Kesembuhan HNP, Rematik, Pengeroposan dll
MENYEMBUHKAN LIPPING
SARAF TERJEPIT / HNP / SAKIT PINGGANG
R. Hartawan Denpasar Bali.
Mahasiswa ITS ini mengalami sakit pinggang dan tak dapat bangun. Turun dari kendaraan yang mengantarnya, dia berjalan tertatih-tatih berpegangan tembok akibat kesakitan. Penderita ini mengalami dislokasi otot pinggang bagian kanan, lumbal 3-5 akibat sering diinjak-injak dan menghentakkan kaki. Sakit pinggang ini meskipun tidak berbahaya tetapi menyiksa. Alat yang digunakan untuk normalisasi adalah VASSI bagian SPIN, STENSI dan alat CITRA bagian PSOMA. SPIN dan STENSI untuk merawat permukaan otot pinggang, sedangkan PSOMA untuk merawat otot pinggang bagian dalam. Dengan demikian, elastisitas dan regangan otot di pinggang membaik. Diskus intervertebralis tidak lagi menekan ke saraf bagian dalam. Setelah selesai, density bagian pinggang dan sekitarnya dirawat dengan BAKAL.
M. Chambali. Surabaya.
PNS ini mempunyai kebiasaan ‘tidak mau diam’. Senantiasa mencari kegiatan rumah atau memeriksa mobilnya. Suatu saat bapak ini merasakan sakit pada bagian pinggangnya. Menurut foto CT scan, dinyatakan menderita HNP dan dianjurkan operasi oleh dokter perusahaan. Tetapi karena tingkat keberhasilannya dia ragukan, dan resiko kelumpuhan yang dia takutkan, bapak ini memilih tidak operasi.
Akibatnya, pinggangnya sakit terus dan sudah bertahun-tahun, sehingga kalau bepergian senantiasa memakai korset untuk mengurangi rasa sakit. Ketika mendapatkan informasi dari temannya, seorang pemilik apotik, bapak ini segera saja mendapatkan perawatan PENNASIA dan tertolong.
Sakit pinggang sebenarnya bukan datang begitu saja. Beberapa kebiasaan tanpa didasari pengertian dapat mengakibatkan sakit ini. Antara lain melakukan gerakan mematahkan pinggang tanpa warming up terlebih dahulu, hingga terdengar gemeretak dan kebiasaan injak-injak punggung.
REMATIK/ASAM URAT
Sintong. Surabaya.
Pengusaha ini punya kesukaan yang agak aneh. Kalau orang lain senang melampiaskan kegemaran makan dengan sea food, makanan itali atau makanan khas jepang, tetapi bapak ini tidak. Dia lebih senang makan…..tahu! itu lho, makanan yang terbuat dari kedelai.
Bapak ini sangat faham, dimana tempat yang mempunyai tahu yang enak. Kalau dia dengar ada masakan tahu yang enak, pasti diburunya. Tidak peduli dengan jarak tempuhnya. Namun beberapa bulan terakhir, kegemarannya terganggu karena asam urat yang tinggi. Jalannya harus terpincang-pincang karena engkel kakinya sakit.
Setelah mendapat perawatan dari normalisasi PENNASIA, kegemarannya makan tahu tidak terganggu, dan kakinya tidak sakit lagi. Bapak ini kemudian sering kontrol ke PENNASIA.
“ada apa? apa kambuh asam uratnya?”
“nggak kok, cuma kontrol saja. Supaya makan tahunya tidak terganggu” jawabnya sambil tersenyum.
Kaderi. Surabaya.
Menderita rematik sudah cukup lama. Lututnya membengkak dan untuk berjalan terasa sakit. Keluhan yang disampaikan adalah sudah berbagai upaya yang ditempuh, tapi tidak mampu mengatasi penderitaannya.
Ketika diberitahu oleh saudaranya yang sudah sembuh, bapak ini menemui PENNASIA dengan sikap pesimis. Namun setelah diterapi sebanyak dua kali, kakinya mulai terasa ringan dan membaik. Pada terapi yang ke tiga penderita ini sudah merasa puas dan tidak menderita lagi.
Wiwiek. Surabaya.
Ibu ini menderita sakit rematik dilututnya sudah cukup lama. Hampir setiap hari dia harus naik-turun tangga di rumahnya. Dan setiap kali itu pula dia merasakan sakit di lututnya. Ketika PENNASIA mengisi acara kesehatan di sebuah hotel bintang empat, dia ingin mencobanya.
Normalisasi dilakukan sebanyak tiga kali tanpa menggunakan obat, dan istri dokter spesialis ini tidak lagi merasakan sakit ketika harus naik-turun tangga.
Bambang Gentolet. Surabaya.
Bapak ini setelah sakit kepalanya sembuh, menyampaikan nyeri di bagian lututnya yang juga sudah cukup lama. Akibat kedua sakitnya ini, profesi melawaknya agak terganggu. Untuk berfikir maupun untuk gerakan-gerakan spontan. Sahabatnya yang mengetahui segera membawa ke PENNASIA. Dengan tiga kali perawatan, gangguan sudah bisa dihilangkan.
PENGEROPOSAN TULANG / PENGAPURAN / OSTEOPOROSIS
Muliyadi Surabaya.
Setiap kali turun dari sepeda motornya dia merasakan kakinya sakit dan linu. Dia berobat sudah cukup lama. Dari pemeriksaan dokter yang merawatnya, dia dinyatakan sakit pengeroposan tulang dan sudah difonis harus minum obat selama hidupnya.
Karyawan DLLAJ ini tidak putus asa dan tetap berkeliling mencari upaya kesembuhan pengapuran di lututnya. Akhirnya kesembuhan didapatnya setelah 3 kali terapi di PENNASIA. Dia tidak lagi merasakan kaki dan lututnya linu, meskipun menempuh perjalanan jauh.
SAKIT PUNGGUNG
Sabarno. Surabaya.
Pengusaha sayur ini cukup tersiksa dengan penyakitnya. Tubuhnya tidak tahan terhadap angin. Setiap kali naik mobil dia tidak berani membuka jendela.
Karena bila dia melakukan itu, beberapa waktu kemudian tubuhnya terasa sakit semua, sulit sembuh, dan obat dokter yang diterimanya belum bisa mengatasi masalahnya. Dia terpaksa harus bersabar, hingga akhirnya sakitnya hilang dengan sendirinya.
PENNASIA menyelesaikan masalah ini dengan cukup sederhana, hanya dengan tiga kali terapi normalisasi dengan berbagai alat. Ternyata penderita ini mengalami dislokasi ringan pada otot punggungnya. Akibatnya aliran darah dan aliran cairan limfatik menjadi lambat dan terjadi banyak pengendapan di bagian otot tersebut.
Ny. Sutikno. Surabaya.
PNS ini merasakan punggungnya sangat kaku seperti diganjal oleh kayu. Ketika konsultasi dengan dokter, ibu ini direkomendasikan untuk foto ronsen. Tetapi ternyata hasil fotonya tidak menunjukkan suatu gangguan. Bahkan dokter menyatakan ‘ibu tidak apa-apa kok’. Sempat terbersit juga bahwa sakitnya itu ‘dibuat’ oleh teman sekerja yang menginginkan posisinya, yang memang sangat baik.
PENNASIA mengatakan ‘ini sakit biasa dan bukan karena guna-guna’. Dan memang kasus tersebut hanya karena adanya pengendapan ‘kotoran’, penurunan elastisitas dan perlekatan antar lapisan rhomboidius mayor, erector spinae dan latissimus dorsi yang terletak di bawahnya. Normalisasinya hanya 3-4 kali terapi.
SAKIT BELIKAT
Bp. Nasir. Surabaya.
Bapak ini mengalami gangguan di rusuk samping dan belikatnya. Belikatnya terasa linu, badan lemah dan sakit-sakitan. Akibatnya kerja sehari-hari terganggu dan tidak bisa konsentrasi. Penderitaan yang berbulan-bulan ini segera selesai ketika menjalani terapi normalisasi.
Ny. Suyanto. Gresik.
Ibu ini mengalami hal yang hampir sama. Belikat dan pundaknya terasa sakit dan ngilu. Berbagai obat dan upaya lain telah dijalaninya. Setelah menjalani penyinaran sebanyak 66 kali (enam puluh enam kali) dan tidak mendapatkan hasil yang berarti, anaknya yang menjadi dokter menganjurkan agar ibunya menjalani terapi penyangga leher.
Selama dua bulan ibu ini memakai penyangga leher dan tidak boleh melepasnya. Kemana-mana dia selalu memakainya. Untuk melihat ke samping dan ke belakang dia tidak bisa, sehingga perlu memutar tubuhnya.
Setelah dua bulan spalk penyangga lehernya dilepas dan ….. tidak ada perubahan yang terjadi. Belikat dan pundaknya tetap sakit ketika digerakkan!
Ibu ini akhirnya sembuh setelah menjalani normalisasi dari PENNASIA sebanyak 4 kali. Penderita ini mengalami banyak pengendapan di pundak dan belikatnya, disertai dislokasi ringan pada otot bahunya.
TANGAN/KAKI KESEMUTAN
Sholihati. Gresik.
Ibu ini menderita lengan dan jari-jari tangannya kesemutan. Obat dan berbagai jamu telah dicobanya, tetapi tidak membawa hasil. Dia mengira bahwa dirinya mungkin mengalami gejala stroke.
Penderita ini tidak mengalami gejala stroke yang dia takutkan. Dia hanya mengalami penyumbatan pembuluh darah dibagian ketiak, siku dan jari-jari tangannya. Ini dapat diketahui dari wawancara sebelum dilakukan terapi, dan juga dari rabaan yang kami lakukan pada daerah tersebut.
Kasus kesemutan bagian tangan ini mayoritas diderita kaum perempuan, meskipun ada beberapa pria yang mengalaminya. Ini disebabkan kerja keras, lembur dan kurang mempertimbangkan kemampuan tangannya.
Sholeh. Surabaya.
Pejabat militer ini mengalami kesemutan di bagian kakinya. Mayoritas penderita mengalami kesemutan saat duduk, dan sembuh ketika mereka berdiri. Tetapi tidak demikain yang terjadi dengan bapak ini. Dia mengalami kesemutan saat diam berdiri dan sembuh ketika berjalan atau duduk.
Banyak temannya yang terheran-heran karena keanehan ini, tetapi bagi yang mengerti duduk persoalannya hal ini sederhana saja. Saat berjalan, duduk dan kegiatan yang lain, bapak ini jalan darahnya tidak terjepit. Tetapi saat berdiri diam, ada bagian jalan darah yang terjepit dan tidak mengalirkan darah.
OTOT KAKI TERPUTAR
Listyani Surabaya.
Mengeluh pinggang dan kakinya sakit. Pemeriksaan PENNASIA menunjukkan adanya urat di bagian pinggang yang terjepit. Disamping itu otot pantat dan pahanya mengalami dislokasi sehingga menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Terapi pertama kali dapat meringankan keluhannya. Dengan tiga kali normalisasi, penderitaannya dapat disembuhkan.
Penderita lain ada yang perlu lebih dari tiga kali karena terlalu banyak upaya yang telah ditempuh, dan menjadikan masalah makin rumit.
Nur Aini. Surabaya.
Guru SMP ini mengalami sakit yang hampir sama. Seluruh tubuh terasa sakit, karena banyaknya gangguan otot. Untuk mengalihkan perhatian, beberapa putranya disuruh memukuli badan ketika sakitnya sedang kambuh.
Ibu ini memiliki ketahanan tubuh yang cukup baik. Sering diinjak putranya untuk menghilangkan penat dibagian kaki dengan berbagai posisi. Kadang dengan posisi tengkurap, telentang bahkan tak jarang dengan posisi miring. Dapat dibayangkan efek yang terjadi. Ketidaktahuan terkadang memang menimbulkan kesusahan.
Saraf, otot maupun daging akan bergeser kearah yang tidak menentu. Selang beberapa waktu sakit yang diderita akhirnya tak tertahankan. Usaha coba-coba menyembuhkan sendiri pernah mangakibatkan kaki menghitam.
SAKIT PAHA/BETIS
Ny. Subirto. Surabaya.
Ibu ini menderita di bagian paha dan betis sudah 4 tahun. Hobinya memang jalan-jalan dan keluar kota. Mendengar rematik temannya membaik, ibu ini kemudian ikut perawatan PENNASIA. Alhamdulillah, dengan enam kali perawatan penderitaannya selama ini tidak ada lagi.
Namun demikian perawatan berkala tetap dilakukan untuk pencegahan, karena hobinya jalan-jalan tetap dilanjutkan.





