Testimoni Kesembuhan Sakit Kepala dan Migrain
Testimoni sakit kepala, migrain, vertigo, darah rendah, darah tinggi, gegar otak, stroke, insomnia dll
PENNASIA MENYEMBUHKAN SAKIT KEPALA
Djoko. PNS Surabaya.
“Saya sudah mencoba berbagai pengobatan alternatif, agar sakit kepala yang muncul tiap bangun tidur dapat hilang. Namun setiap kali mencoba, sakitnya tetap saja datang”
“Menurut Penasia, terdeteksi adanya pengerasan di bagian occipitalis, yang mengakibatkan gangguan aliran ke berbagai arah di kepala. Saya sembuh dengan dua kali terapi”
Beberapa lokasi pada pasien tersebut sebenarnya juga mengalami penyumbatan, hanya saja gangguan itu bisa dikatakan tidak seberapa. Dari keseluruhan penderitaan yang dirasakan, sumber yang sangat berperanan adalah bagian belakang kepala.
Mayoritas pasien, termasuk penderita di atas menunjukkan adanya gangguan pada bagian belakang kepala dan beberapa di bagian samping.
Normalisasi untuk kesembuhan sakit kepala ini hanya beberapa kali, tergantung tingkat keparahan. Biasanya dengan 2-3 kali akan sudah dianggap sembuh oleh pasien. Meskipun bagi PENNASIA 1-2 kali terapi diperkirakan baru mendapatkan hasil sekitar 60-70 persen perbaikan.
TESTIMONI KESEMBUHAN MIGRAIN
Ny. Priyo Hutomo. Surabaya.
“Saya sering menderita sakit kepala jenis migrain, setiap kali pengobatan sakit migrain selalu mendapatkan dua jenis obat”
“Apabila dengan obat ini masih terasa sakit, silakan minum obat yang satunya” kata dokter. Dan memang selalu obat yang ke dua yang sanggup mengatasinya.
Tentu saja ibu ini tahu, bahwa dia tidak sembuh secara alami, dan mengalami ketergantungan obat sakit kepala dengan dosis yang cukup tinggi. Setelah mengalami dan merasakan cukup lama, selanjutnya dia ingin terbebas dari ketergantungan obat.
Dari wawancara dan sinyal tubuh diketahui bahwa sakit migrainnya terletak pada kepala bagian kiri. Struktur otot bahu dan leher kiri yang mengalami gangguan, berperanan atas terjadinya sakit migrain tersebut.
Ketegangan saraf diatur kembali, sumbatan-sumbatan penyebab sakit kepala dilarutkan dan dihilangkan. Dengan normalisasi 4 kali, sakit migrainnya dapat disembuhkan, ketergantungan obat telah diatasi. Dada yang sering berdebarpun tak lagi mengganggu.
Emmy. Surabaya.
Karena lama dan parahnya, dari wajahnya terpancar kesedihan dan penderitaannya, sebab harus tergantung pada obat dan sering merasakan sakit yang tak kunjung sembuh.
Dari beberapa penyakit yang dideritanya, sakit migrain nya yang paling dirasa menyiksa. Sehingga prioritas utama yang perlu diatasi adalah kasus migrain ini. Setelah menjalani normalisasi sebanyak tiga kali, barulah sakit migrain nya tidak datang lagi.



