien setelah perawatan, oleh sebab itu cocok bagi semua usia.<span id="more-7"></span></p>
<p><strong>Jenis Perawatan</strong></p>
<p>Selain menyembuhkan penyakit, Pennasia melakukan<em> berbagai pencegahan:<br />
<strong>1. Mencegah penyakit jantung koroner</strong></em><strong> </strong>dengan membersihkan pengendapan sejak awal.<strong><em><br />
2. </em></strong><em><strong>Mencegah </strong></em><strong><em>darah tinggi dan stroke.</em></strong><strong><em><br />
3. </em></strong><em><strong>Mencegah </strong></em><strong><em>sakit liver dan gagal ginjal </em></strong>yang sering terlambat dan terlanjur parah.<br />
<em><strong>4. </strong></em><em><strong>Mencegah </strong></em><em><strong>sakit diabetes</strong></em> bagi yang mempunyai faktor turunan.<br />
Akhir-akhir ini banyak anggota masyarakat yang menyadari, bahwa yang perlu dirawat secara rutin bukan hanya mobil mereka. Organ penting seperti otak, jantung, liver, dan ginjal pun perlu perawatan rutin sebelum terlambat dan menghabiskan semuanya.</p>
<p>Selama 15 tahun berdiri, Pennasia menyembuhkan ribuan pasien dengan keluhan yang berbeda–beda. Yang menjadi pasien tidak hanya dari kalangan awam saja tetapi juga dari kalangan medis dan keluarganya. Lihat VCD testimoni pada <strong><a href="http://www.sembuhalami.com" target="_blank">halaman depan</a>.</strong></p>
<p><strong><br />
Berdiri Sejak 1993</strong><br />
<strong>Normalisasi Pennasia</strong> eksis sejak tanggal 22 Desember 1993. Didirikan oleh Drs. Azis C. Widoyoko. Dalam  perkembangannya Azis menemukan Teori Elastisitas, Sistem Abrasi, Kontra Gravitasi Sendi, Gerak Peristaltik Balik dan Efek Siput dan lain-lain yang kesemuanya sangat efektif diterapkan dalam pembuluh darah, sendi, organ dalam dada, organ intestinal, peritoneal dan sebagainya.<br />
Aplikasi penyembuhannya menggunakan <strong>Search-Find-Terminate</strong> sehingga proses normalisasinya bisa cepat. Mulai kasus migraine, vertigo, batuk kronis, alergi, jantung, asma, maag, rematik, HNP dan sebagainya dapat disembuhkan secara cepat dan efektif dengan teori penemuan diatas.<br />
Selama 15 tahun berdiri, mempunyai beberapa cabang dibeberapa daerah, seperti di Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Surabaya, Probolinggo, Sidoarjo dsb. Dan semakin lama PENNASIA berkibar dengan semakin banyaknya masyarakat yang mengenal dan belajar terapi ini mulai dari kalangan medis maupun non medis.</p>
<p><a title="Hindari Ketergantungan Obat" href="http://www.sembuhalami.com/ebook/" target="_blank"><strong>Buku Karangan</strong></a><br />
Mengarang buku untuk pencegahan 49 penyakit dan nasehat bila terlanjur terkena penyekit. Buku ini berisi pengertian praktis tentang tiap penyakit, ciri dan gejalanya yang bisa dimengerti dengan pemeriksaan laboratorium maupun dari sinyal tubuh itu sendiri.<br />
Bahkan <strong><a title="ebook" href="http://www.sembuhalami.com/ebook/" target="_blank">buku ini</a></strong> menjelaskan dengan logis, ketika pasien masih menderita ketika pemeriksaan medis menyatakan dia sudah sembuh. Tentu saja Pennasia memberikan solusinya dengan tuntas!<br />
<strong><br />
<a title="Alat Penemuan" href="http://www.sembuhalami.com/penemuan-alat-alat-baru-penyembuhan-alami-pennasia.html" target="_blank">Berasal dari Indonesia, Menciptakan Teori dan Alat Sendiri</a></strong><br />
Normalisasi PENNASIA berbeda dengan penyembuhan alami lainnya. PENNASIA mempunyai 12 macam alat yang bentuk dan fungsinya berbeda – beda. <strong><a title="Alat Penemuan" href="http://www.sembuhalami.com/penemuan-alat-alat-baru-penyembuhan-alami-pennasia.html" target="_blank">Alat tersebut</a></strong> sudah dipatenkan dan dapat menjangkau lebih dalam bagian organ tubuh yang sakit, oleh sebab  itu PENNASIA dapat lebih efektif dan efisien dalam menyembuhkan penyakit. Dibawah ini adalah beberapa macam nama alat PENNASIA yang mempunyai fungsi berbeda <strong><a title="Alat Penemuan" href="http://www.sembuhalami.com/penemuan-alat-alat-baru-penyembuhan-alami-pennasia.html" target="_blank">(klik di sini)</a></strong><br />
<strong><br />
<a title="Belajar Pennasia" href="http://sembuhalami.com/belajar-penyembuhan-alami-pennasia.html" target="_blank">Ilmiah dan Dapat Dipelajari</a></strong><br />
Meskipun alat kesehatan banyak dijual bebas, namun belajar Pennasia dan menjadi ahli kesehatan, tentu saja jauh lebih penting. PENNASIA mempunyai spesialisasi dalam menyembuhkan beberapa penyakit, seperti : Migrain, Vertigo, Jantung, Asma, Maag, Rematik, HNP, Sinusitis, Amandel, Batuk kronis, Radang tenggorokan dan Alergi. Biasanya penyakit ini dapat disembuhkan antara 3 – 4 kali perawatan.<br />
Tidak itu saja, perkembangannya melaju dengan pesat hal ini ditandai dengan semakin banyaknya siswa yang belajar dari kalangan medis maupun non medis, untuk membuka prakrek NORMALISASI PENNASIA diberbagai daerah, atau balajar hanya untuk meyembuhkan anggota keluarganya saja.<br />
<a title="Belajar Pennasia" href="http://sembuhalami.com/belajar-penyembuhan-alami-pennasia.html" target="_blank"><strong>Profil dari anggota PENNASIA</strong></a>, berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari medis maupun non medis. Terapi PENNASIA tidak hanya  diminati oleh khalayak non-medis saja, bahkan para dokter yang sudah merasakan Pennasia, merekomendasikan karyawan dan anak-cucunya untuk mengurangi penggunaan obat-obatan.<br />
<strong><br />
Menjadi Warga Dunia</strong><br />
Drs. Azis CW sebagai Penemu Pennasia menjadi member di <a title="www.AllExpert.com" href="http://www.allexperts.com/el/961-9/Respiratory-Allergies-Sinus/" target="_blank"><strong>http://www.allexpert.com</strong></a> tempat para ahli di berbagai bidang menjawab pertanyaan dari seluruh dunia. Website Pennasia yang dapat dikunjungi melalui internet, versi bahasa Indonesia di http://www.SembuhAlami.com dan untuk yang versi Bahasa Inggris dapat dilihat di <strong><a title=" Pennasia Normalization" href="http://www.PennasiaNormalization.com" target="_blank">http://www.PennasiaNormalization.com</a></strong><br />
Alhamdulillah kami direspon dengan sangat baik hal ini diwujudkan dengan adanya warga Inggris, Malaysia dan Singapura yang menjadi pasien,  dan banyaknya respon positif yang kami terima lewat email.<br />
Adanya Normalisasi PENNASIA menambah jumlah sistem penyembuhan yang ada di Indonesia, dengan demikian masyarakat dapat  memilih penyembuhan yang lebih aman dan tidak ada efek sampingnya.</p>
<p><strong>Kegiatan Seminar</strong><br />
Kegiatan PENNASIA tidak hanya merawat dan mengajarkan pada masyarakat, PENNASIA banyak melakukan seminar, mengisi artikel di beberapa majalah kesehatan, dan blog kesehatan di internet. Dengan demikian PENNASIA lebih dikenal oleh masyarakat umum.</p>
<ul>
<li>Acara peluncuran buku “HINDARI KETERGANTUNGAN OBAT” yang diselenggarakan pada tanggal 01 Desember 2006 di RM. AGIS. Acara ini turut dimeriahkan oleh Bp. H. Soenarjo (Wakil Gubernur Jawa Timur), Prof. Dr. Ali Mufrodi, MA (Guru besar IAIN Sunan Ampel), dan Prof. Dr. Muchsin, SH.(Anggota Mahkamah Agung)</li>
</ul>
<p>Dihadiri peserta / undangan seminar perwakilan dari universitas dan Rumah Sakit wilayah Surabaya dan sekitarnya. Juga Dinas sosial, pasien dan masyarakat. Testimoni spontanitas dari para pasien menjadikan Bp. Azis diundang presentasi ke RS Petro Kimia Gresik.</p>
<ul>
<li>Acara seminar kesehatan Paliatif dan Gereatri yang diadakan pada tanggal 12 Agustus 2007 di RM. Taman Apsari  sebagai pembicara adalah dr.  Agus Ali Fauzi, PGD. Pall. MED dan Drs. Azis C. Widoyoko.</li>
</ul>
<p>Acara ini dihadiri juga oleh pasien yang memberikan testimoni secara spontan dan bergantian. Para dokter dan beberapa profesor yang hadir memberikan selamat atas penemuan dan keberadaan Pennasia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembuhalami.com/penyembuhan-paling-efektif.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Testimoni Kesembuhan Migrain Vertigo Darah Tinggi dll</title>
		<link>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-migrain-vertigo-darah-tinggi-dll.html</link>
		<comments>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-migrain-vertigo-darah-tinggi-dll.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 10:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembuhalami.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[PENYEMBUHAN SAKIT KEPALA

Djoko. Surabaya.
Pegawai Negeri ini sudah mencoba berbagai pengobatan alternatif, agar sakit kepala yang muncul tiap bangun tidur dapat hilang. Namun setiap kali mencoba, sakitnya tetap saja datang. Ketika diperiksa, terdeteksi adanya pengerasan di bagian occipitalis, yang mengakibatkan gangguan aliran ke berbagai arah di kepala.
Beberapa lokasi sebenarnya juga mengalami penyumbatan, hanya saja gangguan itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PENYEMBUHAN SAKIT KEPALA</strong><br />
<!-- Smart Youtube --><span class="youtube"><object type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" data="http://www.youtube.com/v/R_k1XOmkjSc&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/R_k1XOmkjSc&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="wmode" value="transparent" /></object></span></p>
<p><em><strong>Djoko. Surabaya.</strong></em><br />
Pegawai Negeri ini sudah mencoba berbagai pengobatan alternatif, agar sakit kepala yang muncul tiap bangun tidur dapat hilang. Namun setiap kali mencoba, sakitnya tetap saja datang. Ketika diperiksa, terdeteksi adanya pengerasan di bagian occipitalis, yang mengakibatkan gangguan aliran ke berbagai arah di kepala.<br />
Beberapa lokasi sebenarnya juga mengalami penyumbatan, hanya saja gangguan itu bisa dikatakan tidak seberapa. Dari keseluruhan penderitaan yang dirasakan, sumber yang sangat berperanan adalah bagian belakang kepala. Pasien ini hanya memerlukan dua kali normalisasi.<br />
Mayoritas pasien, termasuk kedua penderita di atas menunjukkan adanya gangguan pada bagian belakang kepala dan beberapa di bagian samping. Normalisasi untuk kesembuhan sakit kepala ini hanya beberapa kali, tergantung tingkat keparahan. Biasanya dengan 2-3 kali akan sudah dianggap sembuh oleh pasien. Meskipun bagi PENNASIA 1-2 kali terapi diperkirakan baru mendapatkan hasil sekitar 60-70 persen perbaikan.<span id="more-12"></span></p>
<p><strong>PENYEMBUHAN MIGRAIN</strong><br />
<em><strong>Ny. Priyo Hutomo. Surabaya. </strong></em><br />
Istri pegawai pertamina ini sering menderita sakit kepala jenis migrain, setiap kali pengobatan sakit migrain ia mendapatkan dua jenis obat. “Apabila dengan obat ini masih terasa sakit, silakan minum obat yang satunya” kata dokter. Dan memang selalu obat yang ke dua yang sanggup mengatasinya.<br />
Tentu saja alumnus Undip Fak Hukum ini tahu, bahwa dia tidak sembuh secara alami, dan mengalami ketergantungan obat sakit kepala dengan dosis yang cukup tinggi. Setelah mengalami dan merasakan cukup lama, selanjutnya dia ingin terbebas dari ketergantungan obat.<br />
Bagaimanakah solusinya, bila penyembuhan yang ada mayoritas juga menawarkan obat, padahal dia menginginkan terbebas dari ketergantungan obat. Sampai-sampai orang sudah lupa menyebut istilah penyembuhan dan sudah mengganti dengan istilah pengobatan?<br />
Ketika ibu rumah tangga ini datang untuk melakukan konsultasi, yang bersangkutan merasa bahwa inilah yang dia cari selama ini.<br />
Dari wawancara dan sinyal tubuh diketahui bahwa sakit migrainnya terletak pada kepala bagian kiri. Struktur otot bahu dan leher kiri yang mengalami gangguan, berperanan atas terjadinya sakit migrain tersebut.<br />
Ketegangan saraf diatur kembali, sumbatan-sumbatan penyebab sakit kepala dilarutkan dan dihilangkan. Dengan normalisasi, sakit migrainnya dapat disembuhkan, ketergantungan obat telah diatasi. Dada yang sering berdebarpun tak lagi mengganggu.<br />
Pada ibu ini terdeteksi adanya gangguan pada saraf jantung, yang mungkin suatu kasus tersendiri atau akibat sering mengkonsumsi obat sebelumnya.<br />
<em><strong>Emmy. Surabaya. </strong></em><br />
Karena lama dan parahnya, dari wajahnya terpancar kesedihan dan penderitaannya, sebab harus tergantung pada obat dan sering merasakan sakit yang tak kunjung sembuh.<br />
Dari beberapa penyakit yang dideritanya, sakit migrain nya yang paling dirasa menyiksa. Sehingga prioritas utama yang perlu diatasi adalah kasus migrain ini. Setelah menjalani normalisasi sebanyak tiga kali, barulah sakit migrain nya tidak datang lagi.<br />
Untuk mencapai kesembuhan, menurut pengalaman, diperlukan terapi sebanyak tiga hingga empat kali, tergantung dari kondisi pasien. Bagaimana pun , kasus dan tingkat kesulitan yang diderita pasien tidaklah sama. Hanya saja mayoritas pasien sudah merasa puas dengan beberapa kali terapi.</p>
<p><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>VERTIGO<br />
</strong><!-- Smart Youtube --><span class="youtube"><object type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" data="http://www.youtube.com/v/9BDYgKwhbjU&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/9BDYgKwhbjU&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="wmode" value="transparent" /></object></span><strong></strong></p>
<p><strong><em>Damiri. Kediri.</em></strong><br />
Pegawai Negeri ini mengalami sakit vertigo sudah bertahun-tahun. Pengobatan alternatif untuk mencapai kesembuhan pun sudah tidak kurang-kurang. Bahkan ditempuh hingga luar pulau. Pernah kulit kepalanya terbakar dalam suatu upaya menempuh kesembuhan nya. Hal ini menunjukkan bahwa sakitnya memang sangat menyiksa dan keinginan untuk sembuh secara alami memang serius.<br />
Bapak ini langsung mengunjungi PENNASIA ketika mendapatkan informasi. Pertama kali sempat terlihat keraguan di wajahnya. Apakah mungkin sistem ini mampu mengatasi penderitaannya. Rasa pesimis itu pun masih terbawa ketika keluar dari ruang normalisasi, sebelum menulis data dirinya.<br />
Keraguan nya mulai menghilang ketika dia mendapati kenyataan, bahwa dia tidak lagi mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis. Padahal sehari-harinya dia tidak mampu menulis dan membaca lebih dari lima menit. Pasien ini hanya memerlukan tiga kali terapi normalisasi untuk mencapai kesembuhan nya. Dalam kunjungan nya yang lain sakit asma nya turut membaik.<br />
Gangguan yang dialaminya terletak pada bagian bawah telinga, bagian samping-atas kepala dan terutama saraf dan jalan darah bagian mata dan sekitarnya. Alat normalisasi yang digunakan SIRANDA, SIPUT dan VASSI.<br />
<em><strong>Boni. Sumatra. </strong></em><br />
Bapak yang bekerja di Madura ini menderita beberapa kasus di bagian kepala secara bersamaan. Deteksi beberapa dokter yang merawatnya menyatakan bahwa bapak ini menderita Vertigo, migrain, sinus maksilaris, sinus frontalis dan darah tinggi. Kasus ini semuanya dalam katagori berat.<br />
Kehidupan sehari-hari dilalui dengan marah, suram dan murung. Bahkan rekan-rekan sejawatnya sudah faham dan tak ada yang melarang, saat bapak ini banyak tidur di kantornya.<br />
Ketika konsultasi dia sudah merasa bahwa apa yang dikatakan PENNASIA benar adanya. Sinyal atau tanda-tanda yang belum pernah diungkap para ahli yang menanganinya dapat di jelaskan PENNASIA secara urut pada saat itu.<br />
Bapak ini banyak mengalami gangguan berupa penurunan elastisitas otot wajah. Akibatnya lalu lintas aliran darah dan cairan pada wajah dan kepalanya mengalami hambatan. Otot bahu dan sternocleidomastoidnya banyak mengalami penurunan elastisitas, memperkuat gangguan dan tarikan berbagai saraf dan jalan darah penting.<br />
Wajahnya terlihat memerah, tegang dan menakutkan. Sangat berbeda dengan foto wajahnya sebelum menderita panyakit komplikasi ini. Secara keseluruhan, gangguan berat yang dialaminya memang setara dengan sumber kasusnya.<br />
Dengan hati-hati dan seksama, proses normalisasinya memakan waktu yang terhitung lama bagi PENNASIA. Keseluruhan penyakit yang dideritanya vertigo, migrain, sinus maksilaris, sinus frontalis dan darah tinggi dapat disembuhkan dengan 7 (tujuh) kali normalisasi. Pada kunjungan terakhir dia mengatakan, bahwa selama tujuh tahun berada di Jawa Timur, baru saat itulah dia merasakan hidup nikmat.</p>
<p><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>TEKANAN DARAH RENDAH</strong><br />
<em><strong>M. Teguh S. Jember, Jatim. </strong></em><br />
Mahasiswa ITS jurusan elektro ini mengeluhkan sakit darah rendahnya. “Setiap kali lembur hingga lewat pukul 01.00, pagi harinya, pertama kali membuka mata, saya pasti tidak bisa bangun. Menggerakkan kepala pun sulit. Sekeliling kamar serasa berputar” jelasnya.<br />
Ketika ditanyakan kepastian kejadian yang dialaminya, satu-satunya lelaki dari empat bersaudara ini mempertegas ”itu pasti terjadi”. Kondisi ini memang menyulitkan. Apalagi bagi mahasiswa semester akhir yang sudah barang tentu perlu banyak lembur dalam menyelesaikan tugas akhir.<br />
Normalisasi pasien ini dilakukan pada saraf-saraf kepala, terutama pada lokasi a. cerebri media (arteri otak tengah). Selang satu hari kemudian tes dilakukan. Mahasiswa ini tidur setelah pk. 01.30 dinihari. Hasilnya begitu terbangun, kamar tak lagi berputar. Bukan hanya itu, langsung duduk pun bisa.<br />
Alat yang digunakan VASSI, SIRANDA dan SIPUT.</p>
<p><em><strong>Eliana. Panarukan Jawa Timur. </strong></em><br />
Ibu muda ini menderita sakit tekanan darah rendah sudah bertahun-tahun dan mengeluhkan penderitaannya setiap datang bulan. Rasa pusing di kepala dan badan lemah. Jalan keluar yang dia tempuh biasanya dengan pengobatan darah rendah dari dokter. Itu pun dia harus istirahat selama tiga hari tiap menstruasi.<br />
Karena penderitaannya, waktunya banyak yang terbuang, dan beaya ekstra tiap bulan. Disamping itu efek samping dari obat-obatan penghilang rasa sakit yang selalu diminumnya memang menjadi beban pikiran tersendiri.<br />
Dari wawancara dan deteksi yang dilakukan, terdeteksi adanya beberapa gangguan. Dimungkinkan pompa jantungnya kurang kuat. Namun gangguan utama terjadi pada daerah leher, kepala belakang dan sekitar mata.<br />
Hanya dengan tiga kali normalisasi, ibu ini sudah tidak merasakan pusing seperti biasanya, sehingga obat yang telah dipersiapkan tidak jadi diminum. Bahkan rasa lesu dan lemah pun mulai menghilang.</p>
<p><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>TEKANAN DARAH TINGGI</strong><br />
<em><strong>Suparto. Surabaya. </strong></em><br />
Selain ciri-ciri di atas juga dialami, penderita ini mendapatkan reaksi langsung bila makan sate kambing.  Hingga hobinya di bidang ini harus ditinggalkan. Penderita darah tinggi ini menunjukkan indikasi kuat adanya gangguan pada bagian bahu dan lehernya. Namun demikian pada bagian kepala tetap dilakukan normalisasi dengan sebaik-baiknya.<br />
Dengan dua kali normalisasi, pensiunan BRI ini merasakan gangguan darah tingginya mulai berangsur berkurang. Yang lebih memuaskan, sate kambing kesukaannya dapat dinikmatinya kembali. Tentu saja porsi yang boleh dikonsumsinya sebatas porsi normal dan tidak berlebihan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-migrain-vertigo-darah-tinggi-dll.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Testimoni Kesembuhan Berbagai Alergi, Kasus Mulut dan THT</title>
		<link>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-kasus-mulut-dan-tht.html</link>
		<comments>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-kasus-mulut-dan-tht.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 09:46:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembuhalami.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[PENYEMBUHAN ALERGI / GATAL

PENYEMBUHAN ALERGI DEBU / PERNAPASAN

Ny. Arifin. Surabaya.
Dibandingkan dengan penderita yang lain, ibu ini lebih komplit alerginya. Dia menderita alergi gatal terutama saat terkena bedak jenis apa pun, atau membau parfum jenis apa pun. Tentu saja kondisi ini sangat merepotkan, karena sebagai seorang wanita dia sangat ingin memakai bahan-bahan tersebut.
Kasus ini sembuh dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PENYEMBUHAN ALERGI / GATAL</strong></p>
<p><!-- Smart Youtube --><span class="youtube"><object type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" data="http://www.youtube.com/v/JqPFktichf0&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/JqPFktichf0&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="wmode" value="transparent" /></object></span></p>
<p><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>ALERGI DEBU / PERNAPASAN</strong><br />
<!-- Smart Youtube --><span class="youtube"><object type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" data="http://www.youtube.com/v/4aTeXx2rPe8&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/4aTeXx2rPe8&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="wmode" value="transparent" /></object></span></p>
<p><em><strong>Ny. Arifin. Surabaya.</strong></em><br />
Dibandingkan dengan penderita yang lain, ibu ini lebih komplit alerginya. Dia menderita alergi gatal terutama saat terkena bedak jenis apa pun, atau membau parfum jenis apa pun. Tentu saja kondisi ini sangat merepotkan, karena sebagai seorang wanita dia sangat ingin memakai bahan-bahan tersebut.<br />
Kasus ini sembuh dengan tiga kali normalisasi. Gangguan saraf yang ditemukan pada rusuk kanan bagian ke tiga dan ke empat.<br />
<em><strong>Heru. Surabaya.</strong></em><br />
Bartender ini mengalami alergi udara / bersin cukup lama. Tiap pagi selalu bersin berkepanjangan, sehingga merasa rikuh/sungkan kepada para tetangga.<br />
Sebelum disembuhkan Pennasia, pengobatan alergi merupakan solusinya untuk meringankan penderitaan. Demikian juga saat berangkat ke hotel tempatnya bekerja, obat-obatan selalu dibawanya.<span id="more-11"></span><br />
Pemuda ini sembuh dari alerginya setelah menjalani terapi normalisasi sebanyak empat kali pada bagian hidungnya. Saraf di bagian hidung nya tidak lagi over sensitif. Kini dia tak lagi memerlukan obat setiap hari.<br />
Baik jenis alergi debu atau batuk yang tak kunjung sembuh, keduanya sangat berpotensi menjadi asma. Ada yang mengibaratkan bahwa alergi dengan asma hanya terpisah setipis kain. Lebih jelasnya, bila si penderita tidak segera disembuhkan, sangat riskan untuk menderita asma.</p>
<p><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>SARIAWAN</strong><br />
<strong><em>Agus. Sidoarjo.</em></strong><br />
Bermula dari diskusi dengan istilah ‘panas dalam’ yang dideritanya, karena sering mengalami sariawan, sedangkan PENNASIA mengatakan bahwa kasus itu adalah kasus lokal bagian mulut.<br />
Diskusi ini berakhir dengan pembuktian normalisasi bagian mulut, tanpa menyentuh bagian perut. Meski hanya sekali terapi, bapak ini mengaku kondisinya sudah membaik.</p>
<p><em><strong>Jimmy. Surabaya.</strong></em><br />
Hampir tiap minggu menderita sariawan cukup banyak. Semula ragu apakah sariawan nya bisa sembuh, karena menjalani pengobatan sariawan sudah bertahun-tahun, tetapi tetap menderita dan berbagai macam obat serta jamu telah dicobanya. Sakit sariawan nya sembuh setelah kami terapi sebanyak empat kali.</p>
<p><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>BATUK KRONIS</strong><br />
<em><strong>Suprapti. Surabaya.</strong></em><br />
Ibu ini, dan banyak penderita batuk kronis sudah bosan dengan pengobatan batuk nya selama ini. Mereka yang mempunyai tingkat pengetahuan menengah, mayoritas mengkhawatirkan efek samping obat-obatan yang terlalu banyak.<br />
Pasien ada yang ketika ke PENNASIA sudah sakit selama 2 minggu, 1 tahun, 2 tahun, 12 tahun, bahkan ada yang batuknya ketika masih jaman perang dengan belanda. Ada pasien anak-anak, orang dewasa, orang awam, apoteker dan dokter.<br />
Normalisasi yang dilakukan, mulai bagian leher,  dada, rusuk pertama hingga ke tiga atau ke enam. Secara umum normalisasi batuk kronis ini hanya memerlukan frekuensi sekitar 3-6 kali terapi normalisasi.<br />
<strong><br />
</strong><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>RADANG TENGGOROKAN</strong><br />
<em><strong>Prof. Dr. H. Muhsin SH. Surabaya.</strong></em><br />
Dosen ini menderita radang tenggorokan sudah cukup lama. Beliau sangat menderita setiap kali minum es atau makan buah dari kulkas. Tenggorokannya serasa panas dan sakit untuk menelan.<br />
Dokter yang memberikan pengobatan radang tenggorokan mengatakan “penderita radang tenggorokan memang harus menghindari es dan buah dingin selamanya”<br />
“Saya ke dokter tidak mencari jawaban seperti itu. Saya ke dokter mencari solusi agar sembuh dan bisa makan minum seperti orang lain” demikian keluhnya.<br />
Alhamdulillah, setelah 3 kali normalisasi pada bagian tenggorokannya, radangnya sembuh. Hari-hari berikutnya beliau tidak lagi menderita ketika minum es atau makan buah dingin.<br />
<em><strong>Maya. Surabaya.</strong></em><br />
Ketika datang ke PENNASIA kedua orang tua yang mengantar nya terlihat sangat sedih dan gugup. Bagaimana tidak, mahasiswi ini sudah sejak kecil, dan beberapa bulan terakhir ini menderita sakit radang tenggorokan. Pengobatan radang tenggorokan yang diberikan profesor ahli THT tidak menjadikan sakitnya membaik.<br />
Tenggorokan nya terasa panas dan sakit. Bila untuk menelan, sakitnya menjalar sampai ke telinga. Bukan itu saja, kulit di sekitar dada dan lehernya sakit bila disentuh.<br />
Dokter THT terakhir yang dikunjungi sangat low profile. Mendengar keluhan dan riwayat yang berkepanjangan, dokter senior ini berpikir “akhirnya, toh saya akan memberikan obat yang diberikan professor itu juga. Ini bukan kapasitas saya. Ini harus dibawa ke PENNASIA”. Dengan sangat yakin, beliau berkata “Ini sebaiknya dibawa ke PENNASIA malam ini juga. Ini alamatnya, silakan dicatat”<br />
Ketika kami rawat, ternyata mahasiswi ini bukan hanya radang pada tenggorokannya. Pembuluh darah a.carotis, v.jugularis dan otot sternocleidomastoid nya juga mengalami peradangan. Kami bisa memaklumi, mengapa obat-obatan yang demikian banyak tidak mampu mengatasinya.<br />
Normalisasi pertama dan kedua sudah menunujukkan kemajuan yang menggembirakan. Rasa panas menghilang, untuk menelan juga sudah tidak sakit. Telinga yang sakitpun sudah tidak terasa lagi. Perawatan berikutnya hanya untuk penyempurnaan saja.<br />
<em><strong>Rahmat. Surabaya.</strong></em><br />
Mengalami gangguan radang tenggorokan sudah bertahun-tahun. Tenggorokan nya juga panas dan sakit untuk menelan. Apalagi kalau terkena asap rokok. Beberapa bulan terakhir harus selalu minum obat, bahkan minimal seminggu sekali harus mengunjungi dokter.<br />
Ketika mendapatkan perawatan PENNASIA sakitnya berangsur sembuh. Pantanganpun tidak merepotkan lagi. Normalisasi radang tenggorokan 3-4 kali terapi.</p>
<p><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>AMANDEL</strong><br />
<em><strong>Bunga Agusti. Surabaya.</strong></em><br />
Anak ini menderita sakit amandel. Menurut sang ibu sejalan dengan kesehatannya yang  menurun, nilai raport nya kurang memuaskan. Kegiatan sehari-hari sedikit banyak menunjukkan adanya perubahan. Si anak kadang terlihat lesu dan malas-malasan.<br />
Pada pemeriksaan awal didapatkan pembengkakan pada kelenjar amandel. Bagian kanan relatif lebih besar, meskipun keduanya menunjukkan adanya pembesaran. Otot leher di sekitar nya menunjukkan adanya kelainan dari kondisi normal.<br />
Normalisasi dilakukan agar proses keluar masuknya aliran anti bodi dan zat-zat penyembuh menjadi lancar. Bakteri pengganggu dapat dibunuh dan dikeluarkan. Pembengkakan dapat dikurangi, kotoran yang berada di dalam kelenjar dapat dibuang dan diganti dengat zat-zat yang diperlukan. Struktur otot diatur kembali agar proses di atas berjalan lancar.<br />
Setelah proses normalisasi dan kondisi sakit amandel nya diatasi, kesehatan anak ini membaik demikian pula nilai rapor nya. Hal ini karena dengan kesehatan yang baik, proses belajar tidak terganggu oleh sakitnya.</p>
<p><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>SAKIT GIGI</strong><br />
<em><strong>Tatik. Surabaya.</strong></em><br />
Staf BKKBN ini sering sakit gigi. Saat mengantar putranya untuk perawatan asma dan mulai membaik, ibu ini bercerita tentang pengobatan sakit giginya.<br />
Ketika ditanya ‘apakah ingin dirawat sekalian?’<br />
Jawabnya ‘lho, PENNASIA bisa juga menyembuhkan sakit gigi? Saya sudah habis dua resep dokter tapi masih sakit’. Ibu ini heran ketika dirawat selama sepuluh menit rasa sakitnya sudah menghilang. Perawatan yang kedua dan ke tiga merupakan penyempunaan agar sakitnya tidak kambuh lagi.<br />
Pengobatan sakit gigi bila tidak efektif lagi, sangat tepat bila disembuhkan oleh sistem Pennasia.<br />
<em><strong>Rahmania. Surabaya.</strong></em><br />
Gusinya sering berdarah. Pagi hari saat harus gosok gigi, ibu ini sudah hafal bahwa nanti akan ada pendarahan di giginya. Hal ini sudah berjalan bertahun-tahun. Pengobatan dan gizi tidak diragukan lagi karena sering ke dokter spesialis. Namun tetap saja hal itu sering terjadi di pagi hari.<br />
Dengan  tiga kali normalisasi, kasus ini sudah dapat disembuhkan. Kasusnya hanya kepadatan gusinya selama ini terlalu lemah dan density nya tidak merata. Juga ujung pembuluh darahnya mudah terluka. Normalisasinya dengan alat SIPUT yang mempunyai empat fungsi dan VASSI yang mempunyai empat fungsi juga. Perawatan dilakukan pada sepanjang gusi, dan arteri bagian mandibula dan leher.</p>
<p><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>RADANG KELENJAR LUDAH</strong><br />
<em><strong>Indratno. Surabaya.</strong></em><br />
Saat makan misalnya, si anak tahu-tahu meninggalkan meja menuju kamar kecil untuk meludah. Kejadian yang berlangsung berulang kali ini akan menurunkan selera makan yang lain. Atau saat pelajaran sekolah, kebiasaan ini akan menjadikan si anak ketinggalan pelajaran dan mengganggu proses balajar mengajar.<br />
Siswa ini, dan mayoritas penderita kelenjar ludah, semula hanya mengeluhkan sakit amandel atau sakit yang lain. Saat proses normalisasi barulah terdeteksi adanya gangguan pada kelenjar ini. Sayangnya radang kelenjar ludah ini tidak banyak yang memahami dan hanya dianggap kebiasaan tidak baik bagi yang sering meludah.<br />
Anak-anak yang menderita sakit ini tidak jarang harus menerima nasehat atau kemarahan orang tuanya, karena sering meludah tanpa mengenal tempat dan waktu. Jangan terburu-buru menyalahkan penderita karena sering meludah. Sebaiknya berilah nasehat secara baik-baik, atau carikan jalan keluar penyembuhannya.</p>
<p><strong>PENYEMBUHAN </strong><strong>RADANG PITA SUARA</strong><br />
<em><strong>Ny. Baroto. Jakarta.</strong></em><br />
Istri pejabat ini mengalami radang pita suara dan merasakan sakit bila berbicara. Suaranya nyaris tak terdengar. Bila dipaksakan, rasa sakit akan semakin terasa. Obat yang diminumnya kebetulan tidak cocok dan mengakibatkan alergi dan gatal-gatal. Normalisasi ibu ini hanya memerlukan tiga kali terapi. Suaranya sudah normal kembali dan tidak lagi merasa sakit ketika berbicara.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-kasus-mulut-dan-tht.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Testimoni Kesembuhan Berbagai Penyakit Dalam</title>
		<link>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-penyakit-dalam.html</link>
		<comments>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-penyakit-dalam.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 09:34:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembuhalami.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[MENYEMBUHKAN SAKIT KOMPLIKASI

MENYEMBUHKAN SAKIT JANTUNG


MENYEMBUHKAN SAKIT ASMA

Ninis. Ponorogo Jatim. 
Mahasiswa Unair ini telah menderita asma selama tujuh tahun. Pergaulannya serasa terganggu akibat rasa rendah diri karena sakit sesak napas. Terutama apabila harus berbicara dengan lawan jenis. Timbul kekhawatiran jangan-jangan nanti dijauhi teman-temannya. Kekhawatiran seperti ini tidak sepenuhnya salah, sebab sebagian masyarakat memang masih menganggap penyakit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>KOMPLIKASI<br />
</strong><!-- Smart Youtube --><span class="youtube"><object type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" data="http://www.youtube.com/v/tiYJdQ7zalY&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/tiYJdQ7zalY&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="wmode" value="transparent" /></object></span><strong></strong></p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>JANTUNG</strong></p>
<p><!-- Smart Youtube --><span class="youtube"><object type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" data="http://www.youtube.com/v/i8ZJm6KR0Zc&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/i8ZJm6KR0Zc&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="wmode" value="transparent" /></object></span></p>
<p><span id="more-10"></span></p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>ASMA</strong></p>
<p><!-- Smart Youtube --><span class="youtube"><object type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" data="http://www.youtube.com/v/zmnOEWNR4B8&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/zmnOEWNR4B8&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="wmode" value="transparent" /></object></span></p>
<p><strong><em>Ninis. Ponorogo Jatim. </em></strong><br />
Mahasiswa Unair ini telah menderita asma selama tujuh tahun. Pergaulannya serasa terganggu akibat rasa rendah diri karena sakit sesak napas. Terutama apabila harus berbicara dengan lawan jenis. Timbul kekhawatiran jangan-jangan nanti dijauhi teman-temannya. Kekhawatiran seperti ini tidak sepenuhnya salah, sebab sebagian masyarakat memang masih menganggap penyakit asma ini dapat menular dan tidak dapat disembuhkan.<br />
Pemuda ini menunjukkan gangguan kuat pada diafragma perut dan penurunan elastisitas otot punggungnya. Meski pun cukup rumit, namun setelah tujuh kali perawatan, penyakit asma ini dapat disembuhkan.<br />
Pasien ini sebelumnya harus menjalani pengobatan asma dan menghabiskan 50 (lima puluh) butir obat setiap minggu ini, kini dapat tidur dengan nyenyak dan tak memerlukan pil lagi. Kalau sebelumnya dia harus menelan pil, agar tidak kambuh saat menghadap atasan, kini dia dapat berbicara dengan tenang.<br />
<em><strong>Istyanti. Sidoarjo.</strong></em><br />
Ibu muda ini datang ke PENNASIA dalam keadaan pucat dan terengah-engah. Sakit asmanya muncul secara tiba-tiba dan kondisinya cukup berat. Gangguan terdeteksi pada otot dada dan penurunan elastisitas otot punggungnya. Setelah ditangani kondisinya langsung membaik.<br />
Kehadiran berikutnya hanya merupakan penyempurnaan dari kasus tersebut. Untuk mencapai kondisi yang cukup baik, normalisasi yang diperlukan ibu ini kurang lebih sebanyak 4 kali.</p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>JANTUNG</strong></p>
<p><!-- Smart Youtube --><span class="youtube"><object type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" data="http://www.youtube.com/v/7IjEZYCN9aw&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/7IjEZYCN9aw&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="wmode" value="transparent" /></object></span></p>
<p><strong><em>Riyadi. Jember.</em></strong><br />
Bapak ini merasakan mudah terkejut pada berita-berita yang sebenarnya biasa saja bagi orang lain. Juga dadanya selalu berdebar setiap kali bangun tidur. Keluhan serupa banyak disampaikan oleh penderita lain. Gangguan saraf dan penyumbatan jalan darah pedagang elektronik ini terdapat pada daerah sekitar uluhati dan rusuk kiri, ke lima dari atas.<br />
Sakit jantung, normalisasi pada bagian dadanya menggunakan alat SIPUT bagian HEAD, HOOK maupun TAIL. Dibantu alat BASA, CAKRA  bagian TORSI, ARCO maupun ARFA. Sedangkan bagian punggungnya menggunakan alat CITRA dan dibantu dengan alat BASEM.<br />
Setelah mendapatkan normalisasi PENNASIA, ketika kembali ke Jember mendapat berita kecelakaan. Saudaranya merasa heran karena bapak ini tidak menunjukkan keterkejutan lagi.<br />
<strong><em>Sumarsono. Surabaya. </em></strong><br />
Merasakan dadanya mudah berdebar-debar ketika mendengar truk / tronton lewat di dekat kantornya. Pegawai yang bekerja di Tanjung Perak ini merasa kesulitan dengan kondisi nya. Apalagi memang kantornya berdekatan dengan lalulintas kendaraan besar.<br />
Dokter menyatakan bahwa dia memang menderita dan memberikan pengobatan sakit jantung. Tanpa setahu dokter nya, dia juga menjalani  normalisasi PENNASIA. Setelah terapi normalisasi sebanyak dua kali, dokter menyatakan jantungnya sudah baik. Tetapi pasien ini masih merasakan jantungnya berdebar ketika ada truk lewat samping kantornya.<br />
Setelah mendapat normalisasi lanjutan sebanyak tiga kali, dia tidak lagi merasakan gangguan pada dadanya. Meskipun ada truk yang melewati sebelah kantornya. Pennasia memang sangat efektif menyembuhkan sakit jantung.</p>
<p><!-- Smart Youtube --><span class="youtube"><object type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" data="http://www.youtube.com/v/rq98wMhFy5g&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/rq98wMhFy5g&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="wmode" value="transparent" /></object></span><br />
<em><strong>Budi. Surabaya.</strong></em><br />
Menderita sakit jantung dan menjalani opname selama beberapa hari. Setelah pulang, pasien ini menjalani pengobatan jantung namun berjalan pun masih tersengal-sengal, bahkan hanya untuk berjalan beberapa langkah saja. Ketika konsultasi dengan spesialis jantung yang selama ini merawatnya, pengusaha ini diberi alamat PENNASIA.<br />
Wiraswastawan ini berpikir praktis ‘kalau dokter jantung memberi alamat kepada saya untuk merawatkan jantung, pasti ini bagus’ katanya. Tanpa menggunakan obat sama sekali pasien ini membaik dengan tujuh kali normalisasi. Pada perawatan yang ke tiga, bapak ini sudah mengendarai sepeda motor dan tidak merasakan gangguan apapun.<br />
Dokter yang merawat pengusaha ini menyatakan kondisi jantungnya bagus, dan tidak tahu kalau obat nya sama sekali tidak diminum. Normalisasi Pennasia senantiasa berpihak pada apa yang dirasakan pasien dan bukan semata-mata melakukan penyembuhan, atas dasar pemeriksaan alat-alat medis saja.</p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>SAKIT MAAG</strong><br />
<strong><em>Eko. Surabaya. </em></strong><br />
Pertamakali datang menceritakan tiga kesulitan yang dialami. Bagian kaki, perut, dan mata. Normalisasi  memang tidak disarankan sekaligus. Sebaiknya dipilih menurut skala prioritas. Setelah kesulitan di bagian kakinya teratasi, alumnus ITS ini menceritakan sakit maag nya.<br />
Merasakan penderitaan di bagian perut, lelaki ini benar-benar tidak berani makan terlambat. Sakit maag nya kambuh begitu pantangan tersebut dilanggar. Akibatnya selain perut terasa sakit,wajah menjadi pucat, dan seluruh tubuh berkeringat. Membuat keluarganya khawatir.<br />
Sakit maag yang disebabkan luka permukaan lambung segera rawat. Saraf-saraf perut dan sekitarnya ditata secara rapi dan natural. Untuk mengetahui kebenaran teori dan keberhasilan normalisasi , esoknya dilakukan tes. Penderita dipersilakan untuk menunda makan siangnya. Selang satu minggu datang kembali dan mengabarkan, maag nya tidak sakit lagi walau makan sengaja diterlambatkan. Pada kasus lain matanya yang berair, kini juga sudah kembali normal.<br />
<em><strong>Syahdan Eff. Tapin Kalimantan Selatan. </strong></em><br />
Parahnya sakit maag yang dideritanya sampai mengakibatkan perut sakit ketika dia naik sepeda motor hanya sejauh satu kilometer. Konon segala pantangan dijalaninya untuk menghindarkan kambuhnya sakit ini.<br />
Selang satu hari setelah normalisasi PENNASIA, bapak ini mencoba naik sepeda motor sejauh 10 (sepuluh) kilometer. Ternyata sakit itu tak datang lagi. Bahkan buah nanas yang biasanya menjadi pantangannya, kini tidak lagi menyakitinya, meski makan dua buah langsung.<br />
Penderita kronis, yang biasanya meninggalkan kewajiban di bulan puasa, dapat menjalankan ibadah puasanya kembali. Terapi penyembuhan atau normalisasi yang diperlukan hanya +3 kali. Pada penderita komplikasi dengan penyakit dalam lain memerlukan terapi lebih banyak.</p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>USUS BUNTU<br />
</strong>httpV://www.youtube.com/watch?v=zdcHekENDwM</p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>THYPUS</strong><br />
<em><strong>Raka. Surabaya.</strong></em><br />
Anak usia 3 tahun ini sering keluar masuk rumah sakit akibat tipesnya yang sering kambuh. Tiga hari setelah opname yang terakhir, anak ini dibawa ke tempat praktek kami. Wajahnya terlihat menderita dan lelah. Tubuhnya kurus karena susah makan dan baru keluar dari rumah sakit. Bibirnya pecah-pecah karena sariawan.<br />
Ketika kami raba bagian perutnya, terasa panas menunjukkan tipesnya belum sembuh. Namun diperbolehkan pulang dari rumah sakit, karena pemeriksaan laboratorium sudah menunjukkan kesembuhan. Rasa panas yang berlebih dari tubuh kita, menunjukkan adanya infeksi di suatu lokasi.<br />
Setelah enam kali normalisasi, anak ini tidak pernah lagi opname ke rumah sakit, dan tetap sehat. Anak ini semakin pintar saja. Ketika suatu saat merasa ada gangguan di tubuhnya, dia bisa mengatakan ‘Ma, ke Pak Azis yuk, Raka badannya agak sakit’</p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>LIVER</strong><br />
<em><strong>Priyo. Surabaya. </strong></em><br />
Pengusaha ini menderita sakit liver sudah bertahun-tahun dan harus selalu minium obat untuk mempertahankan kondisinya. Itupun SGPT dan SGOT nya masih di atas ambang batas normal. Setelah mendapatkan perawatan PENNASIA sebanyak 4 kali, bapak ini merasakan tubuhnya membaik. SGPT dan SGOT nya pun berada pada angka normal meskipun tidak minum obat-obatan lagi.<br />
Perlu diketahui bahwa mulai terapi yang pertama, bapak ini sudah langsung meninggalkan obat. Juga seperti yang dialami oleh pasien ini.<br />
<strong><em>Tri Oka. Sidoarjo. </em></strong><br />
Pegawai negeri ini bahkan pernah mengalami masa-masa kritis. Sahabatnya membesuk dan menganjurkan agar segera ke PENNASIA. Hari berikutnya kepala sekolah ini mendapatkan perawatan. Meskipun mendapat fasilitas gratis pembelian obat-obatan, bapak ini lebih suka sehat alami dan melepaskan diri dari ketergantungan obat. Terapi yang dilakukan sebanyak + 3 kali.<br />
<em><strong>Evanto. Jakarta.</strong></em><br />
Pengusaha ini sejak muda merasa mudah lelah. Apalagi setelah punya istri. Setiap melaksanakan kewajibannya sebagai suami, tubuh rasanya lunglai, bahkan sampai pagi tetap belum pulih staminanya. Pemeriksaan laboratorium tidak menunjukkan kelainan pada organ livernya,<br />
Dari kondisi tersebut, PENNASIA tetap berpendapat bahwa livernya tidak baik karena proses metabolisme tidak maksimal. Setelah kita normalisasi 3-4 kali, pengusaha ini merasa bahwa kondisinya sudah membaik. Hubungan suami istri tidak menjadikannya kelelahan lagi. Kelelahan pun cepat pulih kembali.<br />
Mayoritas pasien, pada kasus tunggal, merasakan tubuhnya membaik setelah tiga kali terapi. Bagi yang menjalani tes laboratorium, angka hasil pemeriksaan menunjukkan, bahwa kondisi pasien berada dalam keadaan normal.</p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN </strong><strong>SAKIT GINJAL</strong><br />
<em><strong>Sastro. Madiun. </strong></em><br />
Tubuhnya serasa sakit semua, pinggang sakit dan tidak ada nafsu makan. Sempat terucap apakah dia sudah akan meninggal dan apakah sakitnya masih bisa disembuhkan.<br />
Pertama kali dirawat oleh PENNASIA, esoknya tubuhnya langsung terasa membaik. Terapi berikutnya hanya merupakan proses penyempurnaan untuk mencapai kesembuhan yang lebih baik.<br />
<em><strong>Kuswari. Surabaya.</strong></em><br />
Menderita sakit ginjal selama 6 tahun. Karena faktor biaya, pengobatan tidak dia jalani. Selama itu pula penderita ini menjadi bahan tertawaan teman-temannya. Masalahnya setiap kali akan berdiri, penderita ini harus merayap-rayap menghindari sakit di bagian pinggangnya.<br />
Dengan perawatan yang seksama PENNASIA hanya memerlukan empat kali normalisasi. Bp. Kuswari merasakan tubuhnya membaik dan tidak lagi merayap-rayap bila bangun dari duduknya.<br />
<em><strong>Ermanu. Surabaya.</strong></em><br />
Saat datang ke tempat praktek, penderita ini mengalami pembengkaan pada bagian wajah, jari-jari tangan dan kakinya. Berbagai obat dan jamu sudah dicobanya, tetapi ternyata kurang berhasil.<br />
PENNASIA mendeteksi kondisi ginjalnya, ternyata ginjal penderita ini tertekan dan membengkak dan tidak pada posisinya yang normal. Dengan dua kali terapi normalisasi bengkak pada wajah dan jarinya mulai menghilang. Kondisinya benar-benar baik setelah enam kali terapi normalisasi, tanpa obat.</p>
<p>Normalisasi untuk mencapai kondisi baik, + tiga kali, untuk sakit ginjal tingkat sedang. Parameter kesembuhannya, pasien merasakan gejala dan keluhan sakit menghilang. Untuk pemantapan, pasien dipersilakan memeriksakan diri di laboratotium.</p>
<p><strong>MERAWAT </strong><strong>DIABETES</strong><br />
<strong><em>Sumaiyah. Jombang.</em></strong><br />
Penderita diabetes ini merasakan seluruh tubuhnya gatal-gatal, muncul bintik-bintik di seluruh tubuhnya. Ke dua kakinya terasa panas dan kesemutan. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar gula dalam darahnya sebesar 400 bahkan pernah 600. Melihat kondisinya yang mengenaskan, keluarga yang membesuk banyak yang menangis seakan mereka tidak akan bertemu lagi.<br />
Normalisasi untuk penderita ini dilakukan bertahap. Pada terapi yang ketiga kali, pasien ini merasakan panas dan gatal pada kakinya berangsur hilang. Perawatan berikutnya berhasil menghilangkan gatal-gatal di seluruh tubuhnya. Demikian juga kulitnya mulai berangsur membaik. Alat yang digunakan untuk perawatan adalah VASSI bagian SPIN dan CITRA bagian TARSA.<br />
Setelah terapi yang ke sepuluh kali, pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar gulanya mendekati normal. Hanya saja ibu ini tetap melakukan diet yang cukup ketat agar kondisinya tetap baik.<br />
<em><strong>Sunarti. Surabaya.</strong></em><br />
Ibu ini menderita gangguan mata setelah menderita diabetes. Matanya mulai kabur dan pandangannya kurang jelas. Hal ini menunjukkan bahwa saraf di bagian matanya terganggu akibat endapan gula yang terbawa oleh aliran darah ke bagian tersebut. Setelah tiga kali normalisasi, matanya mulai terasa terang kembali.<br />
Sakit diabetes ini memang sakit yang paling merepotkan. Kadar gula dalam darah yang berlebih ini beredar ke seluruh tubuh. Bagian-bagian yang lemah atau strukturnya kurang baik, mengalami gangguan akibat masuknya gula dalam jumlah banyak dan terus menerus.<br />
Bagian yang strukturnya kurang baik akan terjadi pengendapan. Pada daerah kaki hal ini mengakibatkan efek yang beragam. Kaki terasa berat, kesemutan atau panas. Bahkan ada bagian-bagian yang menghitam akibat endapan gula ini menghalangi proses pergantian sel.</p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>DIARE</strong><br />
<em><strong>Suparman. Surabaya.</strong></em><br />
Menderita sembelit sudah lama. Ketika dirawat sebuah RSU di Surabaya, berbagai obat sudah diberikan kepadanya. Tetapi tidak ada yang mempan dan tetap susah buang air besar. Akhirnya oleh dokter diberikan obat pamungkas. Bapak yang sudah berusia 60 an ini akhirnya bisa buang air besar, tetapi menderita diarhea yang tidak kunjung sembuh.<br />
Menurut beliau ke tujuh dokter yang merawatnya, termasuk profesornya sampai bingung mengatasi hal ini. Selama beberapa bulan, selain diarhea pada siang hari bapak ini mengalami diarhea antara 7 – 15 kali tiap malam.<br />
“Saya lebih baik mati saja dari pada harus menderita seperti ini. Saya harus kesakitan tiap malam dan tidak bisa tidur”<br />
Penderita ini sembuh dengan 4 kali normalisasi PENNASIA. Alat yang digunakan adalah TANDUK dengan bagian GASTRO  dan GASTRIN, alat VASSI dengan bagian SPIN dan alat SIPUT bagian TAIL.</p>
<p><strong>MENYEMBUHKAN SAKIT </strong><strong>SEMBELIT</strong><br />
<em><strong>Ny. Makruf. Surabaya.</strong></em><br />
Setelah keluhan utama, sakit jantungnya membaik, ibu ini menyampaikan bahwa dia mengalami susah buang air besar setelah menjalani operasi ambeien.<br />
Selama tiga tahun, setiap hari ibu ini harus menggunakan obat pencahar untuk buang air besar. Karena sudah berulangkali mencoba tanpa pencahar tidak berhasil, ibu ini menganggap bahwa itu suatu kewajaran akibat operasi ambeien.<br />
Ibu ini dapat buang air besar dengan normal setelah kami rawat 4 kali normalisasi. Kemungkinan kasusnya, saraf dan otot sekitar operasi ambeien ikut melemah akibat obat bius waktu itu, dan tidak segera pulih.<br />
Dengan sistim abrasi, penurunan elastisitas otot-otot penunjang di daerah itu diperbaiki. Aliran darah di lancarkan dan elastisitas usus besar dinormalkan. Alat yang digunakan adalah VASSI, TANDUK dan SIPUT.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-penyakit-dalam.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Testimoni Kesembuhan Berbagai Sakit Rahim</title>
		<link>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-sakit-rahim.html</link>
		<comments>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-sakit-rahim.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 09:28:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembuhalami.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[NYERI DATANG BULAN
I.A. Maha Dewi. Denpasar Bali. 
Mahasiswi Untag Surabaya ini setiap kali menstruasi, rasa sakit selalu datang. Menurut keterangannya, sakit sampai tak tertahankan. Dan tidak jarang gadis ini pingsan akibat tak dapat menahan rasa sakit.
Ketika pengendoran ligamentum, normalisasi saraf dan letak rahim dilakukan, dari bagian perut, semula ada rasa khawatir. Namun ketika datang tamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NYERI DATANG BULAN</strong><br />
<em><strong>I.A. Maha Dewi. Denpasar Bali. </strong></em><br />
Mahasiswi Untag Surabaya ini setiap kali menstruasi, rasa sakit selalu datang. Menurut keterangannya, sakit sampai tak tertahankan. Dan tidak jarang gadis ini pingsan akibat tak dapat menahan rasa sakit.<br />
Ketika pengendoran ligamentum, normalisasi saraf dan letak rahim dilakukan, dari bagian perut, semula ada rasa khawatir. Namun ketika datang tamu rutinnya dia kaget karena tidak merasakan sinyal awal seperti biasanya. Saat itu baru dia yakin bahwa sakit saat menstruasi ini dapat disembuhkan dan tidak memerlukan obat penghilang rasa sakit.<br />
<em><strong>Sugiarti. Surakarta.</strong></em><br />
Penderita ini mengalami gangguan yang hampir sama. Tersiksa setiap datang bulan, badan terasa lemah, sakit dan perlu istirahat. Penderitaan itu sudah bertahun-tahun dan selama ini dia memang mengkonsumsi obat-obatan, meskipun ada juga kekhawatiran tentang efek sampingnya.<span id="more-9"></span><br />
Alat yang digunakan adalah SIPUT bagian HEAD dan VASSI bagian SPIN. Fungsinya untuk memperlancar arteri yang berhubungan dan mengendorkan ligamentum penyangga rahim. Sehingga aliran darah lancar dan bagian servik mempunyai tarikan yang seimbang.</p>
<p><strong>DATANG BULAN TIDAK TERATUR</strong><br />
<em><strong>Yanti. Madura.</strong></em><br />
Ibu ini mengalami masa menstruasi yang cukup panjang, sekitar dua bulan. Berulangkali mengkonsumsi obat dokter dan cukup berhasil. Masalahnya, bila tidak minum obat, haidnya panjang lagi. Demikian berjalan bertahun-tahun.<br />
Pernah terucap secara langsung kepada dokternya ‘Dok, saya sudah capek minum obat. Kapan saya sembuhnya? Dokternya hanya tersenyum saja. Setelah diberitahu adiknya yang sudah sembuh, ibu ini mengatur kunjungan ke PENNASIA dan sembuh setelah 4 kali normalisasi.</p>
<p><strong>KEPUTIHAN</strong><br />
<strong><em>Arinta. Sidoarjo. </em></strong><br />
Ibu ini menyampaikan bahwa menderita keputihan sudah cukup lama. Cairan yang keluar juga cukup banyak dan sangat mengganggu. Namun berbagai upaya tidak membuahkan hasil.<br />
Ketika normalisasi oleh PENNASIA dilakukan, esoknya reaksi penyembuhan langsung terasa. Banyak mengeluarkan keringat pada sore hari. Hari berikutnya keputihan tidak pernah datang lagi.<br />
<em><strong>Dewi L. Sidoarjo.</strong></em><br />
Mengalami hal yang hampir sama. Setelah rahimnya dikuret, ibu ini mengalami keputihan yang berkepanjangan. Bahkan di sekitar rahim tersentuhpun sakit, sehingga sang suami terpaksa ikut ‘berpuasa’ berbulan-bulan.<br />
Setelah mendapatkan perawatan, malam harinya keluar keringat banyak sekali sehingga muncul kekhawatiran dan pikiran yang tidak-tidak. Untung sang suami mengingatkan petunjuk dari PENNASIA untuk menenangkan sang istri.<br />
Esoknya keputihan berangsur berhenti dan sakit yang diderita berangsur-angsur berkurang. Terapi berikutnya hanya merupakan penyempurnaan penyembuhan. Ibu ini selain mengalami keputihan, juga mengalami kasus rahim salah posisi akibat kuret yang kurang hati-hati.<br />
<em><strong>Tunik. Semarang.</strong></em><br />
Ibu ini sudah putus asa dalam berikhtiar untuk menyembuhkan keputihannya. Bertahun-tahun usahanya tidak berhasil, bahkan merasa kalau umurnya mungkin tidak panjang lagi, seperti ibunya. Temannyalah yang tidak berputus asa mencarikan iformasi.<br />
Ketika temannya mendapat info tentang PENNASIA, tidak banyak cerita, ibu ini langsung dibawa untuk dirawat. Setelah terapi tiga kali, ibu ini pulih kembali semangatnya untuk hidup. Ternyata keputihannya bisa sembuh.<br />
<strong><br />
POSISI RAHIM YANG BERUBAH</strong><br />
<em><strong>Untari. Surabaya.</strong></em><br />
Karyawati ini cukup lama  mengalami sakit datang bulan, dan mempunyai kebiasaan pijat urat di kampungnya. Pernah mendapat nasehat agar menjalani terapi PENNASIA  saja, dan tidak melanjutkan kebiasaan pijat perut yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Namun hal itu tidak ditanggapi dan melanjutkan kebiasaannya.<br />
Ketika suatu saat mengalami sakit, penderitannya tidak tertahan lagi, pasien ini benar-benar tersiksa. Tubuhnya berguling-guling akibat kesakitan, yang diakibatkan pijat pada malam sebelumnya. Kami menemukan pasien ini mengalami pergeseran otot rahim, otot perut, bahkan hingga otot-otot pada tulang rusuknya.<br />
Penyembuhan rahim salah posisi ini benar-benar tidak cocok melalui pengobatan. Karena obat tidak akan mampu menggeser organ tersebut. Penderitaan hanya berkurang karena penghilang rasa sakit. Obat-obatan hanya akan menyengsarakan penderita dalam jangka panjang, karena penumpukan obat di dalam tubuh.</p>
<p><strong>SAKIT AKIBAT OPERASI</strong><br />
<em><strong>Insukatminingsih. Surabaya.</strong></em><br />
Ibu ini menjalani operasi tumor kandungan. Beberapa bulan kemudian dia mulai merasakan penderitaan. Perutnya yang dulu tidak pernah sakit, sekarang mulai sering kram dan sakit luar biasa.<br />
Hampir seminggu sekali sakitnya kambuh. Tubuhnya berguling-guling, sambil mengerang dia menjambak rambutnya. Penderitaan ini berlangsung kurang lebih satu jam, lalu berangsur menghilang.<br />
Dokter yang mengoperasi dan dokter-dokter lain yang dia hubungi mengatakan dia ‘tidak mengalami gangguan apa-apa’, kecuali hanya sakit maag saja. Padahal penderita ini mengalami penderitaan selama satu jam tiap minggu selama kurang lebih sepuluh tahun.<br />
<em><strong>Lubna. Sidoarjo.</strong></em><br />
Beberapa bulan setelah mengalami operasi caesar, penderita ini merasakan penderitaan pula. Berbeda dengan penderita di atas, penderita ini tidak hanya kambuh tiap minggu. Ibu muda ini menderita setiap saat selama dua tahun. Setiap disentuh perut dan bagian sekitar rahimnya mengalami kesakitan.<br />
Sebagaimana penderita di atas, penderita ini pada pemeriksaan lanjutan yang telah menghabiskan banyak biaya di Batam maupun di Jakarta, tidak ditemukan kelainan yang ada.<br />
Permasalahan yang terjadi tidak jauh berbeda. Karena jahitan bekas operasi yang kurang teliti menjadikan penderitaan yang berkepanjangan.<br />
Dulu, ketika diterima di fakultas kedokteran tidak semahal sekarang, hampir dapat dipastikan bahwa tingkat kecerdasan rata-rata calon dokter ini lebih baik dibandingkan dari fakultas lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembuhalami.com/testimoni-kesembuhan-sakit-rahim.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kesembuhan HNP, Rematik, Pengeroposan dll</title>
		<link>http://www.sembuhalami.com/kesembuhan-hnp-rematik-pengeroposan-dll.html</link>
		<comments>http://www.sembuhalami.com/kesembuhan-hnp-rematik-pengeroposan-dll.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 09:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sembuhalami.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[LIPPING

SARAF TERJEPIT / HNP / SAKIT PINGGANG 
R. Hartawan Denpasar Bali.
Mahasiswa ITS ini mengalami sakit pinggang dan tak dapat bangun. Turun dari kendaraan yang mengantarnya, dia berjalan tertatih-tatih berpegangan tembok akibat kesakitan. Penderita ini mengalami dislokasi otot pinggang bagian kanan, lumbal 3-5 akibat sering diinjak-injak dan menghentakkan kaki. Sakit pinggang ini meskipun tidak berbahaya tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LIPPING<br />
</strong><!-- Smart Youtube --><span class="youtube"><object type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" data="http://www.youtube.com/v/tFLkm9JPuzY&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/tFLkm9JPuzY&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="wmode" value="transparent" /></object></span></p>
<p><strong>SARAF TERJEPIT / HNP / SAKIT PINGGANG </strong><br />
<em>R. Hartawan Denpasar Bali.</em><br />
Mahasiswa ITS ini mengalami sakit pinggang dan tak dapat bangun. Turun dari kendaraan yang mengantarnya, dia berjalan tertatih-tatih berpegangan tembok akibat kesakitan. Penderita ini mengalami dislokasi otot pinggang bagian kanan, lumbal 3-5 akibat sering diinjak-injak dan menghentakkan kaki. Sakit pinggang ini meskipun tidak berbahaya tetapi menyiksa. Alat yang digunakan untuk normalisasi adalah VASSI bagian SPIN, STENSI dan alat CITRA bagian PSOMA. SPIN dan STENSI untuk merawat permukaan otot pinggang, sedangkan PSOMA untuk merawat otot pinggang bagian dalam. Dengan demikian, elastisitas dan regangan otot di pinggang membaik. Diskus intervertebralis tidak lagi menekan ke saraf bagian dalam. Setelah selesai, density bagian pinggang dan sekitarnya dirawat dengan BAKAL.<br />
<em></em><br />
<em>M. Chambali. Surabaya.</em><br />
<!-- Smart Youtube --><span class="youtube"><object type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" data="http://www.youtube.com/v/m4bEuM11c1E&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/m4bEuM11c1E&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="wmode" value="transparent" /></object></span></p>
<p>PNS ini mempunyai kebiasaan ‘tidak mau diam’. Senantiasa mencari kegiatan rumah atau memeriksa mobilnya. Suatu saat bapak ini merasakan sakit pada bagian pinggangnya. Menurut foto CT scan, dinyatakan menderita HNP dan dianjurkan operasi oleh dokter perusahaan. Tetapi karena tingkat keberhasilannya dia ragukan, dan resiko kelumpuhan yang dia takutkan, bapak ini memilih tidak operasi.<span id="more-8"></span><br />
Akibatnya, pinggangnya sakit terus dan sudah bertahun-tahun, sehingga kalau bepergian senantiasa memakai korset untuk mengurangi rasa sakit. Ketika mendapatkan informasi dari temannya, seorang pemilik apotik, bapak ini segera saja mendapatkan perawatan PENNASIA  dan tertolong.<br />
Sakit pinggang sebenarnya bukan datang begitu saja. Beberapa kebiasaan tanpa didasari pengertian dapat mengakibatkan sakit ini. Antara lain melakukan gerakan mematahkan pinggang tanpa warming up terlebih dahulu, hingga terdengar gemeretak dan kebiasaan injak-injak punggung.</p>
<p><strong>REMATIK/ASAM URAT</strong></p>
<p><!-- Smart Youtube --><span class="youtube"><object type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" data="http://www.youtube.com/v/UE_qjKF1bGc&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/UE_qjKF1bGc&amp;rel=0&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=0&amp;fs=1&amp;autoplay=0"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="wmode" value="transparent" /></object></span></p>
<p><strong><em>Sintong. Surabaya.</em></strong><br />
Pengusaha ini punya kesukaan yang agak aneh. Kalau orang lain senang melampiaskan kegemaran makan dengan sea food, makanan itali atau makanan khas jepang, tetapi bapak ini tidak. Dia lebih senang makan…..tahu! itu lho, makanan yang terbuat dari kedelai.<br />
Bapak ini sangat faham, dimana tempat yang mempunyai tahu yang enak. Kalau dia dengar ada masakan tahu yang enak, pasti diburunya. Tidak peduli dengan jarak tempuhnya. Namun beberapa bulan terakhir, kegemarannya terganggu karena asam urat yang tinggi. Jalannya harus terpincang-pincang karena engkel kakinya sakit.<br />
Setelah mendapat perawatan dari normalisasi PENNASIA, kegemarannya makan tahu tidak terganggu, dan kakinya tidak sakit lagi. Bapak ini kemudian sering kontrol ke PENNASIA.<br />
“ada apa? apa kambuh asam uratnya?”<br />
“nggak kok, cuma kontrol saja. Supaya makan tahunya  tidak terganggu” jawabnya sambil tersenyum.<br />
<strong><em>Kaderi. Surabaya.</em></strong><br />
Menderita rematik sudah cukup lama. Lututnya membengkak dan untuk berjalan terasa sakit. Keluhan yang disampaikan adalah sudah berbagai upaya yang ditempuh, tapi tidak mampu mengatasi penderitaannya.<br />
Ketika diberitahu oleh saudaranya yang sudah sembuh, bapak ini menemui PENNASIA dengan sikap pesimis. Namun setelah diterapi sebanyak dua kali, kakinya mulai terasa ringan dan membaik. Pada terapi yang ke tiga penderita ini sudah merasa puas dan tidak menderita lagi.<br />
<strong><em>Wiwiek. Surabaya.</em></strong><br />
Ibu ini menderita sakit rematik dilututnya sudah cukup lama. Hampir setiap hari dia harus naik-turun tangga di rumahnya. Dan setiap kali itu pula dia merasakan sakit di lututnya. Ketika PENNASIA mengisi acara kesehatan di sebuah hotel bintang empat, dia ingin mencobanya.<br />
Normalisasi dilakukan sebanyak tiga kali tanpa menggunakan obat, dan istri dokter spesialis ini tidak lagi merasakan sakit ketika harus naik-turun tangga.<br />
<strong><em>Bambang Gentolet. Surabaya.</em></strong><br />
Bapak ini setelah sakit kepalanya sembuh, menyampaikan nyeri di bagian lututnya yang juga sudah cukup lama. Akibat kedua sakitnya ini, profesi melawaknya agak terganggu. Untuk berfikir maupun untuk gerakan-gerakan spontan. Sahabatnya yang mengetahui segera membawa ke PENNASIA. Dengan tiga kali perawatan, gangguan sudah bisa dihilangkan.<br />
<strong><br />
PENGEROPOSAN TULANG / PENGAPURAN / OSTEOPOROSIS </strong><br />
<strong><em>Muliyadi Surabaya. </em></strong><br />
Setiap kali turun dari sepeda motornya dia merasakan kakinya sakit dan linu. Dia berobat sudah cukup lama. Dari pemeriksaan dokter yang merawatnya, dia dinyatakan sakit pengeroposan tulang dan sudah difonis harus minum obat selama hidupnya.<br />
Karyawan DLLAJ ini tidak putus asa dan tetap berkeliling mencari upaya kesembuhan pengapuran di lututnya. Akhirnya kesembuhan didapatnya setelah 3 kali terapi di PENNASIA. Dia tidak lagi merasakan kaki dan lututnya linu, meskipun menempuh perjalanan jauh.</p>
<p><strong>SAKIT PUNGGUNG</strong><br />
<strong><em>Sabarno. Surabaya.</em></strong><br />
Pengusaha sayur ini cukup tersiksa dengan penyakitnya. Tubuhnya tidak tahan terhadap angin. Setiap kali naik mobil dia tidak berani membuka jendela.<br />
Karena bila dia melakukan itu, beberapa waktu kemudian tubuhnya terasa sakit semua, sulit sembuh, dan obat dokter yang diterimanya belum bisa mengatasi masalahnya. Dia terpaksa harus bersabar, hingga akhirnya sakitnya hilang dengan sendirinya.<br />
PENNASIA menyelesaikan masalah ini dengan cukup sederhana, hanya dengan tiga kali terapi normalisasi dengan berbagai alat. Ternyata penderita ini mengalami dislokasi ringan pada otot punggungnya. Akibatnya aliran darah dan aliran cairan limfatik menjadi lambat dan terjadi banyak pengendapan di bagian otot tersebut.<br />
<strong><em>Ny. Sutikno. Surabaya.</em></strong><br />
PNS ini merasakan punggungnya sangat kaku seperti diganjal oleh kayu. Ketika konsultasi dengan dokter, ibu ini direkomendasikan untuk foto ronsen. Tetapi ternyata hasil fotonya tidak menunjukkan suatu gangguan. Bahkan dokter menyatakan ‘ibu tidak apa-apa kok’. Sempat terbersit juga bahwa sakitnya itu ‘dibuat’ oleh teman sekerja yang menginginkan posisinya, yang memang sangat baik.<br />
PENNASIA mengatakan ‘ini sakit biasa dan bukan karena guna-guna’. Dan memang kasus tersebut hanya karena adanya pengendapan ‘kotoran’, penurunan elastisitas dan perlekatan antar lapisan rhomboidius mayor, erector spinae dan latissimus dorsi yang terletak di bawahnya. Normalisasinya hanya 3-4 kali terapi.</p>
<p><strong>SAKIT BELIKAT</strong><br />
<strong><em>Bp. Nasir. Surabaya.</em></strong><br />
Bapak ini mengalami gangguan di rusuk samping dan belikatnya. Belikatnya terasa linu, badan lemah dan sakit-sakitan. Akibatnya kerja sehari-hari terganggu dan tidak bisa konsentrasi. Penderitaan yang berbulan-bulan ini segera selesai ketika menjalani terapi normalisasi.</p>
<p><em><strong>Ny. Suyanto. Gresik.</strong></em><br />
Ibu ini mengalami hal yang hampir sama. Belikat dan pundaknya terasa sakit dan ngilu. Berbagai obat dan upaya lain telah dijalaninya. Setelah menjalani penyinaran sebanyak 66 kali (enam puluh enam kali) dan tidak mendapatkan hasil yang berarti, anaknya yang menjadi dokter menganjurkan agar ibunya menjalani terapi penyangga leher.<br />
Selama dua bulan ibu ini memakai penyangga leher dan tidak boleh melepasnya. Kemana-mana dia selalu memakainya. Untuk melihat ke samping dan ke belakang dia tidak bisa, sehingga perlu memutar tubuhnya.<br />
Setelah dua bulan spalk penyangga lehernya dilepas dan ….. tidak ada perubahan yang terjadi. Belikat dan pundaknya tetap sakit ketika digerakkan!<br />
Ibu ini akhirnya sembuh setelah menjalani normalisasi dari PENNASIA sebanyak 4 kali. Penderita ini mengalami banyak pengendapan di pundak dan belikatnya, disertai dislokasi ringan pada otot bahunya.<br />
<strong><br />
<em>TANGAN/KAKI KESEMUTAN</em></strong><em><br />
<strong>Sholihati. Gresik.</strong></em><br />
Ibu ini menderita lengan dan jari-jari tangannya kesemutan. Obat dan berbagai jamu telah dicobanya, tetapi tidak membawa hasil. Dia mengira bahwa dirinya mungkin mengalami gejala stroke.<br />
Penderita ini tidak mengalami gejala stroke yang dia takutkan. Dia hanya mengalami penyumbatan pembuluh darah dibagian ketiak, siku dan jari-jari tangannya. Ini dapat diketahui dari wawancara sebelum dilakukan terapi, dan juga dari rabaan yang kami lakukan pada daerah tersebut.<br />
Kasus kesemutan bagian tangan ini mayoritas diderita kaum perempuan, meskipun ada beberapa pria yang mengalaminya. Ini disebabkan kerja keras, lembur dan kurang mempertimbangkan kemampuan tangannya.<br />
<strong><em>Sholeh. Surabaya.</em></strong><br />
Pejabat militer ini mengalami kesemutan di bagian kakinya. Mayoritas penderita mengalami kesemutan saat duduk, dan sembuh ketika mereka berdiri. Tetapi tidak demikain yang terjadi dengan bapak ini. Dia mengalami kesemutan saat diam berdiri dan sembuh ketika berjalan atau duduk.<br />
Banyak temannya yang terheran-heran karena keanehan ini, tetapi bagi yang mengerti duduk persoalannya hal ini sederhana saja. Saat berjalan, duduk dan kegiatan yang lain, bapak ini jalan darahnya tidak terjepit. Tetapi saat berdiri diam, ada bagian jalan darah yang terjepit dan tidak mengalirkan darah.</p>
<p><strong>OTOT KAKI TERPUTAR</strong><br />
<strong><em>Listyani Surabaya.</em></strong><br />
Mengeluh pinggang dan kakinya sakit. Pemeriksaan PENNASIA menunjukkan adanya urat di bagian pinggang yang terjepit. Disamping itu otot pantat dan pahanya mengalami dislokasi sehingga menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Terapi pertama kali dapat meringankan keluhannya. Dengan tiga kali normalisasi, penderitaannya dapat disembuhkan.<br />
Penderita lain ada yang perlu lebih dari tiga kali karena terlalu banyak upaya yang telah ditempuh, dan menjadikan masalah makin rumit.<br />
<strong><em>Nur Aini. Surabaya. </em></strong><br />
Guru SMP ini mengalami sakit yang hampir sama. Seluruh tubuh terasa sakit, karena banyaknya gangguan otot. Untuk mengalihkan perhatian, beberapa putranya disuruh memukuli badan ketika sakitnya sedang kambuh.<br />
Ibu ini memiliki ketahanan tubuh yang cukup baik. Sering diinjak putranya untuk menghilangkan penat dibagian kaki dengan berbagai posisi. Kadang dengan posisi tengkurap, telentang bahkan tak jarang dengan posisi miring. Dapat dibayangkan efek yang terjadi. Ketidaktahuan terkadang memang menimbulkan kesusahan.<br />
Saraf, otot maupun daging akan bergeser kearah yang tidak menentu. Selang beberapa waktu sakit yang diderita akhirnya tak tertahankan. Usaha coba-coba menyembuhkan sendiri pernah mangakibatkan kaki menghitam.<br />
<strong>SAKIT PAHA/BETIS</strong><br />
<strong><em>Ny. Subirto. Surabaya.</em></strong><br />
Ibu ini menderita di bagian paha dan betis sudah 4 tahun. Hobinya memang jalan-jalan dan keluar kota. Mendengar rematik temannya membaik, ibu ini kemudian ikut perawatan PENNASIA. Alhamdulillah, dengan enam kali perawatan penderitaannya selama ini tidak ada lagi.<br />
Namun demikian perawatan berkala tetap dilakukan untuk pencegahan, karena hobinya jalan-jalan tetap dilanjutkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembuhalami.com/kesembuhan-hnp-rematik-pengeroposan-dll.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Karangan: &#8220;Hindari Ketergantungan Obat&#8221;</title>
		<link>http://www.sembuhalami.com/ebook-hindari-ketergantungan-obat-dapat-gratis-bonus.html</link>
		<comments>http://www.sembuhalami.com/ebook-hindari-ketergantungan-obat-dapat-gratis-bonus.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 16:30:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sembuhalami.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Buku Menghindari Ketergantungan Obat ini sangat cocok bagi yang sedang mencari pengobatan alami atau penyembuhan alami. Buku ini mengajarkan sikap sehat dan membahas inti masalah 49 penyakit yang terdeteksi maupun tidak terdeteksi oleh peralatan laboratorium, foto ataupun peralatan lain. Seperti kasus perlekatan usus, kepadatan yang tidak merata pada sistim pencernaan, yang memunculkan rasa tidak nyaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku Menghindari Ketergantungan Obat ini sangat cocok bagi yang sedang mencari pengobatan alami atau penyembuhan alami. Buku ini mengajarkan sikap sehat dan membahas inti masalah 49 penyakit <strong>yang terdeteksi maupun tidak terdeteksi</strong> oleh peralatan laboratorium, foto ataupun peralatan lain. Seperti kasus perlekatan usus, kepadatan yang tidak merata pada sistim pencernaan, yang memunculkan rasa tidak nyaman berkepanjangan dan sebagainya.</p>
<p>Buku setebal <strong>259 halaman</strong> ini adalah jawaban ketika dokter anda mengatakan <strong>&#8220;tidak apa-apa&#8221;</strong> tetapi ternyata anda masih menderita. Tiap keluarga perlu memilikinya agar tahu permasalahan dengan tepat, sehingga tidak terombang-ambing dengan pendapat yang tidak jelas sumbernya.</p>
<p><img class="alignleft" style="margin: 5px 10px; float: left;" src="images/ebook.jpg" alt="Hindari Ketergantungan Obat" /><strong>Cuplikan Buku Hindari Ketergantungan Obat:</strong> <strong>1</strong> &#8220;Ketika pasien masih sakit, dan pemeriksaan laboratorium tidak mampu mendeteksi gangguan, biasanya para dokter juga angkat tangan. Padahal seharusnya mereka tidak angkat tangan. Tangan mereka seharusnya malah turun memeriksa dan meraba bagian-bagian yang masih sakit dan tidak terdeteksi oleh foto dan pemeriksaan laboratorium&#8221;</p>
<p><strong>Cuplikan </strong><strong>2</strong> &#8220;Kalau anda yakin bahwa 5-10 tahun lagi akan ditemukan peralatan dan teknologi yang lebih baik, tentu anda tidak keberatan mengakui bahwa alat dan teknologi sekarang ini belum sempurna&#8221; Saraf dan gejala tubuh kitalah yang sudah sempurna, yang memberitahukan kalau masih adanya ketidakberesan.</p>
<p><strong>Cuplikan </strong><strong>3</strong> &#8220;Sayur yang sempurna, sangat mulus, dan tanpa cacat <strong>mungkin</strong> mengandung pestisida cukup tinggi sehingga hewan-hewan kecil tidak berani menyentuhnya&#8221; Inikah yang kita makan?</p>
<ul>
<li><a title="BELI BUKU" href="http://www.sembuhalami.com/ebook/pesan-sekarang.php" target="_blank"><strong>BELI BUKUNYA SEKARANG!!</strong></a></li>
</ul>
<p>Rp. 25.000 untuk E-book saja, atau Rp. 70.000 untuk fisik buku dikirim untuk Jawa-Bali.  Jangan lupa sms alamat email Anda. Buku ini menjelaskan dengan cepat bagaimana gejala awalnya, cara pencegahan, dan penyembuhannya. Seperti alergi, asma, bronchitis, batuk kronis, sinusitis, jantung, kolesterol, liver, prostat, keputihan, rematik, asam urat, pengeroposan, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align: right;"><a class="more-link" title="Buku: Hindari Ketergantungan Obat" href="http://www.sembuhalami.com/ebook/" target="_blank">Baca selengkapnya &#8230;</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembuhalami.com/ebook-hindari-ketergantungan-obat-dapat-gratis-bonus.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Alat-alat Penemuan Pennasia</title>
		<link>http://www.sembuhalami.com/penemuan-alat-alat-baru-penyembuhan-alami-pennasia.html</link>
		<comments>http://www.sembuhalami.com/penemuan-alat-alat-baru-penyembuhan-alami-pennasia.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 14:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Alat Penemuan Pennasia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sembuhalami.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Azis menggunakan TEORI ELASTISITAS penemuannya sekaligus menciptakan alat-alat yang sangat lengkap untuk mendukung teorinya.
Alat-alat ini sudah diberi nama, bahkan bagian-bagian ujung yang digunakan juga diberi nama sesuai dengan kegunaan dan lokasi anatomi yang menjadi tujuan penyembuhan. Hal ini memudahkan bagi mereka yang ingin mempelajarinya untuk keperluan keluarga maupun untuk kepentingan profesi yang sangat prospektif.
Alat CITRA [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">Azis menggunakan TEORI ELASTISITAS penemuannya sekaligus menciptakan alat-alat yang sangat lengkap untuk mendukung teorinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">Alat-alat ini sudah diberi nama, bahkan bagian-bagian ujung yang digunakan juga diberi nama sesuai dengan kegunaan dan lokasi anatomi yang menjadi tujuan penyembuhan. Hal ini memudahkan bagi mereka yang ingin mempelajarinya untuk keperluan keluarga maupun untuk kepentingan profesi yang sangat prospektif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><img class="alignleft" style="margin: 5px 10px; float: left;" src="images/citra.jpg" alt="Citra" /><span style="font-family: Arial;">Alat CITRA mempunyai bagian PSOMA, L-PSOMA, S-PSOMA, SEPA, SEPU dan TARSA. Efektif untuk menurunkan kolesterol, diabetes dan menyembuhkan alergi makanan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">PSOMA dan L-PSOMA yang melengkung digunakan untuk merawat bagian psoas mayor, bagian yang berperanan dalam kesehatan ginjal, kasus sakit pinggang dan HNP. S-PSOMA dIgunakan untuk membantu melepaskan bagian yang terjepit dan mengalami ketegangan pada daerah erector spinae yang biasanya sangat menyiksa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">SEPA yang mempunyai bagian yang lebih lebar biasa digunakan untuk melunakkan kepadatan yang berlebihan pada otot besar seperti otot-otot betis, paha dan punggung. Dengan teknik yang tepat, alat ini sangat efektif untuk mencegah diabetes, menurunkan kadar gula dan kolesterol yang berlebihan.</span><span id="more-4"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">SEPU mempunyai ujung yang tipis dan melengkung. Efektif untuk terapi diabetes pada telapak kaki dengan alat ini, luka pada penderita diabetes menjadi cepat kering. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">TARSA mempunyai dua ujung runcing yang berbeda dan sangat membantu untuk teknik perawatan diabetes. Penggunaan TARSA dibagian punggung untuk menurunkan tingkat stress dan ketegangan dengan cara meletakkan ujung proc.spinosus pada celah-celah TARSA. Detail penggunaan alat ini lebih diperdalam bagi yang belajar Normalisasi Pennasia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><img class="alignright" style="float: right; margin-top: 5px; margin-bottom: 5px;" src="images/siranda.jpg" alt="Siranda" /><span style="font-family: Arial;">Alat SIRANDA mempunyai bagian-bagian SOUL, SOULMA, OXY, CRANI, dan GIGI. Digunakan untuk perawatan bagian kepala dan pundak pada penyembuhan sakit kepala, migrain, vertigo, darah tinggi, darah rendah, gegar otak dan sebagainya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">SOUL untuk terapi otot bahu yang tipis, SOULMA untuk treatment otot bahu yang lebih tebal, keduanya digunakan untuk menurunka tingkat stress seseorang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">OXY untuk melepaskan penyumbatan pembuluh darah di Occipitalis penderita vertigo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">CRANI untuk meratakan kepadatan otot bagian Cranium di seluruh bagian kepala pada proses awal penyembuhan, pertengahan, dan saat menyelesaikan terapi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">GIGI untuk mengguncang stabilitas negative di sepanjang pembuluh darah dan otot kepala. Dengan cara yang benar, sangat efektif untuk menyembuhkan ketergantungan obat penderita migraine. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><img class="alignleft" style="float: left;" src="images/siput.jpg" alt="Siput" /><span style="font-family: Arial;">Alat SIPUT mempunyai bagian-bagian HEAD, HOOK, STAR dan TAIL. Digunakan untuk perawatan bagian kepala, hidung dan bagian-bagian kecil lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">HEAD untuk treatment bagian foramen supra orbitalis dan menurunkan ketegangan di dahi. Kalau anda perhatikan, HEAD itu sendiri masih terbagi atas ‘pipi kanan’ ‘pipi kiri’ ‘wajah’ dan ‘dagu’. Pada perawatan sakit paru-paru, bagian ‘pipi kanan dan pipi kiri’ dari HEAD tinggal digoyangkan ke kanan dan kiri, untuk membersihkan pembuluh darah intercostalis. Sedangkan bagian ‘dagu’ dari HEAD lebih berperanan untuk membersihkan penyumbatan pada foramen supra orbitalis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">HOOK yang berbentuk lengkung untuk terapi yang lebih rumit dan kecil seperti gangguan jantung koroner. Kalau anda perhatikan juga, HOOK itu sendiri masih terbagi atas ‘ujung kepala’ ‘pipi kanan’ ‘pipi kiri’ ‘wajah’ dan ‘dagu’. Pada perawatan sakit jantung, bagian ‘pipi kanan dan pipi kiri’ dari HOOK tinggal digoyangkan ke kanan dan kiri, untuk membersihkan pembuluh darah intercostalis. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">Sedangkan bagian ‘dagu’ dari HOOK lebih berperanan untuk membersihkan penyumbatan pada foramen supra orbitalis. Bagian ‘tanduk’ dari HOOK berperanan melepas tekanan pada saraf di sisi sternum. Tekanan saraf pada sternum sering menyebabkan gangguan yang tidak terdeteksi oleh alat maupun laboratorium. Selama 14 tahun menyembuhkan sakit jantung, asma dan yang lain, cara ini dapat berhasil baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">STAR adalah bagian yang terlihat seperti gambar piramid. Ujung STAR dan dua sudutnya digunakan untuk menyembuhkan telapak tangan yang kaku, rematik pada telapak dan jari-jari tangan. Sedangkan empat sisi yang memanjang sangat efektif menjangkau sela-sela antara dua jari. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">TAIL adalah bagian ekor SIPUT. Bentuk ujungnya bulat, sedangkan bagian ‘leher’ ada dua model yaitu lengkung dan siku. Digunakan untuk merawat jantung, sariawan, sakit gigi, sinusitis, alergi dan gangguan bagian hidung yang lain. TAIL juga sering digunakan untuk menyembuhkan rematik pada bagian lutut. Ujungnya lebih banyak digunakan melakukan teknik TEKAN TEGAK pada perawatan jantung dan paru-paru. Untuk merawat sakit bagian kepala dan rematik di lutut, bagian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><img class="alignright" style="float: right;" src="images/vassi.jpg" alt="Vassi" /><span style="font-family: Arial;">Alat VASSI mempunyai bagian SPIN, SEMI SPIN, STANDSI, dan L-STANDSI. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">Bagian SPIN dan SEMISPIN untuk treatment saraf dan otot spinal dan semi spinalis pada kasus sakit pinggang, ketegangan di leher dan HNP.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">Kombinasi dengan SIPUT dapat digunakan untuk melarutkan endapan pada otot dan pembuluh darah di kepala. Juga untuk melancarkan aliran darah, menyembuhkan kasus rematik dan pengeroposan tulang pada lutut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">Bagian STANDSI dan L-STANDSI digunakan untuk treatment bagian sekat pinggang lumbal 1 hingga lumbal 5 maupun pada bagian lain. Penggunaan VASSI untuk sakit pinggang dan ginjal lebih bagus bila dikombinasi dengan penggunaan alat CITRA.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><img class="alignleft" style="margin: 5px 10px; float: left;" src="images/vasma.jpg" alt="Vasma" /><span style="font-family: Arial;">Alat VASMA mempunyai bagian-bagian SCAPPA, SCAPPIN, STANDMA, dan L-STANDMA. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">Bagian SCAPPA dan SCAPPIN adalah kombinasi penggunaannya untuk bagian scapula pada punggung seperti pada kasus ngilu punggung dan badan lemah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">STANDMA, dan L-STANDMA penggunannya untuk membantu STANDSI dan L-STANDSI pada kasus peradangan ginjal dan HNP di lumbal 1-5. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">Penggunaan VASMA mirip penggunaan VASSI tetapi pada tubuh pasien yang lebih besar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><img class="alignright" style="float: right; margin-top: 5px; margin-bottom: 5px;" src="images/cakra.jpg" alt="Cakra" /><span style="font-family: Arial;">Alat CAKRA mempunyai bagian-bagian ARCO, ARFA, TORSI, CARPA, dan CARPIN. Digunakan untuk perawatan sakit paru seperti batuk kronis, asma, bronchitis maupun pada kasus jantung bengkak dan jantung koroner. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">ARCO untuk normalisasi bagian sternum dan sendi costae. Pada proses ini akan terjadi pelarutan endapan yang terdapat pada av.intercostalis mengikuti konsep Gerak Peristaltik Balik maupun konsep Gerak Peristaltik Lanjut yang ditemukan Pennasia. Seiring dengan detak jantung, endapan akan semakin banyak yang dilarutkan. Cara ini sangat alami dan aman. Sesuai dengan sifat Tuhan yang Maha Pengasih, yaitu dapat dinikmati orang kaya maupun miskin. Tidak tergantung pada obat dan dapat dinikmati di metropolis maupun di daerah terpencil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">ARFA melengkapi kerja ARCO, menjangkau sternum sisi yang lain dan menyeimbangkan tingkat kepadatan otot dada pectoralis mayor dan minor. Pada penderita jantung dan asma kronis, kombinasi ARCO dan ARFA sangat diperlukan agar proses kesembuhan menjadi lebih cepat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">TORSI untuk melancarkan pembuluh darah bagian axilla. Penderita jantung koroner sering mengalami keluhan pada lengan kirinya. Artinya penyumbatan arteri telah meluas dan mencapai jarak yang lebih jauh seperti lengan kiri tersebut. Bagian TORSI sangat efektif untuk melunakkan dan melarutkan penyumbatan pada bagian ujung pectoralis major dan minor yang berbatasan dengan axilla. Pada perawatan asma, TORSI sangat berperanan melonggarkan tekanan otot di dada, sehingga paru-paru bisa mengembang dengan sempurna. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">Mayoritas penderita asma yang sembuh dengan teknik Normalisasi Pennasia ini tidak lagi memerlukan obat dan dapat menikmati hidup secara alami. Konsep dan detail teknik ini dapat dibaca pada buku Hindari Ketergantungan Obat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;"><span> </span>CARPA dan CARPIN adalah dua ujung yang ketebalannya berbeda dan saling melengkapi. Kegunaannya untuk normalisasi pectoralis mayor, minor, teres mayor, minor di punggung. Bagian ujung yang berbeda menentukan posisi dan kenyamanan saat menggunakannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">L-CARPA dan L-CARPIN adalah lengkungan yang sudah disesuaikan dengan bentuk rusuk pada umumnya. Kegunaannya untuk menarik dan melepaskan perlekatan antara lapisan otot yang satu dengan yang lain. Bisa digunakan pada bagian dada dan punggung. Teknik ini akan dibahas lebih dalam bagi yang mempelajarinya secara mendalam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;"><span> </span>Penggunaan CAKRA ini perlu dikombinasi dengan penggunaan SIPUT. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><img class="alignleft" style="margin: 5px 10px; float: left;" src="images/busur.jpg" alt="Busur" /><span style="font-family: Arial;">Alat BUSUR mempunyai bagian-bagian SEMA, SEROSA, USSI, dan OTTER, Digunakan untuk perawatan bagian perut seperti sakit maag, dispepsia, ulcus pepticum, dan liver yang mengalami penurunan fungsi maupun bengkak liver. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">SEMA untuk melunakkan kepadatan rusuk terakhir yang membatasi antara dada dan perut. Lokasi ini terdapat pembuluh darah yang berperanan pada bagian di dalamnya. Perbatasan rusuk kiri terdapat pembuluh darah yang memperdarahi lambung dan limpa. Kepadatan yang berlebihan pada lokasi ini dapat mengganggu aliran darah ke organ-organ tersebut. SEMA sangat efektif membuka jalan darah di perbatasan tersebut dan menjadikan organ di dalamnya lebih sehat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">Penggunaan SEMA pada rusuk sebelah kanan sangat efektif menyembuhkan gangguan pada liver. Dengan maksimalnya seluruh potensi keluar dan masuk ke liver, anti bodi akan membanjir dan memperbaiki seluruh proses secara sempurna. Proses ini sangat membantu agar penderita sembuh secara alami. Apabila masih menggunakan obat, kerrja obat akan menjadi sangat efektif dan mengurangi penggunaan obat yang berlebihan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">Penggunaan SEROSA untuk melancarkan pembuluh darah dan menormalkan kepadatan pada 5 rusuk terakhir yang sangat berperanan pada kesehatan liver. Hasil terapi seperti ini sangat mengherankan. Keluhan dan gejala sakit liver yang dikeluhkan tetapi tidak terdeteksi oleh foto maupun pemeriksaan laboratorium dapat disembuhkan. Sehingga endingnya sangat menggembirakan. Pasien merasakan tubuhnya sehat dan nyaman, pemeriksaan pun menunjukkan kondisi sehat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">USSI adalah bagian yang berbentuk tumpul. Berguna untuk mengembalikan elastisitas organ lambung yang mengeras. Lambung yang mengeras berakibat saraf lambung lebih sensitive dan mudah mengeluarkan asam lambung. Tukak lambung juga sulit sembuh bila permukaan lambung tidak elastis. USSI berperanan memperbaiki kondisi tersebut sehingga kelenjar asam lambung bekerja normal dan tidak sensitive. Luka pada permukaan lambung juga lebih mudah sembuh. Pada perawatan Normalisasi Pennasia pasien tetap boleh menggunakan obat karena tidak saling mengganggu, tetapi saling mendukung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">OTTER efektif untuk digunakan menyembuhkan liver yang mengalami cirrhosis. Prosesnya didahului oleh SEMA dan SEROSA pada rusuk bagian kanan. Meski terkadang kesembuhannya tidak 100% tetapi perkembangan yang dirasakan oleh penderita cirrhosis sangat menggembirakan semua pihak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">OTTER juga untuk melunakkan otot perut yang mengeras akibat ketegangan/luka dari dalam lambung. Beberapa penderita mengalami pengerasan pada permukaan otot perutnya karena kram dan penderitaan yang terlalu lama. Untuk menjangkau permukaan organ kambung dan menyembuhkan lukanya, permukaan otot ini perlu dielastiskan dulu, dan OTTER ini alat yang ramah, tidak menyakitkan dan efektif untuk mengelastiskannya. Bila ini suda berhasil, USSI dan TANDUK yang selanjutnya bekerja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><img class="alignright" style="margin: 5px 10px; float: right;" src="images/tanduk.jpg" alt="Tanduk" /><span style="font-family: Arial;">Alat TANDUK mempunyai bagian-bagian GASTRO dan GASTRIN yang digunakan untuk menyempurnakan kerja alat BUSUR pada penyembuhan bagian perut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">GASTRO mempunyai bentuk pipih dan melebar pada salah satu sisinya. Ujungnya digunakan untuk menjangkau dan mengelastiskan permukaan lambung sehingga lukanya mudah sembuh dan sensitifitas saraf menjadi normal kembali. Di bawah lambung, GASTRO digunakan untuk menata struktur usus dan memperbaiki tingkat perlekatannya. Sebagai catatan, struktur usus yang tidak baik dan perlekatan usus yang berlebihan mengakibatkan rasa tidak nyaman. Penderita ini mengeluhkan gangguan yang tidak dimengerti oleh dokter yang mengacu pada hasil endoskopi, USG dan pemeriksaan darah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">Lihatlah foto pada system pencernaan. Dapatkah anda membedakan perlekatan usus yang normal seperti usus pada umumnya, dibandingkan dengan usus yang mengalami perlekatan yang berlebihan? Tentu tidak, anda hanya akan melihat gambar yang sama! Perlekatan usus yang berlebihan dapat dideteksi dengan rabaan jari yang terlatih baik. Tanda-tandanya adalah adanya pengerasan dan kepadatan yang tidak merata. Di Normalisasi Pennasia dikenal sebagai FSA (finger sense ability).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">TANDUK ini sangat berperanan menyembuhkan sakit tipes yang kambuhan dan tidak kunjung sembuh. Kombinasinya dengan VASSI banyak mengatasi masalah perlekatan usus dengan gejala yang tidak jelas dan tidak terdeteksi oleh pemeriksaan laboratorium maupun foto.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span style="font-family: Arial;">Penggunaan alat-alat tersebut sangat bervariasi dan saling melengkapi. Sejauh ini alat-alat tersebut sangat efektif digunakan untuk menyembuhkan hampir semua penyakit. Hal ini karena PENNASIA melakukan penyembuhan langsung pada lokasi gangguan, dan didukung oleh alat-alat yang mempunyai ketelitian tinggi. Kesemuanya dapat dilihat dan dijelaskan penggunaannya pada buku “Hindari Ketergantungan Obat”.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembuhalami.com/penemuan-alat-alat-baru-penyembuhan-alami-pennasia.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Normalisasi Pennasia</title>
		<link>http://www.sembuhalami.com/belajar-penyembuhan-alami-pennasia.html</link>
		<comments>http://www.sembuhalami.com/belajar-penyembuhan-alami-pennasia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 14:14:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Belajar Pennasia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sembuhalami.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[MESKIPUN OBAT DAN ALAT KESEHATAN DIJUAL BEBAS NAMUN BELAJAR DAN MENJADI AHLI KESEHATAN JAUH LEBIH PENTING

Tujuan:

Untuk      merawat diri sendiri dan keluarga.
Untuk      dijadikan profesi, sumber penghasilan dan menolong orang lain.
Bagi      sarjana baru profesi ini bermasa depan bagus. Baik amal maupun  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: center;"><strong>MESKIPUN OBAT DAN ALAT KESEHATAN DIJUAL BEBAS NAMUN BELAJAR DAN MENJADI AHLI KESEHATAN JAUH LEBIH PENTING</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: center;"><img style="margin: 5px 10px; vertical-align: middle;" src="images/AnggotadanPenemu.jpg" alt="Anggota" /></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Tahoma;">Tujuan:</span></strong></p>
<ul style="margin-top: 0cm;" type="disc">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Tahoma;">Untuk      merawat diri sendiri dan keluarga.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Tahoma;">Untuk      dijadikan profesi, sumber penghasilan dan menolong orang lain.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Tahoma;">Bagi      sarjana baru profesi ini bermasa depan bagus. Baik amal maupun      financial.<span> </span></span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Tahoma;">Bagi      yang sudah bekerja profesi ini bisa untuk bekal pensiun. Mungkin anda      ingin pensiun dini dan menjalani profesi ini?</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Tahoma;">Bagi      dokter umum, anda mau ambil spesialis atau belajar PENNASIA ?      Pertimbangkan waktu, biaya dan kemampuan, guna mengatasi masalah 49      penyakit seperti di buku <strong>Hindari      Ketergantungan Obat</strong>.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Tahoma;">Bagi fakultas kedokteran atau sebuah lembaga penelitian, Normalisasi PENNASIA dapat dijadikan penelitian dan studi banding. Ada ratusan judul yang sudah kami siapkan! </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"><span style="font-family: Tahoma;"><strong>Bagi sebuah keluarga,</strong> belajar penyembuhan ini merupakan <strong>investasi jangka panjang</strong>. Anda bisa tanyakan kerabat yang pernah mengalami opname di rumah sakit. Berapa biaya satu minggu di sana? atau berapa biaya pengobatan anak anda yang mengalami batuk kronis atau masalah THT selama ini? Tegakah melihat anak anda minum anti biotik setiap saat?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;">Menguasai ilmu ini akan <strong>disayang orang tua, anak, istri, dan kerabat lain</strong>. Secara finansial, <strong>penghematan pengeluaran biaya kesehatan</strong> akan sangat tinggi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"><span style="font-family: Tahoma;"><strong>Untuk seorang dokter</strong> Pennasia akan menjadi bekal pengetahuan dan skill, apabila menghadapi masalah nantinya. Masalah yang biasanya muncul adalah, pemeriksaan laboratorium menunjukkan semuanya beres, tetapi pasien masih merasakan gangguan. Sering kan?<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span id="more-5"></span><span style="font-family: Tahoma;">Misalnya, secara laboratories jantung penderita dinyatakan baik, tetapi penderita masih merasakan jantung berdebar, mudah khawatir, gampang kedinginan, jalan terengah, dada terasa berat dan sebagainya. Ternyata kasusnya bukan organ jantung atau penyumbatan di koronernya, tetapi <strong>pada saraf</strong> yang berhubungan dengan jantung dan terletak pada <strong>sternum bagian kiri.</strong><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Tahoma;">Contoh lain:<br />
</span></p>
<ul>
<li><span style="font-family: Tahoma;">SGPT dan SGOT penderita dinyatakan baik, tetapi penderita masih merasakan badan lemah. Padahal dia tidak kekurangan vitamin.</span></li>
<li><span style="font-family: Tahoma;">Asam urat seseorang normal, tetapi sering merasakan nyeri dan ngilu di kakinya.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"><span style="font-family: Tahoma;">Secara umum, para dokter yang belajar PENNASIA mempunyai nilai plus, dan akan dapat menyembuhkan semua kasus yang ada pada buku ini beserta testimoninya. Bagi yang belajar akan mendapatkan skill ‘Finger Sense Ability’ dan alat pendukungnya untuk:</span></p>
<ul style="margin-top: 0cm;" type="disc">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Tahoma;">Mendeteksi      sekaligus menormalkan a.v.n dibagian thorax.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Tahoma;">Mendeteksi      sekaligus menormalkan gangguan dan perlekatan organ intestinal.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Tahoma;">Mendeteksi      sekaligus menormalkan gangguan pada ligament sendi dan sebagainya.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"><span style="font-family: Tahoma;">Pennasia yakin, bila skill <strong>‘finger sense ability’</strong> ini dikuasai dokter-dokter di Indonesia, <strong>pasien kelas atas</strong> tidak akan lari ke luar negeri untuk mendapatkan kesembuhan. Justru orang luar negerilah yang akan berkunjung ke Indonesia bila ingin sembuh secara natural.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"><span style="font-family: Tahoma;"><strong>Pasien kelas bawah</strong> pun banyak tertolong, dan tidak terombang-ambing dengan pemeriksaan laboratorium maupun foto. Kesan mahal dan ketidakpastian untuk sembuh akan dipangkas oleh tangan trampil dokter-dokter Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Tahoma;">Bagi yang ingin belajar, dapat menghubungi:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Tahoma;">Penemu Normalisasi PENNASIA Azis C. Widoyoko<br />
<strong>di alamat praktek</strong>: Jl. Sutorejo Prima Utara blok PY 12A Surabaya. </span><span style="font-family: Wingdings;"><span>)</span></span><span style="font-family: Tahoma;"> (031) 599 8586</span><span style="font-family: Tahoma;"><br />
Kirimkan CV/ identitas lengkap melalui pos atau fax. (031) 599 8586.<br />
Kirim Email ke: <a href="mailto:aziscw@yahoo.co.id">aziscw@yahoo.co.id</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><strong>Waktu Belajar:</strong><span style="font-family: Tahoma;"><br />
Waktu belajar per bagian (<strong>Kepala</strong>: migrain, vertigo, darah tinggi dan sejenisnya) hanya satu minggu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Tahoma;">Waktu belajar per bagian (<strong>Dada</strong>: jantung koroner, jantung bengkak, asma, bronchitis) hanya satu minggu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Tahoma;">Waktu belajar per bagian (<strong>leher/THT</strong>: radang tenggorokan, batuk kronis, batuk alergi, amandel, dan sejenisnya) hanya satu minggu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Tahoma;">Waktu belajar per bagian (<strong>Organ dalam</strong>: Liver, maag, ginjal, prostat, keputihan dan sejenisnya) hanya satu minggu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"><span style="font-family: Tahoma;">Apabila anda praktek, kerja keras, tekun, dan konsultasi anda akan ahli dalam waktu dua tahun. Anda akan mampu menyembuhkan sakit-sakit yang para dokter spesialis kesulitan menyembuhkannya, karena keterbatasan kemampuan obat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"><span style="font-family: Tahoma;">Selamat Belajar dan Berhemat!!</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sembuhalami.com/belajar-penyembuhan-alami-pennasia.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
