Bagaimana diabetes bisa membunuh Anda

Bagaimana diabetes bisa membunuh Anda

Bagaimana diabetes bisa membunuh Anda

Kehilangan penglihatan.
Diabetes dapat menyebabkan seseorang menjadi buta seumur hidup. Tidak mungkin untuk mengembalikan penglihatan yang rusak oleh diabetes bahkan dengan bantuan koreksi laser. Pada diabetes, pelepasan retina terjadi akibat dari banyaknya perdarahan.

Hancurnya ginjal.
Gula menyumbat ureter. Akibatnya area sekitar ginjal menjadi terlalu manis. Gula adalah pengawet. Hal ini seperti “mengawetkan” ginjal yang berarti mengarah pada kerusakan bertahap. Gagal ginjal kronis hanyalah salah satu konsekuensi dari proses ini. Dengan perkembangan lebih lanjut dari penyakit ini, Anda bisa kehilangan ginjal Anda sepenuhnya.

Gangguan pada persendian.
Gerakan sendi dibantu oleh cairan sinovial. Ketika pembuluh darah tidak lagi memberikan nutrisi yang cukup pada sendi, sekresi cairan sinovial berhenti. Sendi mengering dan hancur. Seseorang akan mengalami rasa sakit yang parah, yang bahkan obat penghilang rasa sakitpun tidak dapat membantu. Sendi kehilangan kemampuan untuk bergerak secara normal, akibatnya seseorang tidak dapat bergerak tanpa bantuan

Gangguan pada sistem saraf.
Saraf, seperti organ lain, menderita karena kadar gula dalam tubuh yang tinggi. Seiring waktu, penderita diabetes mengalami psikosis. Orang tersebut menjadi tidak seimbang secara emosional. Sering tersiksa oleh depresi. Satu-satunya hal yang diinginkan adalah berbaring dan mati

Kulit mulai membusuk!
Mula-mula mengering, muncul goresan dan retakan, eksim, lalu bisul. Otot dan tulang mulai membusuk mengikuti kulit. Proses ini disertai dengan munculnya bau tidak sedap yang tajam. Pada akhirnya, semuanya berakhir dengan gangren.

Dari literatur, kebanyakan penderita diabetes mempunyai kesamaan ciri khusus yaitu penderita sebelumnya adalah seorang olahragawan tetapi berhenti total, makan tidak teratur atau makan terlalu berlebih porsinya, struktur otot kaki dan jalan darah arteri dan vena tidak baik.

Maka dari itu sangat dianjurkan dilakukan terapi penormalan pembuluh darah di kaki, disamping dilakukan cara–cara lain seperti diet khusus atau menambah aktifitas tubuh dengan berolah raga dan beristirahat secara teratur.

Injak-injak kaki kalau disertai cara yang benar dan penguasaan anatomi kemungkinan besar dapat mencegah dan mengurangi resiko sakit diabetes.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *