Alat-alat Penemuan Pennasia
Azis menggunakan TEORI ELASTISITAS penemuannya sekaligus menciptakan alat-alat yang sangat lengkap untuk mendukung teorinya.
Alat-alat ini sudah diberi nama, bahkan bagian-bagian ujung yang digunakan juga diberi nama sesuai dengan kegunaan dan lokasi anatomi yang menjadi tujuan penyembuhan. Hal ini memudahkan bagi mereka yang ingin mempelajarinya untuk keperluan keluarga maupun untuk kepentingan profesi yang sangat prospektif.
Alat CITRA mempunyai bagian PSOMA, L-PSOMA, S-PSOMA, SEPA, SEPU dan TARSA. Efektif untuk menurunkan kolesterol, diabetes dan menyembuhkan alergi makanan.
PSOMA dan L-PSOMA yang melengkung digunakan untuk merawat bagian psoas mayor, bagian yang berperanan dalam kesehatan ginjal, kasus sakit pinggang dan HNP. S-PSOMA dIgunakan untuk membantu melepaskan bagian yang terjepit dan mengalami ketegangan pada daerah erector spinae yang biasanya sangat menyiksa.
SEPA yang mempunyai bagian yang lebih lebar biasa digunakan untuk melunakkan kepadatan yang berlebihan pada otot besar seperti otot-otot betis, paha dan punggung. Dengan teknik yang tepat, alat ini sangat efektif untuk mencegah diabetes, menurunkan kadar gula dan kolesterol yang berlebihan.
SEPU mempunyai ujung yang tipis dan melengkung. Efektif untuk terapi diabetes pada telapak kaki dengan alat ini, luka pada penderita diabetes menjadi cepat kering.
TARSA mempunyai dua ujung runcing yang berbeda dan sangat membantu untuk teknik perawatan diabetes. Penggunaan TARSA dibagian punggung untuk menurunkan tingkat stress dan ketegangan dengan cara meletakkan ujung proc.spinosus pada celah-celah TARSA. Detail penggunaan alat ini lebih diperdalam bagi yang belajar Normalisasi Pennasia.
Alat SIRANDA mempunyai bagian-bagian SOUL, SOULMA, OXY, CRANI, dan GIGI. Digunakan untuk perawatan bagian kepala dan pundak pada penyembuhan sakit kepala, migrain, vertigo, darah tinggi, darah rendah, gegar otak dan sebagainya.
SOUL untuk terapi otot bahu yang tipis, SOULMA untuk treatment otot bahu yang lebih tebal, keduanya digunakan untuk menurunka tingkat stress seseorang.
OXY untuk melepaskan penyumbatan pembuluh darah di Occipitalis penderita vertigo.
CRANI untuk meratakan kepadatan otot bagian Cranium di seluruh bagian kepala pada proses awal penyembuhan, pertengahan, dan saat menyelesaikan terapi.
GIGI untuk mengguncang stabilitas negative di sepanjang pembuluh darah dan otot kepala. Dengan cara yang benar, sangat efektif untuk menyembuhkan ketergantungan obat penderita migraine.
Alat SIPUT mempunyai bagian-bagian HEAD, HOOK, STAR dan TAIL. Digunakan untuk perawatan bagian kepala, hidung dan bagian-bagian kecil lain.
HEAD untuk treatment bagian foramen supra orbitalis dan menurunkan ketegangan di dahi. Kalau anda perhatikan, HEAD itu sendiri masih terbagi atas ‘pipi kanan’ ‘pipi kiri’ ‘wajah’ dan ‘dagu’. Pada perawatan sakit paru-paru, bagian ‘pipi kanan dan pipi kiri’ dari HEAD tinggal digoyangkan ke kanan dan kiri, untuk membersihkan pembuluh darah intercostalis. Sedangkan bagian ‘dagu’ dari HEAD lebih berperanan untuk membersihkan penyumbatan pada foramen supra orbitalis.
HOOK yang berbentuk lengkung untuk terapi yang lebih rumit dan kecil seperti gangguan jantung koroner. Kalau anda perhatikan juga, HOOK itu sendiri masih terbagi atas ‘ujung kepala’ ‘pipi kanan’ ‘pipi kiri’ ‘wajah’ dan ‘dagu’. Pada perawatan sakit jantung, bagian ‘pipi kanan dan pipi kiri’ dari HOOK tinggal digoyangkan ke kanan dan kiri, untuk membersihkan pembuluh darah intercostalis.
Sedangkan bagian ‘dagu’ dari HOOK lebih berperanan untuk membersihkan penyumbatan pada foramen supra orbitalis. Bagian ‘tanduk’ dari HOOK berperanan melepas tekanan pada saraf di sisi sternum. Tekanan saraf pada sternum sering menyebabkan gangguan yang tidak terdeteksi oleh alat maupun laboratorium. Selama 14 tahun menyembuhkan sakit jantung, asma dan yang lain, cara ini dapat berhasil baik.
STAR adalah bagian yang terlihat seperti gambar piramid. Ujung STAR dan dua sudutnya digunakan untuk menyembuhkan telapak tangan yang kaku, rematik pada telapak dan jari-jari tangan. Sedangkan empat sisi yang memanjang sangat efektif menjangkau sela-sela antara dua jari.
TAIL adalah bagian ekor SIPUT. Bentuk ujungnya bulat, sedangkan bagian ‘leher’ ada dua model yaitu lengkung dan siku. Digunakan untuk merawat jantung, sariawan, sakit gigi, sinusitis, alergi dan gangguan bagian hidung yang lain. TAIL juga sering digunakan untuk menyembuhkan rematik pada bagian lutut. Ujungnya lebih banyak digunakan melakukan teknik TEKAN TEGAK pada perawatan jantung dan paru-paru. Untuk merawat sakit bagian kepala dan rematik di lutut, bagian
Alat VASSI mempunyai bagian SPIN, SEMI SPIN, STANDSI, dan L-STANDSI.
Bagian SPIN dan SEMISPIN untuk treatment saraf dan otot spinal dan semi spinalis pada kasus sakit pinggang, ketegangan di leher dan HNP.
Kombinasi dengan SIPUT dapat digunakan untuk melarutkan endapan pada otot dan pembuluh darah di kepala. Juga untuk melancarkan aliran darah, menyembuhkan kasus rematik dan pengeroposan tulang pada lutut.
Bagian STANDSI dan L-STANDSI digunakan untuk treatment bagian sekat pinggang lumbal 1 hingga lumbal 5 maupun pada bagian lain. Penggunaan VASSI untuk sakit pinggang dan ginjal lebih bagus bila dikombinasi dengan penggunaan alat CITRA.
Alat VASMA mempunyai bagian-bagian SCAPPA, SCAPPIN, STANDMA, dan L-STANDMA.
Bagian SCAPPA dan SCAPPIN adalah kombinasi penggunaannya untuk bagian scapula pada punggung seperti pada kasus ngilu punggung dan badan lemah.
STANDMA, dan L-STANDMA penggunannya untuk membantu STANDSI dan L-STANDSI pada kasus peradangan ginjal dan HNP di lumbal 1-5.
Penggunaan VASMA mirip penggunaan VASSI tetapi pada tubuh pasien yang lebih besar.
Alat CAKRA mempunyai bagian-bagian ARCO, ARFA, TORSI, CARPA, dan CARPIN. Digunakan untuk perawatan sakit paru seperti batuk kronis, asma, bronchitis maupun pada kasus jantung bengkak dan jantung koroner.
ARCO untuk normalisasi bagian sternum dan sendi costae. Pada proses ini akan terjadi pelarutan endapan yang terdapat pada av.intercostalis mengikuti konsep Gerak Peristaltik Balik maupun konsep Gerak Peristaltik Lanjut yang ditemukan Pennasia. Seiring dengan detak jantung, endapan akan semakin banyak yang dilarutkan. Cara ini sangat alami dan aman. Sesuai dengan sifat Tuhan yang Maha Pengasih, yaitu dapat dinikmati orang kaya maupun miskin. Tidak tergantung pada obat dan dapat dinikmati di metropolis maupun di daerah terpencil.
ARFA melengkapi kerja ARCO, menjangkau sternum sisi yang lain dan menyeimbangkan tingkat kepadatan otot dada pectoralis mayor dan minor. Pada penderita jantung dan asma kronis, kombinasi ARCO dan ARFA sangat diperlukan agar proses kesembuhan menjadi lebih cepat.
TORSI untuk melancarkan pembuluh darah bagian axilla. Penderita jantung koroner sering mengalami keluhan pada lengan kirinya. Artinya penyumbatan arteri telah meluas dan mencapai jarak yang lebih jauh seperti lengan kiri tersebut. Bagian TORSI sangat efektif untuk melunakkan dan melarutkan penyumbatan pada bagian ujung pectoralis major dan minor yang berbatasan dengan axilla. Pada perawatan asma, TORSI sangat berperanan melonggarkan tekanan otot di dada, sehingga paru-paru bisa mengembang dengan sempurna.
Mayoritas penderita asma yang sembuh dengan teknik Normalisasi Pennasia ini tidak lagi memerlukan obat dan dapat menikmati hidup secara alami. Konsep dan detail teknik ini dapat dibaca pada buku Hindari Ketergantungan Obat.
CARPA dan CARPIN adalah dua ujung yang ketebalannya berbeda dan saling melengkapi. Kegunaannya untuk normalisasi pectoralis mayor, minor, teres mayor, minor di punggung. Bagian ujung yang berbeda menentukan posisi dan kenyamanan saat menggunakannya.
L-CARPA dan L-CARPIN adalah lengkungan yang sudah disesuaikan dengan bentuk rusuk pada umumnya. Kegunaannya untuk menarik dan melepaskan perlekatan antara lapisan otot yang satu dengan yang lain. Bisa digunakan pada bagian dada dan punggung. Teknik ini akan dibahas lebih dalam bagi yang mempelajarinya secara mendalam.
Penggunaan CAKRA ini perlu dikombinasi dengan penggunaan SIPUT.
Alat BUSUR mempunyai bagian-bagian SEMA, SEROSA, USSI, dan OTTER, Digunakan untuk perawatan bagian perut seperti sakit maag, dispepsia, ulcus pepticum, dan liver yang mengalami penurunan fungsi maupun bengkak liver.
SEMA untuk melunakkan kepadatan rusuk terakhir yang membatasi antara dada dan perut. Lokasi ini terdapat pembuluh darah yang berperanan pada bagian di dalamnya. Perbatasan rusuk kiri terdapat pembuluh darah yang memperdarahi lambung dan limpa. Kepadatan yang berlebihan pada lokasi ini dapat mengganggu aliran darah ke organ-organ tersebut. SEMA sangat efektif membuka jalan darah di perbatasan tersebut dan menjadikan organ di dalamnya lebih sehat.
Penggunaan SEMA pada rusuk sebelah kanan sangat efektif menyembuhkan gangguan pada liver. Dengan maksimalnya seluruh potensi keluar dan masuk ke liver, anti bodi akan membanjir dan memperbaiki seluruh proses secara sempurna. Proses ini sangat membantu agar penderita sembuh secara alami. Apabila masih menggunakan obat, kerrja obat akan menjadi sangat efektif dan mengurangi penggunaan obat yang berlebihan.
Penggunaan SEROSA untuk melancarkan pembuluh darah dan menormalkan kepadatan pada 5 rusuk terakhir yang sangat berperanan pada kesehatan liver. Hasil terapi seperti ini sangat mengherankan. Keluhan dan gejala sakit liver yang dikeluhkan tetapi tidak terdeteksi oleh foto maupun pemeriksaan laboratorium dapat disembuhkan. Sehingga endingnya sangat menggembirakan. Pasien merasakan tubuhnya sehat dan nyaman, pemeriksaan pun menunjukkan kondisi sehat.
USSI adalah bagian yang berbentuk tumpul. Berguna untuk mengembalikan elastisitas organ lambung yang mengeras. Lambung yang mengeras berakibat saraf lambung lebih sensitive dan mudah mengeluarkan asam lambung. Tukak lambung juga sulit sembuh bila permukaan lambung tidak elastis. USSI berperanan memperbaiki kondisi tersebut sehingga kelenjar asam lambung bekerja normal dan tidak sensitive. Luka pada permukaan lambung juga lebih mudah sembuh. Pada perawatan Normalisasi Pennasia pasien tetap boleh menggunakan obat karena tidak saling mengganggu, tetapi saling mendukung.
OTTER efektif untuk digunakan menyembuhkan liver yang mengalami cirrhosis. Prosesnya didahului oleh SEMA dan SEROSA pada rusuk bagian kanan. Meski terkadang kesembuhannya tidak 100% tetapi perkembangan yang dirasakan oleh penderita cirrhosis sangat menggembirakan semua pihak.
OTTER juga untuk melunakkan otot perut yang mengeras akibat ketegangan/luka dari dalam lambung. Beberapa penderita mengalami pengerasan pada permukaan otot perutnya karena kram dan penderitaan yang terlalu lama. Untuk menjangkau permukaan organ kambung dan menyembuhkan lukanya, permukaan otot ini perlu dielastiskan dulu, dan OTTER ini alat yang ramah, tidak menyakitkan dan efektif untuk mengelastiskannya. Bila ini suda berhasil, USSI dan TANDUK yang selanjutnya bekerja.
Alat TANDUK mempunyai bagian-bagian GASTRO dan GASTRIN yang digunakan untuk menyempurnakan kerja alat BUSUR pada penyembuhan bagian perut.
GASTRO mempunyai bentuk pipih dan melebar pada salah satu sisinya. Ujungnya digunakan untuk menjangkau dan mengelastiskan permukaan lambung sehingga lukanya mudah sembuh dan sensitifitas saraf menjadi normal kembali. Di bawah lambung, GASTRO digunakan untuk menata struktur usus dan memperbaiki tingkat perlekatannya. Sebagai catatan, struktur usus yang tidak baik dan perlekatan usus yang berlebihan mengakibatkan rasa tidak nyaman. Penderita ini mengeluhkan gangguan yang tidak dimengerti oleh dokter yang mengacu pada hasil endoskopi, USG dan pemeriksaan darah.
Lihatlah foto pada system pencernaan. Dapatkah anda membedakan perlekatan usus yang normal seperti usus pada umumnya, dibandingkan dengan usus yang mengalami perlekatan yang berlebihan? Tentu tidak, anda hanya akan melihat gambar yang sama! Perlekatan usus yang berlebihan dapat dideteksi dengan rabaan jari yang terlatih baik. Tanda-tandanya adalah adanya pengerasan dan kepadatan yang tidak merata. Di Normalisasi Pennasia dikenal sebagai FSA (finger sense ability).
TANDUK ini sangat berperanan menyembuhkan sakit tipes yang kambuhan dan tidak kunjung sembuh. Kombinasinya dengan VASSI banyak mengatasi masalah perlekatan usus dengan gejala yang tidak jelas dan tidak terdeteksi oleh pemeriksaan laboratorium maupun foto.
Penggunaan alat-alat tersebut sangat bervariasi dan saling melengkapi. Sejauh ini alat-alat tersebut sangat efektif digunakan untuk menyembuhkan hampir semua penyakit. Hal ini karena PENNASIA melakukan penyembuhan langsung pada lokasi gangguan, dan didukung oleh alat-alat yang mempunyai ketelitian tinggi. Kesemuanya dapat dilihat dan dijelaskan penggunaannya pada buku “Hindari Ketergantungan Obat”.





