Kesembuhan HNP, Rematik, Pengeroposan dll

NYERI LEHER PUNGGUNG DAN PINGGANG

Nyeri leher, punggung maupun pinggang dapat disebabkan oleh berbagai masalah yang kompleks, jaringan penghubung dari otot tulang belakang, saraf, tulang, cakram atau tendon pada lumbal tulang belakang.

Sumber nyeri meliputi:

  1. Akar saraf besar di leher, punggung atau pinggang yang meradang.
  2. Saraf kecil yang keluar dari tulang sedang meradang.
  3. Pasangan punggung bawah otot-otot besar (erector spinae) terlalu tegang.
  4. Tulang, ligamen atau sendi mungkin rusak/luka.
  5. Cakram atau discus intervertebralis tertekan dan melebar.

Sabarno. Surabaya.
Pengusaha sayur ini cukup tersiksa dengan penyakitnya. Tubuhnya tidak tahan terhadap angin. Setiap kali naik mobil dia tidak berani membuka jendela.
Karena bila dia melakukan itu, beberapa waktu kemudian tubuhnya terasa sakit semua, sulit sembuh, dan obat dokter yang diterimanya belum bisa mengatasi masalahnya. Dia terpaksa harus bersabar, hingga akhirnya sakitnya hilang dengan sendirinya.

PENNASIA menyelesaikan masalah ini dengan cukup sederhana, hanya dengan tiga kali terapi normalisasi dengan berbagai alat. Ternyata penderita ini mengalami dislokasi ringan pada otot punggungnya. Akibatnya aliran darah dan aliran cairan limfatik menjadi lambat dan terjadi banyak pengendapan di bagian otot tersebut.

Ny. Sutikno. Surabaya.
PNS ini merasakan punggungnya sangat kaku seperti diganjal oleh kayu. Ketika konsultasi dengan dokter, ibu ini direkomendasikan untuk foto ronsen. Tetapi ternyata hasil fotonya tidak menunjukkan suatu gangguan. Bahkan dokter menyatakan ‘ibu tidak apa-apa kok’. Sempat terbersit juga bahwa sakitnya itu ‘dibuat’ oleh teman sekerja yang menginginkan posisinya, yang memang sangat baik.

PENNASIA mengatakan ‘ini sakit biasa dan bukan karena guna-guna’. Dan memang kasus tersebut hanya karena adanya pengendapan ‘kotoran’, penurunan elastisitas dan perlekatan antar lapisan rhomboidius mayor, erector spinae dan latissimus dorsi yang terletak di bawahnya. Normalisasinya hanya 3-4 kali terapi.

SAKIT BELIKAT
Bp. Nasir. Surabaya.
Bapak ini mengalami gangguan di rusuk samping dan belikatnya. Belikatnya terasa linu, badan lemah dan sakit-sakitan. Akibatnya kerja sehari-hari terganggu dan tidak bisa konsentrasi. Penderitaan yang berbulan-bulan ini segera selesai ketika menjalani terapi normalisasi.

Ny. Suyanto. Gresik.
Ibu ini mengalami hal yang hampir sama. Belikat dan pundaknya terasa sakit dan ngilu. Berbagai obat dan upaya lain telah dijalaninya. Setelah menjalani penyinaran sebanyak 66 kali (enam puluh enam kali) dan tidak mendapatkan hasil yang berarti, anaknya yang menjadi dokter menganjurkan agar ibunya menjalani terapi penyangga leher.

Selama dua bulan ibu ini memakai penyangga leher dan tidak boleh melepasnya. Kemana-mana dia selalu memakainya. Untuk melihat ke samping dan ke belakang dia tidak bisa, sehingga perlu memutar tubuhnya.
Setelah dua bulan spalk penyangga lehernya dilepas dan ….. tidak ada perubahan yang terjadi. Belikat dan pundaknya tetap sakit ketika digerakkan!
Ibu ini akhirnya sembuh setelah menjalani normalisasi dari PENNASIA sebanyak 4 kali. Penderita ini mengalami banyak pengendapan di pundak dan belikatnya, disertai dislokasi ringan pada otot bahunya.

TANGAN/KAKI KESEMUTAN
Sholihati. Gresik.

Ibu ini menderita lengan dan jari-jari tangannya kesemutan. Obat dan berbagai jamu telah dicobanya, tetapi tidak membawa hasil. Dia mengira bahwa dirinya mungkin mengalami gejala stroke.

Penderita ini tidak mengalami gejala stroke yang dia takutkan. Dia hanya mengalami penyumbatan pembuluh darah dibagian ketiak, siku dan jari-jari tangannya. Ini dapat diketahui dari wawancara sebelum dilakukan terapi, dan juga dari rabaan yang kami lakukan pada daerah tersebut.
Kasus kesemutan bagian tangan ini mayoritas diderita kaum perempuan, meskipun ada beberapa pria yang mengalaminya. Ini disebabkan kerja keras, lembur dan kurang mempertimbangkan kemampuan tangannya.

Sholeh. Surabaya.
Pejabat militer ini mengalami kesemutan di bagian kakinya. Mayoritas penderita mengalami kesemutan saat duduk, dan sembuh ketika mereka berdiri. Tetapi tidak demikain yang terjadi dengan bapak ini. Dia mengalami kesemutan saat diam berdiri dan sembuh ketika berjalan atau duduk.
Banyak temannya yang terheran-heran karena keanehan ini, tetapi bagi yang mengerti duduk persoalannya hal ini sederhana saja. Saat berjalan, duduk dan kegiatan yang lain, bapak ini jalan darahnya tidak terjepit. Tetapi saat berdiri diam, ada bagian jalan darah yang terjepit dan tidak mengalirkan darah.

OTOT KAKI TERPUTAR
Listyani Surabaya.
Mengeluh pinggang dan kakinya sakit. Pemeriksaan PENNASIA menunjukkan adanya urat di bagian pinggang yang terjepit. Disamping itu otot pantat dan pahanya mengalami dislokasi sehingga menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Terapi pertama kali dapat meringankan keluhannya. Dengan tiga kali normalisasi, penderitaannya dapat disembuhkan.
Penderita lain ada yang perlu lebih dari tiga kali karena terlalu banyak upaya yang telah ditempuh, dan menjadikan masalah makin rumit.

Nur Aini. Surabaya.
Guru SMP ini mengalami sakit yang hampir sama. Seluruh tubuh terasa sakit, karena banyaknya gangguan otot. Untuk mengalihkan perhatian, beberapa putranya disuruh memukuli badan ketika sakitnya sedang kambuh.
Ibu ini memiliki ketahanan tubuh yang cukup baik. Sering diinjak putranya untuk menghilangkan penat dibagian kaki dengan berbagai posisi. Kadang dengan posisi tengkurap, telentang bahkan tak jarang dengan posisi miring. Dapat dibayangkan efek yang terjadi. Ketidaktahuan terkadang memang menimbulkan kesusahan.

Saraf, otot maupun daging akan bergeser kearah yang tidak menentu. Selang beberapa waktu sakit yang diderita akhirnya tak tertahankan. Usaha coba-coba menyembuhkan sendiri pernah mangakibatkan kaki menghitam.

SAKIT PAHA/BETIS
Ny. Subirto. Surabaya.
Ibu ini menderita di bagian paha dan betis sudah 4 tahun. Hobinya memang jalan-jalan dan keluar kota. Mendengar rematik temannya membaik, ibu ini kemudian ikut perawatan PENNASIA. Alhamdulillah, dengan enam kali perawatan penderitaannya selama ini tidak ada lagi.
Namun demikian perawatan berkala tetap dilakukan untuk pencegahan, karena hobinya jalan-jalan tetap dilanjutkan.