Obat Penyebab Lemah Syahwat

Pengobatan Lemah Syahwat.

Setiap pasangan suami-istri (pasutri) tentu menginginkan kehidupan berumah-tangga yang tenteram, saling pengertian dan harmonis. Bagimanapun, hubungan seksual merupakan faktor penting yang dapat dijalankan oleh pasangan suami istri sekaligus sebagai salah satu ungkapan cinta kasih pasangan.

Namun, hubungan seksual tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan. Ada kalanya suami terkena masalah di bidang seksual seperti gangguan gairah, lambat ereksi, cepat ejakulasi dan lainnya.

Ejakulasi Dini

Istilah ejakulasi dini (cepat keluar) mungkin tidak seterkenal lemah syahwat (disfungsi ereksi). Pria yang mengalami ejakulasi dini masih dapat ereksi dan melakukan hubungan seksual walaupun orgasmenya terlalu cepat terjadi.

Beberapa Penyebab Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini tidak datang dengan tiba-tiba pada pria, melainkan secara bertahap dan ada penyebabnya.

  1. Obat-obatan.
    Obat-obatan dapat menjadi faktor penting menurunnya gairah seks pria. Kolesterol adalah bahan utama pembentukan hormon testosteron (pada testis) yang berperanan pada libido laki-laki.
    Menurunkan kolesterol dengan obat-obatan beresiko berkurangnya gairah seks dan kejantanan.
    Apakah anda mengalami penurunan gairah seks, lemah syahwat, dan ejakulasi dini setelah minum obat jantung, obat darah tinggi, obat kolesterol, dan atau obat diabetes?
  2. Penyebab psikis seperti stress berkepanjangan, galau, marah, benci, khawatir, dan kebiasaan ingin cepat selesai ketika melakukan hubungan seksual.
  3. Penyumbatan di sekitar organ vital menyebabkan kontrol saraf setempat yang mengatur peristiwa ejakulasi, diduga juga menjadi penyebab terjadinya ejakulasi dini.
    Pria dengan disfungsi ereksi biasanya mengalami ejakulasi dini. Demikian juga sebaliknya, pria dengan ejakulasi dini pada akhirnya dapat mengalami disfungsi ereksi.

Ringan Beratnya Ejakulasi Dini

Ternyata tingkatan ejakulasi dini berbeda-beda dan dapat dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu: Ejakulasi dini ringan, Ejakulasi dini sedang, dan Ejakulasi dini berat.

  • Ringan. Ejakulasi terjadi setelah beberapa kali gesekan singkat.
  • Sedang. Ejakulasi terjadi setelah penis masuk ke vagina.
  • Berat. Ejakulasi terjadi begitu penis menyentuh kelamin wanita bagian luar.

Apapun jenis tingkatan ejakulasi dini yang dialami, baik pria maupun wanita merasa tidak puas karena pihak pria orgasme terjadi dalam waktu sangat singkat di luar kehendak. Sehingga hubungan seksual harus berakhir sebelum keduanya terpuaskan.

Apakah Ejakulasi Dini Tanda Tidak Subur?

Di masyarakat telah beredar anggapan yang kurang tepat, bahwa bila ejakulasi terjadi terlampau cepat, dianggap spermanya terganggu/encer sehingga tidak dapat menghamili.

Anggapan ini tidak sepenuhnya benar, tapi juga tidak sepenuhnya salah. Ejakulasi dini bisa akibat saraf yang over sensitif, kurangnya suplai darah ke organ vital, atau sebab lain. Kalau penyebabnya karena kekurangan suplai darah, maka kasus ini bisa mengakibatkan suplai darah ke testis juga kurang. Dengan demikian, pembentukan sperma juga kurang bagus.
Hambatan hamil dapat menjadi masalah baru lagi dan semakin memperburuk masalah yang timbul akibat ejakulasi dini.

Prof. Wimpie Pangkahila menyesalkan mitos yang salah mengenai ejakulasi dini, “Ejakulasi dini sering dianggap sebagai gangguan kesuburan, padahal tidak begitu. Ejakulasi dini dianggap sebagai sperma encer, padahal tidak jelas apa maksud istilah “encer”. Prof. Wimpie menegaskan perbedaan antara kualitas sperma dengan sensitifitas saraf yang mengakibatkan ejakulaasi dini.

“Ejakulasi dini tidak ada hubungan dengan kesuburan. Jadi kehamilan dapat saja terjadi asal sperma (yang subur) masuk ke vagina. Tetapi pada ejakulasi dini yang berat, yaitu ejakulasi terjadi di luar vagina, maka kehamilan tidak terjadi,” paparnya.

Kalau ternyata pria yang mengalami ejakulasi dini juga mengalami gangguan sperma, itu berarti ada dua gangguan yang terpisah, bukan merupakan sebab akibat.

Gangguan sperma dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain karena infeksi pada buah pelir atau bagian sistem reproduksi lainnya, kekurangan hormon testosteron, pelebaran dinding pembuluh darah di sekitar buah pelir, dan kekurangan vitamin.

Sumber: Pennasia
www.SembuhAlami.com

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *