Sembuhkan Sakit Jantung Koroner

Sembuhkan Jantung Koroner dengan Cepat, Alami, Efektif, dan Aman,

PENNASIA berpengalaman lebih dari 21 th menyembuhkan Sakit Jantung, Paru, dan Penyakit Dalam. Jantung koroner, Jantung lemah, Jantung bengkak, Jantung berdebar, Aritmia, Jantung bocor, Jantung berlemak, Asma, Hepatitis, Maag, Perlekatn Usus, dan lain-lain dengan sederhana dan alami.

Penyembuhan alami untuk jantung, menghindari pemasangan ring / stent dan operasi bypass jantung. Ada cara bayar per kali datang, dan ada yang terapi paket kecil. Belajar Pennasia untuk keluarga KLIK DISINI

Surabaya: Program/paket terapi 1 bulan BIASANYA SEMBUH, dengan GARANSI SERVICE 1 bulan. Terapi tiap hari. Promo: Free menginap di apartemen selama terapi.
Alamat dan Peta lokasi KLIK DISINI

Paket BIASANYA SEMBUH Bergaransi 2 bulan

  • Paket Bergaransi 2 bulan. Mendapatkan Member Card Jantung dengan biaya sebesar Rp. 10 jt
  • Pasien akan mendapatkan terapi intensif, setiap tiga hari, selama 2 (dua) bulan. Biasanya dengan cara ini masalah sudah beres. Namun bila belum, pasien boleh datang lagi selama dua bulan berikutnya GRATIS.
  • Pasien mendapatkan kartu member layanan khusus, dan diberikan garansi secara tertulis bermaterei cukup.

Ciri-ciri sakit jantung:
a. Dada kiri terasa sakit (seperti ditusuk atau diremas).
b. Rasa sakit mengalir dari dada ke lengan kiri.
c. Dada berat untuk bernafas.
d. Rasa sakit juga terasa pada punggung bagian kiri.
e. Mudah khawatir, terkejut dan berdebar (benda jatuh, pintu nutup).
f. Bangun tidur dada berdebar-debar.
g. Napas sesak tersengal bila untuk kegiatan fisik seperti naik tangga atau tergesa-gesa.
h. Saraf-saraf tertentu pada dada kiri mengalami nyeri tekan.
i. Tubuh sering lemas tiba-tiba, seakan tidak bertenaga (jantung lemah).
j. Telapak tangan dan kaki berair, dingin serta pucat (jantung lemah).
k. Mudah merasa dingin bila terkena AC, padahal orang lain tidak (jantung lemah).
Penderita biasanya merasakan sebagian keluhan di atas.

Gambar proses penyumbatan jantung koroner.

Proses penyumbatan pembuluh darah akan terjadi, sesuai dengan usia dan pola makan. Biasanya dimulai sejak usia 20, ketika pola makan mulai tidak terkontrol. Penyumbatan kolesterol, dan plak kalsifikasi di jantung dapat dibersihkan di Pennasia sejak dini untuk menghindari buntu mendadak, yang mengakibatkan kematian, operasi bypass, atau pemasangan ring dengan biaya tinggi.

Alamat Pennasia: Purimas Regency blok B3/57 Telp (031) 871 2627 ;
flexy/sms (031) 7241 9696. Sebelah kampus UPN Rungkut Surabaya.
Buka setiap hari pk.08.00-21.30, Minggu BUKA, Sabtu TUTUP.
Sebaiknya daftar dulu via telpon/sms.
Email: support@sembuhalami.com

Menyembuhkan sakit jantung koroner

Menyembuhkan sakit jantung bocor

Menyembuhkan sakit jantung koroner

Menyembuhkan sakit jantung koroner

Penemu Pennasia

Menyembuhkan sakit jantung bengkak / lemah

Banyak orang yang meninggal ketika sedang olahraga. Artinya, olahraga tidak menjamin anda bebas serangan jantung koroner.
Banyak pasien yang ketika saya cek jantungnya, ternyata sudah banyak penyumbatan, meskipun dia tidak merasa. Meskipun dokter dan laboratorium menyatakan “Tidak apa-apa” Artinya, banyak orang tidak tahu kalau jantungnya sudah bermasalah! Bahkan alat pendeteksi pun sering tidak tepat.

Jangan ada lagi yang meninggal secara mendadak disebabkan sakit jantung! Karena sudah ada terapi preventif dari Pennasia!

Aneka peristiwa di Pennasia:
1. Ada seorang pengusaha pemilik apotek di Surabaya yang akan terapi penyembuhan jantung ke tempat praktek saya. Beliau tidak jadi penyembuhan jantung, karena malam sebelunmya dokter jantung yang merawatnyanya mengatakan “jantung anda tidak apa-apa”. Seminggu kemudian bapak ini meninggal karena serangan jantung!

Alangkah bijaksana, kalau waktu itu beliau menanyakan: “Apakah menurut Pennasia saya masih perlu terapi?” Tentu kami akan menyarankan untuk terapi preventive, toh biayanya juga sangat terjangkau dibandingkan resiko serangan jantung.

2. Ada pasien saya seorang pengusaha bus antar kota, yang mengeluh dada kirinya tidak nyaman. Ketika saya sarankan sekalian terapi jantung, beliau tidak bersedia karena kata dokter jantung: “Anda tidak apa-apa”.

Beberapa bulan kemudian, dia mengeluhkan hal yang sama dan periksa jantung dirumah sakit swasta Surabaya yang cukup terkenal. Jawabannya tetap sama bahwa “jantung anda tidak apa-apa” namun demikian beliau tetap opname di RS tersebut untuk dipantau kondisinya. Beberapa jam kemudian, masih di RS tersebut, serangan jantung datang, kritis dan langsung meninggal karena serangan jantung!!

Sebenarnya lebih bijaksana, bila tubuh sudah menyampaikan keluhan jantung, kita lakukan terapi preventive. Jangan percayakan 100% ke alat lab karena resikonya anda yang menanggung.

3. Di P.Bali. Seorang lelaki usia 28 tahun tiba-tiba pingsan di Pasar Sanglah. Ketika dilarikan ke RS Sanglah dan dilakukan pemeriksaan, dinyatakan harus pasang ring, paling lambat 12 jam. Biaya RS dan pemasangan ring menghabiskan kurang-lebih 50 jt. Setelah pasang ring, bapak ini kemudian menjadi pasien saya karena masih belum nyaman dengan satu ring tersebut. Pasien ini membaik setelah 5 kali terapi.

4. Di Surabaya. Jam 23.00 seorang bapak ke Rs Dr. Sutomo, karena merasa tidak nyaman di dada kirinya. Malam itu juga diharuskan opname dan disarankan pasang 2 buah ring, yang nilainya bisa mencapai 100 jt!
Karena masih belum siap dengan dana yang begitu besar, bapak ini memilih tidak pasang ring. Selama opname 1 minggu, menghabiskan biaya sebesar 30 jt! Salah satu obatnya ada yang seharga 3 juta.

Merasa masih ada gangguan berat, bapak ini menjadi pasien saya, dan membaik setelah mengambil paket terapi.

Kasus meninggal karena serangan jantung.

1. Tersangka kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) yang dimenangkan Miranda Goeltom, Jeffrey Tongas Lumban Batu, meninggal dunia. Politisi PDIP ini meninggal karena sakit jantung.

“Iya benar meninggal karena sakit jantung,” kata kuasa hukum Jeffrey, Petrus Salestinus, kepada detikcom.

Jeffry sudah dirawat selama seminggu di rumah sakit. “Meninggalnya di RS Mitra Keluarga Kampung Melayu pukul 12.00 WIB. Nanti disemayamkan di RS Cikini. Keluarga sudah berkumpul di sana,” ujar Petrus.

Jefrrey ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta.

Selain Jeffrey, KPK menetapkan 18 anggota PDIP lainnya yang diduga menerima suap. Jumlahnya bervariasi, mulai dari Rp 200 juta hingga Rp 1,45 miliar.

Hal itu dikatakan koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia, Petrus Selestinus. Menurutnya, mantan angota DPR itu meninggal dunia pukul 12.00 WIB tadi di RS Mitra Keluarga karena sakit jantung.

2. Raden Aang Kusmayatna atau akrab disapa Kang Ibing ternyata sudah lama mengidap penyakit jantung. Namun, penyakit itu selalu disembunyikan dari kerabat dan temen-teman dekatnya.

“Bapak sudah lama mengidap penyakit jantung. Tapi tidak mau bilang-bilang karena takut merepotkan orang lain,” kata anak pertama almarhum, Dikdik Kusmadika (32) saat ditemui wartawan di rumah duka Margawangi Estate Jalan Kencana wangi No 70 RT 1 RW 13 Kelurahan Cijaura Kecamatan Buah Batu, Kamis (19/8/2010) malam.

3. Seorang calon haji dari Sumatera Utara, Suwandi Harun (58) yang tergabung pada kelompok terbang 16 Embarkasi Medan, meninggal dunia di Jeddah karena menderita penyakit jantung.

4. Medan (ANTARA News) – Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Prof Sutomo Kasiman, mengatakan, setiap tahun jutaan penduduk di dunia meninggal akibat menderita penyakit jantung.

“Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setiap tahunnya ada 17,1 juta jiwa penduduk dunia meninggal karena sakit jantung” katanya di Medan pada acara Pencanangan Tempat Kerja Sehat dalam Rangka Hari Jantung Sedunia ke-10.

Ia mengatakan, awalnya penyakit jantung bisa dikarenakan penyumbatan lemak di dalam pembuluh darah yang proses terjadinya pada usia dini. Gejalanya dapat dirasakan nyeri di dada, mual muntah, badan lemas, berdebar-debar, dan keringat dingin.

Ia juga menjelaskan faktor risiko penyakit jantung kroner bisa disebabkan berbagai hal seperti hipertensi, kolesterol, merokok, diabetes, kegemukan, kurang olahraga, riwayat keluarga.

5. Joni Malela tewas sesaat setelah turut berdesak-desakan karena ingin mengikuti open house di Istana Kepresidenan. Menurut informasi yang diterima pihak Istana, Joni meninggal karena sakit jantung.

“Dokter di RSCM memastikan Pak Joni Malela meninggal akibat serangan jantung. Bukan karena kekerasan atau lainnya,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrian Pasha, Jumat (10/9).

6. Pria berusia sekitar 50 tahun meninggal secara mendadak usai olahraga kebugaran tubuh di Celebrity Fitness, yang berada di Mal Paris Van Java (PVJ), Jalan Sukajadi. Diduga pria yang teridentifikasi bernama Yuyun itu terkena serangan jantung.

“Namanya Yuyun berusia sekitar 50 tahun. Alamatnya di Jalan Kembar Sari,” ujar salah seorang security Celebrity Fitness, Ujang, kepada wartawan di PVJ.

Ujang mengatakan, sebelumnya Yuyun sempat melakukan olahraga lari di treadmill pada pukul 08.00 WIB pagi. Di mesin tersebut, Yuyun berlari selama 45 menit.

“Tiba-tiba dia tersungkur dengan wajah menyentuh lantai hingga mulutnya dan hidung berdarah,” katanya.

Yuyun pun sempat mendapat pertolongan oleh pengelola fitness tempat tersebut. “Namun saat perjalanan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, dia meninggal. Katanya karena serangan jantung. Yang saya tahu, ia merupakan members di tempat fitnes ini,” jelas Ujang. (bbn/ern)

7. Pria tanpa identitas yang diperkirakan berusia 60 tahun tewas setelah jatuh dari sepeda ontel yang dikemudikannya di Jalan Soekarno Hatta (depan bengkel Nissan). Diduga kuat pria uzur itu dalam kondisi sakit saat sedang mengayuh pedal sepeda.

8. Yogyakarta, 27/1 (ANTARA) – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menegaskan, Rektor Prof Dibyo Prabowo meninggal karena penyakit jantung dan bukan bunuh diri terkait hilangnya uang Rp16,6 miliar yang diinvestasikan di PT Antaboga Sekuritas, Bank Century.

“Kami menegaskan bahwa rektor kami bukan meninggal karena bunuh diri seperti yang diberitakan dalam sebuah situs warta digital, tetapi beliau meninggal karena penyakit jantung setelah dirawat di RS Panti Rapih Yogyakarta selama 10 hari.” kata Rektor UAJY Agus Margono di Yogyakarta, Rabu.